
Terlihat mata delia berkaca-kaca, dia terharu akan keromantisan aditia, dan aditia langsung menyimpan gitarnya dan berjalan mendekati delia dan langsung memeluk tubuhnya dan delia pun membalas pelukan aditia.
----------------------------------
"Udah jangan nangis, kamu itu jelek kalau nangis."
"Ih.."
Lalu aditia menghapus air mata delia dengan jari tangannya.
"Udah yah, jangan ngambek terus. Aku itu gak pernah selingkuh, aku tuh cuman sayangnya sama kamu delia."
"Bohong."
"Kapan aku bohong."
"Sering."
Terlihat aditia tersenyum ketika melihat delia sedang cemburu, baginya delia sangat imut ketika dalam mode cemburunya.
"Sekarang kamu istiraha oke." sambil membenarkan posisi bantal delia dan menyelimuti tubuh delia.
"Tapi aku lapar!"
"Kamu belum makan?!"
"Belum."
"Kenapa panda aku belum makan."
"Panda?"
"Lihat kadung mata kamu."
"Ih... Dasar menyebalkan." Sambil memukul tubuh delia.
"Oke, oke hentikan delia. Sekarang kamu mau makan apa."
__ADS_1
"Aku mau fried chicken sama nasinya harus banyak."
"Tapi kamu baru siuman, makan bubur aja oke."
"GAK MAU..."
"Oke, oke. tunggu di sini aku keluar dulu, buat beliin makanan untuk tuan putri."
"Jangan lama-lama, nanti aku mati kelaparan."
"Gak akan, tunggu di sini." Sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat delia.
Aditia kini tengah menuju jalan keluar untuk membelikan pesanan delia, tapi saat sudah di luar aditia tak menemukan restoran di kawasan rumah sakit, tapi dia hanya menemukan pedagang-pedagang kaki lima.
"Jika membeli ke KFC mungkin akan membutuhkan waktu yang lama."
Karena tak ingin membuat delia menunggu lama, aditia kini mencari di sepanjang jalan di dekat rumah sakit dan untung nya ada pedagang fried chicken di pinggir jalan yang tak jauh dari kawasan rumah sakit.
Lalu aditia segera berjalan ke arah pedagang fried chicken tersebut.
"delapan ribuan mas."
"Beli 4 potong yah, 2 paha dan 2 sayap."
Lalu penjual tersebut langsung membungkus pesanan aditia.
"Kalau nasinya ada gak?"
"Ada mas, mau sama nasinya?"
"iyah, sama nasinya sekalian yah. oh yah nasinya yang banyak yah."
Dan penjual tersebut juga membungkus nasi yang di pesan oleh aditia memakai kertas nasi. Dan langsung menyerahkan pesanannya pada aditia.
"Berapa?"
"45 ribu mas."
__ADS_1
lalu aditia mengeluarkan uang 50 ribu dan menyerahkannya pada pedagang tersebut.
"Ambil aja kembaliannya." Sambil berjalan pergi.
Kini aditia berjalan menuju ke kamar rawat delia, dan terlihat beberapa perawat memperhatikan aditia sambil sesekali tersenyum pada aditia, tapi aditia tak merespon mereka semua.
Dan tak beberapa lama, aditia sudah sampai di kamar rawat delia. Terlihat delia tengah berbaring sambil memainkan ponsel milik aditia.
"Ini pesanan kamu delia."
"Wihhh, mana? aku udah laper nih."
Lalu aditia mengeluarkan makanan yang tadi dia beli dan meletakkannya pada sebuah piring yang sudah tersedia.
"Banyak banget 4 potong loh, emang kamu kira aku apa?"
"Aku udah kenal kamu delia, jadi aku tahu porsi makan kamu itu kaya gimana."
"Uh... Dasar."
Lalu aditia menyerahkan piring yang sudah tersedia nasi dan fried chicken pada delia.
Terlihat delia langsung memakan makanan tersebut dengan lahap, dan aditia nampak tersenyum.
"Kamu kok gak makan?"
"Gak ah, nanti kalau aku makan nanti kamu gak kenyang."
"hmmm... Ini makan."
"Gak mau."
"Ya udah kalau kamu gak mau makan, biar aku suapin."
"Ya udah, kalau tuan putri memaksa."
Dan delia menyuapi aditia, jika ada yang melihat mereka pasti akan iri dengan keromantisan antara aditia dengan delia. (Author juga iri 😢).
__ADS_1