Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#41 Pikiran aditia


__ADS_3

Aditia yang mendengar ucapan ayah tiara langsung tersenyum, setidaknya sekarang dia terhindar dari kecurigaan ayah tiara.


----------------------------------


Setelah menemani orang tua tiara di rumah sakit, aditia kemudian memilih pulang ke rumah ayahnya.


Aditia langsung memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman wijoyono, sesekali dia menelpon delia tapi telponnya tak di angkat mungkin delia sudah tertidur.


Skip.


Tak beberapa lama mobil aditia sudah berhenti di depan kediaman keluarga wijoyono lalu aditia langsung memasuki rumah besar tersebut, terlihat ayah aditia tengah bercengkrama dengan yoga.


Pak wijoyono yang melihat aditia langsung menyuruh yoga untuk pergi ke kamarnya karena ada hal penting yang harus di bicarakan dengan aditia.


"Aku sudah mendengar musibah yang menimpa tiara." Ucap pak wijoyono.


"hmmm... lalu." Tanya aditia.


"Sebaiknya kau bertobat aditia." Ucapnya tegas.

__ADS_1


"Tobat? kata-kata itu lebih cocok untukmu bukan untuk ku." Sindir aditia.


"Kau..." Tunjuk pak wijoyono.


"Apa ." Tanya aditia.


"Apa kau tak takut akan karma aditia." Tanya pak wijoyono.


"Karma? tak ada nama nya karma dalam hidup ku." Ucap aditia.


"Kau..."


"jika kau hanya ingin menasehati ku dengan kata-kata yang so bijakmu itu, lebih baik kau nasehati dirimu saja jangan suka mengurusi hidup ku, urusi saja hidup mu yang menyedihkan itu." Lalu aditia melenggang pergi menuju kamarnya.


di dalam kamar....


Terlihat aditia tengah berbaring sambil melihat langit-langit entah kenapa ucapan orang tua itu terus terngiang dalam pikirannya.


"Karma? apa ada karma di dunia ini tapi kenapa orang tua itu tak mendapatkan karmanya."

__ADS_1


Entah kenapa pikiran nya tertuju pada delia, dia takut suatu saat nanti dia akan kehilangan delia dan sebisa mungkin sekarang dia harus melindungi delia dari orang-orang yang ingin mencelakainya.


Selama delia berada di sisi nya , tak peduli jika di harus membunuh ribuan orang yang akan menyakiti delia dia pasti akan melakukannya, demi orang yang dia sayang.


Jika dulu dia tak bisa melindungi ibu nya maka sekarang dia akan melindungi kekasihnya.


Tak ingin terus terbebani karena pikiran-pikiran yang negatif, aditia lebih memilih untuk beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, terlihat aditia tengah melihat pantulan dirinya di cermin.


"Apa kah suatu saat kejahatan ku akan terbongkar dan bagaimana jika aku di penjara atau di hukum mati lalu bagaimana dengan delia tak akan ada lagi yang melindunginya." Ucap aditia pada dirinya sendiri.


Tak ingin ambil pusing, aditia lebih memilih langsung membersihkan dan menyegarkan tubuhnya.


Air dingin terasa menyentuh kulit aditia, tubuh nya yang tadi nya letih kembali segar lagi.


Skip.


Setelah cukup lama, aditia kemudian mengakhiri acara mandinya, dia kemudian berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah kaos berwarna putih polos dan celana pendek berwarna hitam.

__ADS_1


Tubuh atletis aditia nampak sangat terlihat ketika dia menggunakan kaos berwarna putih tersebut, tak heran jika banyak wanita yang memujanya tapi sayang hatinya sudah seutuh nya milik delia.


Sudah cukup dengan segala pemikirannya, aditia memilih langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur kesayangan nya yang membarikan kenyamanan untuknya dan aditia langsung memejamkan kedua matanya dan pergi menuju alam mimpi.


__ADS_2