Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#97 Kemurkaan imelda.


__ADS_3

Satu persatu pakaian stefani langsung di buka paksa oleh satria, dan kini satria akan memulai aksinya menjantani stefani.


----------------------------------


Terlihat kini aditia tengah berjalan sambil mencari keberadaan imelda, cukup lama dia berjalan ke sana kemari mencari imelda dan akhirnya aditia menemukan imelda.


"Ibu." Panggil aditia.


"Ah, aditi. Ada apa nak."


"Apa kau melihat stefani?"


"Stefani? kenapa kau menanyakan kepadaku."


"Dari tadi aku tak melihatnya, jadi aku kira mungkin dia sedang bersamamu."


"Seperti yang kau lihat dia tak ada bersamaku."


"Lalu dimana dia?"


Lalu aditia langsung memanggil seorang pelayan dan bertanya tentang keberadaan stefani.


"Iya tuan."


"Apa kau melihat stefani."


"Nyonya stefani tadi dia pergi ke kamar tuan satria."


"Untuk apa dia pergi ke kamar om satria." Terlihat raut wajah aditia terkejut.


"Kalau begitu kau boleh pergi." Ucap imelda, terlihat wajahnya geram ketika mendengar ucapan dari pelayan itu.

__ADS_1


"Ayo aditia, kita lihat apakah apa yang di lakukan stefani di tempat satria."


Lalu imelda berjalan dengan cepat sambil memasang wajah yang garang, jika benar yang di katakan oleh pelayan itu maka dia tak akan segan-segan menghukum stefani.


Skip.


Sesampainya di depan pintu kamar satria, terdengar samar-samar suara desahan dari dalam kamar.


"Ah, om terus. Ah enak..."


Imelda yang mendengar suara menjijikan itu langsung menedang pintu kamar satria, dan ketika pintu terbuka betapa terkejutnya ketika dia melihat menantunya tengah bercumbu dengan kekasihnya.


"BEDEBAH KAU STEFANI."


Stefani dan satria yang melihat kedatangan aditia dan imelda langsung menutupi tubuh mereka dengan selimut.


"Imelda ini tak seperti yang kau lihat."


Plak...


Lalu aditia berjalan mendekati stefani dan langsung menampar wajahnya, dan terlihat stefani menangis ketika aditia menampar wajahnya.


"Tak ku sangka kau sehina itu stefani! tadinya aku sudah mulai mencintaimu tapi kau melakukan perbuatan hina itu dan itu membuatku semakin jijik padamu." Teriak aditia.


Imelda yang melihat aditia marah pada stefani, langsung menampar stefani.


Plak...


"Kenapa kau menamparku." Tanya stefani pada imelda.


"Kenapa kau bilang? ini tamparan dari seorang ibu yang anaknya telah kau khianati."

__ADS_1


Dan kini stefani hanya bisa menangis memohon ampun kepada aditia, tapi aditia mengacuhkan permohonan maaf dari stefani.


Entah kenapa imelda yang melihat stefani memohon-mohon ampun pada aditia semakin marah, dan dia langsung menarik paksa selimut yang menutupi tubuh t*lanjanh stefani, dan stefani menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa kau menutupi tubuhmu itu, apa kau merasa malu? Tapi kenapa kau tak punya malu menjajahkan tubuhmu pada satria." Teriak imelda.


Aditia hanya bisa melihat ibunya memaki stefani, di dalam hatinya dia sangat senang ketika bisa menyingkirkan stefani dari hidupnya.


"Ibu, aku tak ingin melihat wajahnya lagi." Ucap aditia.


"Jangankan kau, aku pun jijik jika melihat wajah dan sifatnya yang munafik seperti itu." Ucap imelda sambil melirik stefani.


"Ku mohon, mamah mertua! aditia maafkan aku." Ucap stefani memohon ampun.


"Aku imelda tak pernah memaafkan orang yang sudah berani mengkhianatiku. Dan sebelum aku memulangkanmu pada keluargamu, kau harus mendapatkan hukuman terlebih dahulu agar kau bisa mengingat kekejaman dari IMELDA."


Lalu imelda memanggil kedua pelayan setianya, dan terlihat mereka langsung datang menghadap imelda.


"Ada apa nyonya."


"Bawa wanita j*lang ini keruang bawah tanah."


"Baiknya nyonya."


Lalu mereka berdua menyered stefani yang tengah memberontak, karena tak ingin di bawa, tapi seberusaha keras stefani memberontak tetap saja tenaganya kalah dari kedua palayan itu dan dengan pasrah stefani mengikuti kedua pelayan itu ke ruang bawah tanah dengan keadaan tanpa busana.


***


Jangan lupa like dan votenya 😄😊


Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~

__ADS_1


__ADS_2