Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#48 Berita kematian tiara


__ADS_3

Kemudian aditia memejamkan matanya, sekarang dia harus beristirahat karena besok dia harus memulai lagi pencarian delia, jadi dia harus memulihkan tenaganya malam ini.


---------------------------------


Keesokan hari nya terdengar kabar tentang kematian tiara dan kasus kematian tiara di tangani langsung oleh pihak kepolisian.


Terlihat ayah dan ibu tiara tengah menahan isak tangis nya ketika melihat jasad putrinya.


Tapi tak ada bukti yang bisa menunjukkan tentang siapa pembunuh tiara, karena CCTV di seluruh rumah sakit jiwa tersebut rusak parah dan dokter berserta perawat tak ingat tentang kejadian tadi malam yang membuat polisi kesusahan dalam mencari pelaku pembunuhan tiara.


"Bagaimana apakah sudah ada petunjuk tentang siapa yang membunuh anak saya."


"Untuk saat ini belum ada pak tapi kami dari pihak kepolisian akan semaksimal mungkin dalam mencari siapa pembunuh tiara."


"hmmm... Terimakasih pak."


"Iyah, semoga bapak dan ibu di beri ketabahan oleh yang maha kuasa."


"iyah pak."


"Kalau begitu saya pergi dulu."


Terlihat ibu tiara tengah menangis di pelukan suaminya , ketika mayat anak nya di bawa ka dalam mobil jenazah untuk di bawa ke rumah sakit untuk di lakukan otopsi.


Terlihat aditia berjalan menuju ke arah ayah dan ibu tiara, tak lupa dia juga memasang ekspresi cemas.

__ADS_1


"Om, tante ada apa ini." Tanya aditia dengan raut wajah cemas.


"Aditia." Ibu tiara langsung menangis lagi ketika melihat aditia dan memeluk tubuh aditia.


"Ada apa ini tante." Tanya aditia.


"Tiara, tiara meninggal nak." Ucap ibu tiara.


Aditia pura-pura kaget dengan ucapan ibu tiara.


"Bagaimana bisa tiara meninggal tante?" Tanya aditia.


"Tante juga tak tahu nak." Jawabnya.


"Sudah mah sudah, ikhlaskan saja tiara biar dia tenang." Ucap ayah tiara sambil menenangkan istrinya.


Ayah tiara tak menjawab ucapan dari istrinya itu, dia mengakui jika ini memang salah nya telah mengirim tiara ke tempat laknat seperti ini.


"Sudah tante, mungkin ini sudah takdir dari yang maha kuasa." Ucap aditia menenangkan.


Tangisan ibu tiasa semakin mereda ketika aditia menasehatinya


"Kamu kenapa nak, kenapa kamu terluka." Tanya ibu tiara ketika melihat tubuh aditia yang terluka.


"Oh, ini kemarin aku kecelakaan mobil tapi untung nya aku masih hidup."

__ADS_1


"Bagimana bisa kau kecelakaan nak."


"Itu karena aku tak berhati-hati dalam berkendara sehingga menabrak mobil yang ada di jalur lain."


"Lain kali kamu harus berhati-hati ya."


"Baik tante, maaf tante bisa lepaskan pelukan nya."


"Iyah maafkan tante, saking sedihnya tante jadi lupa." Lalu muka ibu tiara langsung memerah.


"Iyah gak papa."


Aditia yang melihat perubahan wajah dari ibu tiara langsung merasa jijik .lalu dia melirik jam tangannya.


"Maaf om tante, aditia tak bisa berlama-lama karena aditia masih ada urusan."


"Iyah tak papa nak, terimakasih sudah menyempatkan waktu mu." ucap ayah tiara.


"iyah sama-sama om, kalau begitu saya pamit dulu."


"Hmm.. Iyah."


Lalu aditia langsung berjalan keluar dari rumah sakit tersebut, sekarang tujuan nya adalah untuk mencari keberadaan delia.


Tapi aditia sebenarnya masih penasaran bagaimana tiara semalam bisa berubah menjadi seperti iblis dan bagaimana dokter berserta perawat tersebut bisa melupakan kejadian tadi malam.

__ADS_1


Tapi dengan begitu membuat keuntungan bagi aditia, setidaknya sekarang tak ada bukti bahwa aditia semalam datang ke rumah sakit jiwa tersebut dan membunuh tiara.


__ADS_2