Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#118 Sarapan.


__ADS_3

Terlihat bagas sedang sibuk memainkan sendok dan garpu, dan tak beberapa lama sarapan sudah di sajikan. Kini mereka langsung menyantap makanan yang sudah tersedia.


---------------------------------


Suasana sarapan keluarga wijoyono sangat tenang tak ada yang berbicara mereka tengah menikmati makanan yang sedang mereka makan, sampai...


"Kakek, kakek." Ucap bagas.


"Iyah sayang." Ucap kakeknya sambil mendudukkan bagas di pangkuannya.


"Apa kakek punya obat untuk gigitan serangga." Tanya bagas.


"Punya." Ucap kakeknya.


"Kalau gitu bagas minta yah buat mamih." Ucap bagas.


"Memang mamih kamu kenapa?" Tanya yoga penasaran.


"Mamih semalam di gigit serangga, gigitannya parah baget." Ucap bagas sambil melihat ke arah yoga.


"Bener itu kakak ipar, harus segera ke dokter tuh. Bisa jadi bahaya kalau di biarin." Ucap yoga.


Sementara delia hanya bisa menyembunyikan mukanya karena rasa malu akibat ulah putranya.


"Ini semua salahmu karena tak sempat mengunci pintu jadi bagas masuk." Bisik delia pada aditia.


Tapi aditia nampak tak menghiraukan ucapan delia, dan terlihat aditia tengah menahan tawa.


"Apakah itu bener kau di gigit serangga, mana coba aku lihat." Ucap pak wijoyono.

__ADS_1


Delia nampak ragu memperlihatkan tanda merah yang ada di leher dan dadanya.


"Mamih perlihatkan pada kakek." Ucap bagas.


"Gak usah deh." Ucap delia sambil tersenyum.


"Kenapa kakak ipar, takutnya udah parah jadi kita harus buru-buru ke dokter." Ucap yoga.


Karena delia tak mau memperlihatkan tanda merah tersebut, terlihat bagas langsung berjalan ke arah delia dan membuka syal yang menutupi leher delia.


"Lihat kakek om, gigitan serangganya parah banget dan banyak lagi." Ucap bagas sambil menunjukkan tanda merah yang ada di leher delia.


Terlihat pak wijoyono dan yoga hanya bisa menahan tawa saat melihat bekas gigitan serangga yang bagas maksud.


Dan delia mengutuk ucapannya yang telah membohongi bagas, jika tahu begini delia tak akan membohongi bagas dengan menyebut tanda itu bekas gigitan serangga.


"Hahaha..." Delia terpaksa tertawa mendengar ucapan yoga.


"Bagas." Panggil yoga.


"Iyah om." Jawab bagas.


"Kalau bekas gigitan serangga kaya gitu gak akan bisa hilang jika ke dokter juga." Ucap yoga.


"Kok bisa om?" Tanya bagas.


"Karena serangga yang mengigit mamihmu itu termasuk serangga langka, karena cuman ada satu di dunia." Ucap yoga.


"Benarkah?" Tanya bagas.

__ADS_1


"Iyah, dan serangga yang mengigit mamihmu itu termasuk serangga yang sangat berbahaya." Ucap yoga sambil menatap bagas dengan serius.


Bagas nampak terkejut saat mendengar penjelasan dari yoga.


"Benarkah om." Tanya bagas.


"Iyah bagas, dan sebentar lagi perut mamihmu pasti akan membesar." Ucap yoga.


Bagas tak sanggup membayangkan betapa berbahayanya serangga tersebut.


"Apa ada obatnya om." Tanya bagas.


"Sayangnya tak ada obat untuk serangga seperti itu." Ucap yoga lirih.


"Mamih." Terlihat bagas hampir manangis. "Mamih tidur di kamar bagas yah, nanti biar kakek suruh orang buat ngusir serangga itu." Ucap bagas.


Usir serangga itu, terlihat aditia diam mematung dia masih memikirkan ucapan bagas, itu berarti mengusir dirinya.


"Bagas, biar mamih tidur di kamarnya oke. Kan ada papih." Ucap aditia.


"Tapi papih kasihan mamih di gigit serangga terus, nanti kalau semakin parah gimana?" Ucap bagas.


"Gak akan sayang serangganya gak akan gigit lagi." Ucap aditia.


"Beneran papih serangganya gak akan gigit lagi?" Tanya bagas.


"Baneran sayang." Jawab aditia.


Terlihat bagas senang, karena mamihnya tak akan di gigit oleh serangga nakal itu, dan kemudian mereka kembali melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.

__ADS_1


__ADS_2