
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, delia langsung berjalan menuju lemari untuk mengambil piyama miliknya dan langsung memakai piyama tersebut lalu delia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur kesayangannya dan terlelap menuju alam mimpinya.
----------------------------------
Di sebuah gedung bekas pabrik pembuatan plastik terlihat delia tengah berdiri sambil menatap ngeri gedung tersebut.
"Ihh... Serem banget, siapa lagi yang ngajak ketemuan di tempat kaya gini." Ucap delia sambil melirik jam tangannya dan jam menunjukan pukul 17:10 WIB.
"Kemana sih, kata nya jam 5 sore tapi kok gak ada yah." Ucap delia.
Tring, tring, tring
Suara pesan masuk ke handphone delia.
"Masuk lah ke dalam."
Setelah membaca pesan tersebut, delia sedikit terdiam memikirkan apakah dia harus masuk atau tidak lalu delia memberanikan dirinya masuk ke dalam gedung tua tersebut.
"Seram dan gelap." Itu kesan pertama delia saat memasuki gedung tersebut.
"Hallo apa ada orang, jika ada jawablah." Teriak delia.
Hening tak ada satu pun suara yang membalas ucapan delia. Setelah cukup lama berdiam diri sambil menunggu orang yang mengajaknya bertemu, delia kemudian memutuskan untuk pulang tapi saat di ingin keluar dari gedung tersebut.
Brakkkkk...
__ADS_1
pintu gedung tersebut tertutup dengan sendirinya lalu delia berusaha membuka pintu tapi pintu tersebut tak mau terbuka.
"Heyyy... buka pintu, jangan main-main itu tak lucu." Teriak delia entah kenapa delia mendadak gemetar ketakutan.
"Hahahahaha." Suara tawa seorang wanita menggema di dalam gedung tersebut. "Selamat datang delia." Ucapnya.
"Siapa kau." Tanya delia.
"Kau tak perlu tahu siapa aku tapi yang jelas aku tahu siapa kamu." Ucapnya.
Lalu muncul empat orang pria dengan tubuh kekar nya mendekati delia.
"Ikat dia." Ucap wanita itu.
"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku." Teriak delia sambil memberontak.
"Kenapa, apa kau takut delia." Ucapnya
"Apa mau mu?" Ucap delia.
"Aku hanya ingin membuat mu menyesal karena sudah membuat masalah dengan ku." Ucapnya.
"Aku tak pernah mencari masalah dengan mu." Ucap delia.
"Lakukan tugas kalian." Ucap wanita itu lalu melenggang pergi meninggalkan delia bersama 4 pria tersebut.
__ADS_1
Dan salah satu dari pria itu membawa sebuah kamera dan meletakkannya di hadapan delia.
Delia yang ketakutan hanya bisa menangis, dia menyesal telah datang ke tempat ini jika akhirnya akan seperti ini.
"Apa yang kalian lakukan." Teriak delia kepada empat pria tersebut.
"Sudahlah nona manis kau tak perlu berteriak seperti ini." Ucap salah satu dari mereka.
"Menjauhlah dari ku." Teriak delia.
"Suttt... Kita akan bersenang-senang nona manis jadi nikmati saja oke, tenang kami akan melakukan nya dengan lembut." Ucap salah satu dari mereka.
"Menjauhlah aku mohon, pergi!" Teriak delia sambil sesekali meronta.
"Kau jangan terus bergerak nona manis nanti filmnya tak akan terlihat bagus." Ucap pria yang sedang memegang kamera.
Lalu salah satu dari pria tersebut merobek baju delia.
"Ahhhkkkk... Jangan, pergi menjauh dari ku dasar b*jingan." Teriak delia.
PLAKKKK...
Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan delia, terlihat pipinya memerah akibat tamparan tersebut.
"Berhenti berbicara dasar kau j*lang." ucap pria yang menampar delia.
__ADS_1
Lalu mereka mendekati tubuh delia yang setengan telanjang.
"Ahhhhhhhkkkkk.... JANGAN."