Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#109 Kenyataan pahit.


__ADS_3

Dan delia mengajak angel untuk bertemu dengan aditia, banyak orang yang melihat ke arah mereka terutama kepada angel, sementara bagas tak mengerti kenapa mamihnya membawa wanita lain untuk bertemu dengan ayahnya.


---------------------------------


Dan kini mereka sudah berada di depan pintu ruangan aditia, terlihat angel hanya diam membisu ingin rasanya dia bertanya pada wanita di sampingnya itu tapi dia tak berani.


"Ini ruangan orang yang kau cari." Ucap delia sambil tersenyum. "Masuklah, mungkin sekarang dia sedang menunggumu."


Lalu angel membuka pintu secara perlahan, terlihat seorang pria tengah duduk di kursi keberasarannya sambil melihat dokumen-dokumen yang ada di mejanya.


Seketika angel langsung tersenyum bahagia, akhirnya dia berhasil menemukan aditia.


"Aditia." Panggil angel.


Aditia yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung melihat ke arah sumber suara, aditia mengira jika yang memanggilnya adalah delia tapi rupanya orang lain.


"Angel." Ucap aditia pelan.


Lalu angel langsung berlari ke arah aditia dan memeluk tubuhnya.


"Kau kemana saja sayang, aku sangat khawatir kepadamu dan kenapa kau tak mengabariku sayang." Ucap angel sambil terus memeluk tubuh aditia.

__ADS_1


Sementara delia dan bagas hanya menjadi penonton, delia tak ingin ikut campur dalam masalah ini biarkan aditia yang menyelesaikannya sendiri.


"Mamih kenapa wanita itu memeluk papih?" Tanya bagas.


Delia tak menjawab pertanyaan dari putranya, dia lebih memilih diam membisu sambil terus melihat suaminya tengah di peluk oleh wanita lain. Kemudian delia mengajak bagas untuk duduk di sofa yang ada di ruangan aditia.


Aditia yang menyadari keberadaan delia langsung melepaskan pelukan angel.


"Kenapa? kau tak suka aku memelukmu." Tanya angel.


Aditia tak menjawab pertanyaan dari angel, dia lebih memilih berjalan ke arah delia dan duduk di sampingnya.


"Ada apa ini kenapa kau duduk di samping wanita itu?" Tanya angel, dia heran kenapa aditia bisa berubah seperti ini.


"Istri? Anak? Bagaimana mungkin? Jangan bercanda sayang, ini pasti prankkan karena ini hari jadi kita yang ke dua tahun." Ucap angel sambil tertawa.


"Ini bukan prank angel ini nyata, mereka anak dan istriku." Jawab aditia.


"Gak, gak mungkin. Bagaimana bisa kamu punya istri dan anak sebesar itu. Sementara 2 tahun terakhir kau selalu bersamaku." Ucap angel dengan emosi.


"Aku tak perlu menjelaskan panjang lebar padamu yang jelas mereka anak dan istriku, dan hubungan kita berakhir sampai di sini." Ucap aditia sambil menarik tangan delia dan bagas.

__ADS_1


"Gak, gak mungkin." Ucap angel sambil memegangi perutnya. "Aku tak ingin jika anakku tak punya ayah." Teriak angel.


Aditia dan delia yang mendengar ucapan angel langsung berhenti dan menatap angel.


"Aku sedang mengandung anakmu sayang." Ucap angel sambil berderai air mata.


Aditia yang mendengar ucapan angel langsung mengambil keputusan tegas.


"Aku akan transper 500 juta ke rekeningmu, dan uang itu kau gunakan untuk aborsi anak yang ada di kandunganmu itu dan sisanya bisa kau gunakan untuk kebutuhanmu." Ucap aditia.


Sementara delia hanya diam mematung, dia tak mampu mengeluarkan kata-kata.


"Tidak, tidak kau tak boleh menggugurkan anak ini, ini buah cinta kita aditia." Ucap angel.


"Itu bukanlah buah cinta itu adalah kesalahan yang harus di musnahkan." Ucap aditia dingin. "Jika kau masih ingin mempertahankan anak itu jangan harap aku mangakuinya sebagai anakku."


Setelah selesai bicara aditia langsung membawa delia dan bagas meninggalkan angel yang tengah menangis, aditia tak peduli akan tangisan wanita itu yang dia pedulikan sekarang adalah perasaan delia.


***


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊

__ADS_1


Makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~


__ADS_2