
Lalu mereka berdua menyered stefani yang tengah memberontak, karena tak ingin di bawa, tapi seberusaha keras stefani memberontak tetap saja tenaganya kalah dari kedua palayan itu dan dengan pasrah stefani mengikuti kedua pelayan itu ke ruang bawah tanah dengan keadaan tanpa busana.
---------------------------------
WARNING!!! Mengadung unsur kekerasan. Khusus 21+ !!!
Tubuh t*lanjang stefani di dorong ke lantai ruang bawah tanah yang berdebu.
"Beraninya kalian pelayan rendahan mendorongku, jika ayahku tahu kalian akan habis." Teriak stefani tak terima ketika kedua pelayan itu berani mendorongnya.
"Tapi sayangnya ayahmu tak akan tahu stefani." Ucap imelda.
Terlihat imelda dan aditia tengah berdiri di depan stefani, dan setefani berusaha bangkit untuk memohon ampun kepada imelda dan aditia.
"Ku mohon maafkan aku, aku tak bermaksud melakukan itu." Ucap stefani sambil bersimpuh di kedua kaki imelda.
"Tak bermaksud? lantas apa?" Tanya imelda.
"Aku di jebak" Ucap stefani.
"Omong kosong." Teriak imelda sambil menendang tubuh stefani.
Sementara aditia hanya menjadi penonton setia, karena baginya pertunjukan ini cukup menghibur.
"Ikat kedua tangannya." Perintah Imelda kepada kedua pelayannya.
Lalu kedua pelayan itu langsung mengikat kedua tangan dan kaki stefani dia sebuah tiang berbentuk salib.
__ADS_1
Imelda kini mendekati stefani yang tengah menangis memohon ampun dan di tangan imelda sudah ada sebuah cambuk yang siap merobek kulit stefani.
"Bersiaplah stefani."
Dan tangan imelda langsung mencabuk tubuh stefani dengan sekuat tenaga, cambukan yang imelda berikan pada stefani berhasil merobel kulit stefani, terlihat darah mengalir dari tubunya.
Cambukan demi cambukan berhasil membuat stefani berteriak kesakitan untuk kesekian kalinya, bagi imelda teriak kesakitan stefani bagaikan melodi yang indah untuk imelda dan sangat di sayangkan jika melodi itu harus di berhenti, lalu imelda kembali memcambuk stefani agar stefani kembali berteriak.
Dan aditia hanya duduk santai sambil melihat keganasan ibunya dalam menghukum seseorang, jadi tak aneh jika aditia memiliki jiwa psychopath.
Kini sudah tak terdengar suara cambukan imelda, terlihat imelda langsung melempar cambuk tersebut ke sembarangan tempat.
"Kau sudah selesai ibu?"
"hmm, sekarang giliranmu aditia."
"Baiklah."
Dan stefani menatap dengan tatapan memelasnya agar aditia bisa berbelas kasih padanya, tapi bukan aditia namanya jika dia berbelas kasih pada mangsanya.
"Berhentilah menatapku dengan matamu yang menjijikkan itu." Ucap aditia sambil menusukkan pisau kecilnya pada mata kiri stefani, dan mengkoyak-koyak habis mata kiri stefani.
Terdengar kembali jeritan kesakitan stefani ketika matanya di tusuk oleh aditia, setelah selesai aditia langsung mencabut pisaunya dari mata kiri stefani.
"Apakah sakit?" Tanya aditia.
Tak ada jawaban dari stefani, melainkan tatapan marah dan penuh dendam terlihat di mata kanannya.
__ADS_1
Tak suka dengan tatapan stefani, kini aditia menusukkan pisau kecilnya di perut stefani dan langsung merobek perutnya, kini tangan aditia mengeluarkan isi perut stefani hingga menjuntai ke lantai.
Prok, prok, prok...
Terdengar suara tepuk tangan dari imelda.
"Kau sangat hebat aditia, tak ku sangka jika putraku memiliki bakat yang sangat hebat. Lanjutkan pekerjaanmu sayang." Ucap imelda sambil tersenyum bangga ketika melihat aditia.
"Baiklah."
Lalu aditia mengambil sebuah kompan berisi minyak tanah dan menyiramkannya pada tubuh stefani, terlihat sefani sudah pasrah dengan nasibnya.
Kini stefani menatap imelda dan aditia dengan tatapan membenci, dan saat aditia ingin menyalakan korek api.
"INGAT UCAPANKU INI, KALIAN BERDUA TAK AKAN PERNAH BISA HIDUP DENGAN TENANG. AKU STEFANI DETIK INI PULA AKAN MEMBALAS SEMUA KEKEJIAN KALIAN, DAN ARWAHKU INI AKAN MENYERED KALIAN BERDUA BERSAMAKU KE NERAKA.... HAHAHAHA."
Sontak imelda dan aditia terdiam dengan ucapan stefani, dan seketika suara petir terdengar menyambar sesuatu.
"Ini pertanda buruk." Ucap salah satu pelayan imelda.
Imelda yang mendengar ucapan pelayannya langsung menyuruh aditia segera membakar tubuh stefani, seketika tubuh stefani langsung di lahap api.
***
Jangan lupa like dan votenya yah😊😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~
__ADS_1