Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#7 kesucian yang di renggut .


__ADS_3

"kau bodoh atau apa." ucap aditia


"Aku setidaknya berbaik hati membiarkan mu merasakan kebahagiaan terakhirmu." bisik aditia di telinga delia .


"Kau......." Ucap delia tak percaya.


Lalu terdengar suara jeritan delia.


"Akhhhhhhhhhhhhh...... "


-------------------------------


"Hahahahahaha." Suara tawa aditia terdengar sangat keras.


"Hah, kenapa dia malah tertawa." pikir delia.


"Aku suka melihat ekspresi ketakutanmu itu." Ucap aditia masih terus menahan tawanya.


"kau sangat menyebalkan." ucap nya lalu delia melenggang pergi tapi tangannya di tarik oleh aditia.


"Ada apa." tanya delia.


Cuppp.


seketika delia membeku, Ketika bibirnya di cium oleh aditia.

__ADS_1


"Ciuman pertama ku, Kau ..." sebelum menyelesaikan ucapannya, aditia langsung kembali mencium bibir delia.


"hmmmm." Tapi delia tak mau meladeni pria gila ini, dia sekuat tenaga mendorong tubuh aditia agar menjauh darinya tapi usahanya sia-sia tenaganya lebih besar.


Aditia marah ketika delia tidak mau membuka mulutnya lalu aditia dan tangannya pun tak tinggal diam.


"Hem.. Lepaskan." Ucap delia, bukannya melepaskan aditia malah bertindak lebih jauh.


Delia juga seorang wanita meski dia berusaha menolak tapi tubuhnya berkata lain.


Aditia tersenyum ketika melihat delia mengikuti permainannya, kemudian aditia langsung menjalankan aksi b*jadnya itu.


karena aditia tidak nyaman dengan posisinya yang berdiri, lalu dia mengangkat tubuh delia dan membawanya ke kamar, dan membaringkan tubuh delia di atas ranjang.


"Suttt... Jangan menangis, aku tak suka melihat wanita yang akan ku nikmati menangis." Ucap aditia.


Serelah selesai membalai wajah delia aditia kemudian kembali mencium bibir delia, delia sekuat tenaga memberontak tapi aditia memaksanya.


"hmmmm." Sudah puas dengan hal itu aditia langsung melakukan hal yang lain.


"Ahh, hen..ti..kan.." Ucap delia. Saat tangan aditia menyetuh sesuatu milik delia.


Lalu tanpa basa basi lagi, aditia langsung melucuti tubuh delia, nampak tubuh polos dan mulus milik delia terpangpang jelas di hadapan aditia.


"Menjauhlah..." Teriak delia, sambil menutupi bagian tubuhnya, dengan mata merah dan air mata yang mengalir deras dari kedua matanya.

__ADS_1


"Sutt.. Jangan menangis, aku tak suka dengan wanita yang suka menangis." Ucap aditia sambil menekati delia.


"Dasar kau pria gila, ku harap tuhan mengutuk keb*jadanmu itu." Teriak delia.


"Tuhan tak akan mengutukku, mungkin tuhan takut padaku." Ucap aditia sombong.


"Dasar pria gila." Teriak delia.


Tak ingin basa basi lagi aditia langsung menerkam delia, layaknya singa menerkam mangsanya. Seberusaha keras delia berusaha melepaskan cengkraman aditia tapi tak bisa tenanganya kalah besar dengan aditia.


"Kita mulai sekarang?" Tanya aditia sambil tersenyum.


"Apa yang kau lakukan." Ucap delia setengah berteriak. Lalu delia berusaha menendang tubuh aditia, tapi dia tak bisa.


"Ku mohon, jangan. Hiks, hiks, hiks..." Ucap delia sambil menangis.


"Sutt.. Jangan menangis aku tak suka mendengar wanitaku menangis." Ucap aditia.


Mendengar hal itu delia malah menangis lebih kencang lagi, dan aditia langsung menutupi kedua telingannya. "Aku bilang kau jangan memangis, tapi kau malah memangis lebih kencang."Maki aditia.


Tak menyia-nyiakan kesempatan itu delia langsung mendorong tubuh aditia dan ia langsung berlari menuju pintu keluar.


"Berani-beraninya kau bermain kejar-kejaran denganku nona manis." Ucap aditia sambil berjalan mengikuti delia.


Nampak jantung delia berdetak kencang saat aditia mengejarnya, akankah delia lepas dari cengkramannya atau tidak?

__ADS_1


__ADS_2