Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#23 Jalan-jalan


__ADS_3

Delia hanya bisa cemberut ketika aditia tak memberitahukan kemana mereka akan pergi, aditia hanya terkekeh ketika melihat delia.


---------------------------------


Setelah selesai sarapan delia langsung bersiap untuk pergi dengan aditia, dia memakai pakaian yang tadi aditia berikan.


"Wahhh..." Ucap delia kagum dengan pakaian tersebut, sebuah mini dres dengan warna pink sangat cocok dengan warna kulit delia yang putih lalu delia menggelung rambut nya dengan beberapa hiasan jepit rambut meski sederhana tapi terlihat menawan.


Aditia yang melihat delia hanya bisa berdecak kagum.


"Kau sangat cantik hari ini." Ucap aditia.


Delia yang mendengar aditia memuji nya hanya bisa tersenyum.


"Ayo." Ajak aditia. Lalu mobil aditia melaju dengan kecepatan sedang.


"Kita akan kemana." Tanya delia.


"Entahlah." Ucap aditia.


"Serius." Ucap delia kesal.


"Nanti juga kau akan tahu sendiri." Ucap aditia, sambil matanya terus pokus pada jalanan.


Lalu delia melihat jalan yang mereka lalui sekarang, Seperti sebuah hutan yang indah, banyak pohon pinus di samping kiri dan kanan. Entahlah pemandangan ini terasa sangat indah bagi delia.


"Kenapa." Tanya aditia.


"Tidak hanya saja pemandanga nya sangat indah." Ucap delia.


Aditia melirik delia sesekali, di lihat nya delia tengah menikmati pemandangan pohon pinus. Entah kenapa hati nya merasa bahagia ketika bisa membuat delia tersenyum, Delia yang merasa di perhatikan menjadi salah tingkah, Aditia melihat tingkah laku delia hanya terkekeh.


"Apa kau lapar." Tanya aditia.

__ADS_1


"Lumayan." Ucap delia.


"Apa yang ingin kau makan." Tanya aditia.


"Aku ingin yang pedas-pedas." Ucap delia sambil berpikir. "Seblak ceker."


"Hah? Ceker." Tanya aditia.


"Iyah memang nya kenapa." Jawab delia.


"Tidak heran saja, gadis secantik diri mu suka makan ceker ayam." Ucap aditia sambil menahan tawa nya.


"Apa salahnya." Jawab delia.


"Tidak."


Setelah melewati hutan pinus, mobil aditia melaju menuju jalan raya dan mobil nya berhenti di sebuah tempat makan.


"Ayo." Ajak aditia.


"Bukannya kau ingin seblak ceker." Ucap aditia.


"Oh.. Iyah. Ayo." Ucap delia.


Aditia dan delia memasuki sebuah tempat makan dan delia memesan seporsi seblak ceker dan aditia memesan seporsi baso.


Tak berapa lama pesanan mereka pun sampai.


"Makanlah." ucap aditia


"Iyah." Ucap delia. Sambil memakan seblak ceker miliknya. "Oh my got, pedesnya mantep bangettttt..."


Aditia yang melihat cara makan delia hanya bisa tersenyum, mungkin gaya makan delia tak pantas untuk seorang wanita yang harus nya seorang wanita makan dengan pelan, elegan tapi delia kebalikan dari itu.

__ADS_1


"Kenapa kau tak makan makanan mu, apa kau tak suka." Tanya delia.


"Tidak, aku suka kok." Ucap aditia sambil memotong baso yang berukuran besar menjadi kecil-kecil.


Setelah menghabiskan satu porsi seblak cekernya, delia berbisik pada aditia.


"Anu, bolehkah aku pesan satu porsi baso seperti punya mu itu." Pinta delia.


Aditia hanya tertawa ketika mendengar delia, dia tak menyangka jika wanita ini memiliki nafsu makan yang banyak.


"Pelayan, satu porsi baso nya lagi." Ucap aditia pada seorang pelayan.


"Baik tuan." Ucap pelayan tersebut.


Tak berapa lama pesanan delia sudah sampai.


"Makanlah." Ucap aditia.


Tanpa membuang waktu delia langsung menusuk baso tersebut menggunakan garpu dan memakannya.


"Harusnya kau potong dulu." Ucap aditia.


"Memang nya salah, mau di potong atau pun tidak tetap sama-sama di makan." ucap delia tak mau kalah.


"Terserah kau saja." Ucap aditia. "Cepat habiskan nanti kita ke mall dulu untuk beli beberapa stell baju."


"Buat apa." Tanya delia.


"Memang nya kau ingin terus memakai baju itu." Ucap aditia.


"Kita kan cuman jalan-jalan doang." Jawab delia.


"Kata siapa, kita akan liburan ke cirata." Ucap aditia.

__ADS_1


"Hah? Cirata." Jawab delia kaget.


__ADS_2