
Kini imelda dan satria langsung memadu kasih, dan mereka berdua nampak menikmati malam ini dengan penuh gairah.
---------------------------------
Di lain tempat...
Terlihat yoga tengah terdiam di lorong rumah sakit, kini dia sedang memikirkan keadaan ayahnya dan delia.
Yoga sangat terkejut dengan peristiwa yang menimpa ayahnya, dan dia tak mengerti siapa yang tega melakukan semua itu pada ayahnya.
Sebenarnya yoga baru saja mengetahui keadaan ayahnya, karena hampir 2 minggu dia tak mendapat kabar tentang ayahnya, dan yoga berpikir mungkin ayahnya sedang berlibur.
Tapi tadi pagi dia menerima telpon dari perawat rumah sakit, dan mengatakan jika ayahnya sudah di rawat di rumah sakit hampir 2 minggu, seketika yoga langsung buru-buru pergi menuju rumah sakit tempat ayahnya di rawat.
Dan menurut keterangan dari orang yang menemukan ayahnya dan delia, bahwa dia menemukan mereka sudah tergelatak tak berdaya dia dasar jurang, dan untungnya mareka masih bisa di selamatkan. Meski sekarang pak wijoyono dan delia masih dalam keadaan kritis akibat luka yang cukup parah.
Dan saat dokter mengatakan jika delia tengah hamil 3 minggu dan untungnya janinnya tidak mengalami keguguran.
__ADS_1
Dan di saat yoga mengetahui jika delia sedang hami, yoga terus berpikir apakah delia itu adalah kekasih ayahnya, karena yoga belum mengatahui tentang delia adalah kekasih aditia.
"Apa yang harus ku lakukan sekarang." Ucap yoga.
Dia bingung harus melakukan apa, di tambah lagi perusahaan sedang dalam masa kritis dan ayahnya masih dalam keadaan koma, sementara yoga belum terlalu mengerti akan dunia bisnis.
Harapan terakhirnya adalah aditia tapi untuk saat ini aditia tak dapat di hubungi, dia bagaikan hilang di telan bumi.
Di tempat lain...
Kini terlihat aditia tengah menggunakan sebuah jas yang indah, dan dengan tampilan yang menawan meski begitu tapi dia bagaikan tubuh tanpa jiwa.
Meski aditia menikah, aditia sudah berjanji pada dirinya bahwa dia akan membuat calon istrinya menderita sehingga dia akan pergi dengan sendirinya tanpa di suruh oleh aditia.
Dan kini terlihat di luar tengah hujan deras, dan aditia melihat ke dari jendela rintikan hujan yang tengah membasahi bumi pertiwi ini.
"Langit pun ikut menangis ketika mereka melihat penderitaanku." Ucap aditia sambil terus melihat rintikan hujan yang semakin lama semakin deras.
__ADS_1
Dan untuk hari ini dan seterusnya aditia lebih menyukai ketika siang sudah berganti jadi malam, langit yang cerah berubah menjadi mendung dan rintikan hujan. Karena baginya itu semua mewakili hatinya saat ini, sudah tak ada lagi keceriaan dan kesenangan semua menjadi gelap bagikan kegelapan malam tanpa bulan dan bintang.
Karena kehilangan delia sangat berpengaruh pada kehidupan dan emosi aditia.
*
"Apa kau sudah siap sayang." Tanya imelda.
Aditia tak menjawab pertanyaan imelda, dia malah melihat imelda dengan tatapannya yang dingin dan menusuk.
Sebenarnya imelda sangat sakit hati ketika anak nya sendiri menatapnya seperti menatap seorang musuh, tapi imelda tetap mencoba untuk tegar menghadapi aditia.
"Kalau kau sudah siap, mari kita turun! para tamu sudah menunggu aditia." Sambil menggandeng tangan aditia, tapi aditia langsung menepis tangan imelda.
"Aku bisa sendiri."
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~