Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#91 Perpisahan.


__ADS_3

Mobil hitam yang ada di sebelah kiri nampak memperlambat lajunya, dan mobil yang ada di sebelah kanan langsung menambrak sisi kanan mobil ambulan, dan sektika mobil yang di tumpangi aditia bersama pak wijoyono langsung hilang kendali dan terjatuh ke dalam jurang yang ada di sisi sebelah kiri.


--------------------------------


Terlihat mobil ambulan yang di tumpangi oleh aditia, delia dan pak wijoyono nampak terbalik, dan kini aditia nampak terpental dari dalam mobil, tak jauh dari sana juga ada delia yang terbaring dengan darah yang mengalir dari kepalanya, sementara pak wijoyono nampak terjepit di dalam mobil bersama dengan supir ambulan tersebut.


Aditia yang masih sadarkan diri berusaha menyered tubuhnya mendekati delia yang kini sudah tergeletak dengan bersimbah darah delia.


"Delia." Ucap aditia dengan suara nya yang serak.


"Delia, bangun delia." Terlihat aditia menepuk-nepuk pipi delia, tapi tak ada respon sedikit pun dari delia.


Kini wajah cantik delia terhalang oleh darah yang mengalir dari kepalanya, aditia berusaha mengelap darah tersebut.


Tubuh delia semakin dingin, aditia qberusaha meniup-niup telapak tangan delia agar delia tetap hangat.


Terlihat aditia menangis tersedu-sedu melihat keadaan delia dan pak wijoyono yang sangat memperihatinkan, tapi kini dia tak bisa membantu mereka dan aditia hanya bisa menangis.

__ADS_1


"Delia, bangun sayang." Ucap aditia sekali lagi.


"Kita berjanji tuk selalu bersama delia, jadi kau tak bisa meningalkan ku sekarang, kau tak boleh mengingkari janji mu delia."


Tapi tetap saja delia tak menjawab ucapan aditia, dan kini aditia berusaha mendekati tubuh pak wijoyono yang terjepit oleh mobil.


Aditia sekuat tenaga menarik tubuh pak wijoyono, tapi hasilnya nihil aditia terlalu lemah untuk membantu pak winoyono.


"Ayah bangun, maafkan aku yang selalu melawan mu, aku berjanji tak akan melawan lagi, aku akan menjadi anak baik sekarang. Jadi ku mohon bangunlah, kita mulai semuanya dari awal." Ucap aditia, tapi percuma pak wijoyono tak menjawab satu kata pun, kini aditia menangis sambil memeluk tubuh pak wijyono yang masih terjepit.


Lalu aditia berjalan mundur, dan dia pun langsung terjatuh di samping tubuh delia delia. Di lihatnya wajah delia dengan tatapan yang sendu sambil membelai rambut dan wajah delia.


**


Dan tak bebepa lama terlihat sorot senter yang menyilaukan mata aditia, aditia sangat bahagia ketika ada bala bantuan datang.


Aditia nampak langsung berusaha bangkit untuk meminta bantuan untuk mengevakuasi delia dan pak wijoyono, bukannya membantu delia dan pak wijoyono mereka malah membawa aditia pergi dan mengabaikan delia dan pak wijoyono.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan, lepaskan aku." Sambil terus memberontak.


Di lihat seorang pria berjas hitam tengah membawa senjata, sambil melihat keadaan pak wijoyono dan delia.


Lalu pria itu menggunakan kakinya untuk melihat wajah delia, aditia yang melihat itu semua nampak sangat marah beraninya dia menggunakan kakinya untuk menyentuh wajah delia.


"BERANINYA KAU MENYENTUH WAJAH KEKASIHKU DENGAN KAKI HINA MU ITU." Teriak aditia.


Tapi yang di teriaki tak memperdulikan ucapan aditia, lalu dia menyuruh salah satu temannya yang memegangi aditia untuk menyuntikkan obat bius agar aditia bisa diam.


Aditia sempat memberontak ketika salah satu dari mereka berusaha menyuntikkan sesuatu pada dirinya, tapi walau aditia memberontak tetap saja.


Dan kini mata aditia secara perlahan menutup, dan untuk terakhir kalinya dia melihat delia yang tengah terkapar lemah tak berdaya, mungkin ini pertemuan terakhirnya dengan delia dan pak wijoyono.


"Delia, ayah."


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊


Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~


__ADS_2