Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#53 Rencana pernikahan


__ADS_3

Dia merasa tertipu karena selalu percaya bahwa aditia akan datang untuk menyelamatkannya, sekarang delia pasrah jika dia harus berakhir disini maka delia akan menerimanya, karena sekarang delia tak berharap aditia akan datang untuk menyelamatkannya.


-----------------------------------


Entah kenapa malam ini hati aditia merasa gelisah, dia selalu teringat akan delia yang sekarang masih belum dia ketahui dimana keberadaan nya.


"Sayang? kamu kenapa, kok begong terus sih."


"Gak kok."


Kemudian mereka melanjutkan makan malam, tak ada obrolan antara aditia dengan delia (sherly). Sherly yang mencoba mencari topik pembicaraan agar suasana tidak terasa sepi seperti di kuburan.


"Sayang." sambil tangannya bergelantung di leher aditia.


"iyah."


"Anu, kapan kamu mau melamar aku."


Seketika aditia langsung tersedak karena mendengar ucapan delia (sherly).


"Khuk, khuk, khuk."


"Ini minum dulu sayang." Dengan sigap delia (sherly) langsung memberikan segelas air pada aditia.

__ADS_1


Aditia tak habis pikir, berani-berani nya wanita ini bertanya kapan dia akan melamarnya, tapi aditia masih tetap mempertahankan aktingnya dengan baik.


"Kamu maunya kapan?"


"Aku maunya lusa sayang."


Aditia langsung menatap sherly tak percaya, dengan PD nya sherly ingin dinikahi oleh aditia lusa, jangan mimpi sherly.


"Tapi apakah itu tak terlalu mendadak."


"Hmm, kau tak mau yah."


"Gak lah, baiklah besok lusa aku akan melamarmu."


"Kapan aku berbohong sayang."


"Uhh. Kamu memang yang terbaik." Sambil memeluk tubuh aditia, dan aditia pun membalas pelukan sherly tak lupa dengan senyuman jahatnya, entah rencana apalagi yang akan aditia jalankan untuk saat ini.


Dan delia (sherly) yang mendengar jawaban aditia, sangat bahagia karena sekarang aditia akan menjadi miliknya untuk selamanya. Dan jika dia tak menikahi aditia dengan cepat bisa saja suatu saat nanti delia yang asli akan kembali dan merebut aditia dari dirinya, dan sherly tak akan membiarkan semua itu terjadi. Dan lagi pula jika dirinya dan aditia sudah menikah, dan jika benar delia kembali aditia tak mungkin meninggalkan nya karena dia adalah istrinya, dan delia hanyalah bagian masa lalu aditia.


"Uh sayang, bagaimana kalau besok kita langsung pilih gaun pengantinnya, gedung dan lain-lain."


"Kau tinggal pilih gaun pengantinnya saja, urusan gedung, undangan, dekorasi. Itu semua adalah urusan ku dan kau hanya perlu duduk manis."

__ADS_1


"Uh, makasih sayang." Sambil kembali memeluk tubuh aditia.


Jika boleh jujur ingin rasanya aditia menghabisi wanita yang ada di hadapannya ini, tapi bukan aditia namanya jika dia tak memainkan drama terlebih dahulu.


"Kalau begitu ayo kita pulang." Ajak aditia.


"Baiklah, tapi aku ingin pulang ke rumah mu sayang."


"Tidak, kau pulang ke apartemenmu delia."


"Tapi aku ingin menghabiskan malam ini denganmu."


"Tapi sebentar lagi kita akan menikah, dan setelah kita menikah kau dan aku akan selalu menghabiskan malam bersama sayang, jadi sekarang kau pulang ke apartemen mu, agar nanti saat malam pertama kita akan menjadi lebih seru."


Seketika wajah delia (sherly) langsung memerah ketika mendengar ucapan aditia.


"Iyah, baiklah tapi aku ingin menginap di hotel saja."


"kenapa."


"Kadang aku takut jika harus tidur di apartemenku, karena apartemen itu sedikit seram."


"Baiklah, sesuai keinginan tuan putri." Sambil menggandeng tangan delia (sherly) untuk meninggalkan restoran tersebut.

__ADS_1


Terlihat sherly sangat bahagia ketika aditia sangat perhatian kepadanya, dia merasa jadi wanita paling beruntung karena bisa menjadi kekasih aditia meski dia harus merubah wajah nya, tapi sherly tak menyesali keputusannya yang penting dia bisa bahagia bersama aditia.


__ADS_2