
Di sepanjang jalan menuju ke ruang tunggu UGD, tak ada pembicaraan antara clara dan aditia, terlihat clara memandang punggung kekar milik aditia dengan tatapan sendunya.
"Apa kau sudah melupakanku aditia.
-----------------------------------
Hari demi hari aditia lalui tanpa kehadiran delia, kadang dia merasa kesepian karena tak ada sosok delia disisinya.
Tak lupa juga setiap hari aditia selalu mengunjungi delia untuk melihat kondisinya, dan setiap aditia pergi ke rumah sakit pasti bertemu dengan dokter clara.
Dan semakin hari hubungan antara dokter clara dengan aditia semakin dekat, setelah aditia menjenguk delia pasti dokter clara datang dan mengajaknya mengobrol hal-hal lucu kadang juga mereka makan siang bersama.
Dan hari demi hari mereka semakin akrab, kadang juga orang selalu berpikiran kalau mereka merupakan sepasang kekasih.
Dan puncaknya terjadi pada hari sabtu, terlihat aditia tengah bersama dengan dokter clara, mereka sedang mengobrol sambil sesekali tertawa.
Aditia pun, merasa heran kenapa dia bisa seakrab ini dengan dokter clara, karena setahunya dirinya tak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali delia.
"Kau kenapa melamun terus?"
"Tak apa."
"Bohong, jujur ngalamunin apa sih." Sambil mendekatkan tubuhnya pada aditia.
"Gak bohong, beneran aku gak ngelamunin apa-apa kok."
"Ya udah, aku ke toilet dulu. Tunggu di sini jangan kemana-mana."
"Oke."
__ADS_1
Tanpa di sadari oleh dokter clara, kalung miliknya terjatuh di dekat aditia. Dan aditia yang melihat kalung tersebut dan memungutnya.
"Entah kenapa kalung ini terlihat tak asing."
Dan terlihat liontin kalung itu berbentuk bulat, dan sisinya sedikit terbuka, lalu aditia membuka liontin tersebut. Betapa terkejutnya dengan foto yang ada di dalam liontin tersebut.
.
Tak beberapa lama dokter clara kembali dari toilet.
"Maaf menunggu lama."
Aditia tak menjawab ucapan dari dokter clara.
"Kau kenapa aditia?"
"kok bisa ada di kamu?" Sambil mengambil kalungnya yang ada di tangan aditia, tapi aditia tak memberikannya.
"Jelaskan dulu, siapa foto yang ada di dalam liontin ini."
"Oke, oke aku jelasin. Sebenernya kalung itu pemberian dari sahabat kecil aku, dulu kita deket banget tapi karena aku pindah rumah, jadi aku sama dia harus terpisah dan sebagai kenang-kenangan dia memberikan kalung itu." jelas dokter clara.
Terlihat aditia menyimak dengan baik cerita dari dokter clara.
"Ara."
"Hah?"
"Kamu ara."
__ADS_1
"Iyah, kamu sudah mengingatku aditia."
Terlihat aditia tak percaya dia bertemu lagi dengan teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya.
Lalu aditia langsung memeluk tubuh dokter clara dengan sangat erat.
"Aku sangat merindukan mu ara."
"Uh, iyah aku juga merindukanmu aditia, tolong jangan terlalu erat, aku sesak."
"Maaf, aku terlalu bahagia."
Terukir jelas raut wajah bahagia aditia, dan begitu juga dengan dokter clara.
Tanpa mereka sadari jika delia melihat semua yang aditia dan dokter clara lakukan, terlihat air matanya menetes membasahi kedua pipinya.
"suster, tolong bawa saya kembali ke kamar. Saya ingin istirahat."
"Baik."
Lalu perawat tersebut mendorong kursi roda delia kembali ke kamarnya, tadinya delia ingin memberikan kejutan pada aditia bahwa dia sudah siuman, tapi ternyata aditia malah memberikan kejutan yang tak kalah mengejutkan.
****************
***Mohon maaf yah, Author up nya sedikit. jujur aja author lagi galau. Bukan maksud mau curhat apa atau apa yah, sebenernya author sekarang lagi sakit hati berat banget, karena pacar author selingkuhπ’, asli nyesek banget π’π’π’. Kita hubungan udah lama dan gak nyangka banget gitu dia bisa kaya gitu. dan satu lagi kita gak boleh terlalu mencintai pacar kita meski hubungan kita udah lama kadang hubungan yang udah lama itu gak ngejamin bahwa kita itu jodoh sama pasangan kita.
Dan Buat kalian para cowok maupun cewek, jangan sekali-kali berani nyelingkuhin pacar kalian karena tuhan itu adil, suatu saat kalian yang pernah nyelingkuhin pacar kalian akan tahu gimana sakitnya di selingkuhin. π’π’π’
Sorry author jadi curhat ππ***π*
__ADS_1