Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#69 Penolakan aditia


__ADS_3

Lalu clara merapatkan tubuhnya pada aditia, dan saat ini clara memakai pakaian yang cukup ketat di tambah dengan rok mini yang memperlihatkan paha putihnya, dan aditia juga pria yang normal dan dia berusaha agar tak tergoda dengan tubuh molek clara yang bak gitar spanyol.


----------------------------------


Aditia sedikit menjauhkan tubuhnya dari clara, dan clara tahu jika aditia sengaja menghindar darinya dan clara pun langsung kembali merapatkan tubuhnya pada tubuh aditia.


"Clara bisakah kau sedikit jaga jarak denganku."


"Kenapa, dulu kita tak pernah jaga jarak."


"Tapi itu dulu clara, lagi pula aku juga sudah punya kekasih dan tak enakkan jika nanti delia mengetahuinya."


"Delia, delia dan delia. Apakah sekarang di hatimu cuman ada delia."


"Iyah." Jawab aditia singkat.


Terlihat mata clara sudah berkaca-kaca.


"Apakah kau sudah lupa dengan janji-janji kita pada waktu itu."


"Itu dulu clara, saat kita masik anak-anak, dan sebaiknya kau lupakan janji-janjiku pada saat anak-anak."


"Melupakan? sebegitu mudahnya kau bilang seperti itu aditia, aku menunggumu sudah bertahun-tahun. Dan aku terus mencari keberadaanmu dan saat aku berhasil menemukanmu inikah bayaran dari semua perjuanganku."


"Cukup, clara."


"Aku mencintaimu aditia dari dulu sampai sekarang aku tetap mencintaimu." sambil memegang kedua tangan aditia.

__ADS_1


"Iyah dulu aku memang mencintaimu clara, tapi itu dulu saat aku masih anak-anak. Dan sekarang aku hanya mencintai delia." Sambil melepaskan tangan clara dari tangannya.


"Apa yang harus aku lakukan, agar kau kembali mencintaiku lagi aditia."


"Cukup clara cukup."


"Aditia, aku rela memberikan kesucianku ini mu aditia."


PLAK...


Terdengar suara tamparan yang amat keras memdarat di pipi kiri clara, terlihat pipi clara yang putih menjadi berwarna merah akibat tamparan aditia.


"Apakah kau gila clara, seberapa murahnya harga dirimu sehingga kau bisa memberikannya pada siapa pun yang cintai, dan belum tentu orang yang kau cintai itu adalah jodohmu. Apakah kau tak malu dengan dirimu sendiri, jika kau melakukan hal seperti ini lagi maka kau tak lebih hina dari para p*lacur yang ada di luaran sana, malahan sebaliknya kau lebih rendah dari mereka, mereka memberikan tubuhnya pada setiap lelaki dengan bayaran uang tapi kau? kau memberikan tubuhmu dengan bayaran kata cinta!!! Apa sehina itukah dirimu yang sekarang clara." Terlihat raut wajah marah aditia.


"Tapi aku mencintaimu aditia." Terdengar isak tangis clara.


"Cinta? cintamu itu hanyalah cinta monyet clara, dan satu lagi clara jangan sekali-kali kau mendekatiku dengan cara hina seperti itu lagi."


"Maafkan aku, aku tak bermaksud membentakmu."


"Bolehkah aku memelukmu aditia, untuk terakhir kalinya."


"Baiklah."


Dan clara pun memeluk aditia, tanpa aditia sadari jika sedari tadi hp clara tengah memvideo mereka berdua, dan clara mendekatkan bibirnya pada leher aditia dan memberikan ****** pada leher aditia.


"Apa yang kamu lakukan." Sambil melepaskan pelukan clara.

__ADS_1


"Tidak ada."


"Oh, aku kira kau... Sudahlah tak penting."


Terlihat seringaian clara, dan tujuannya sekarang adalah memisahkan aditia dengan delia secara perlahan.


"Aditia."


"Iyah."


"Apakah kita masih bisa menjadi teman."


"Tentu clara."


"Terimakasih."


Dan aditia hanya membalas ucapan clara dengan senyuman.


"Maaf aditia aku harus segera pergi, karena sekarang ada jadwal operasi."


"Oh,iyah sudah hati-hati di jalan clara."


"Baik aditia, bye." Sambil melangkah pergi.


Terlihat clara tengah tersenyum sambil melihat layar ponselnya, entah rencana apa lagi yang akan clara lakukan.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊


Makasih udah luangin waktu biat baca novel author. ~


__ADS_2