Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#103 Pelukan seorang ayah.


__ADS_3

Delia yang mendengar panggilan bagas langsung melihat ke arah pintu, betapa terkejutnya dia melihat bagas yang tengah manangis di depan pintu sambil melihat ke arah delia dan aditia.


----------------------------------


Delia langsung mendorong tubuh aditia yang sedang menindih tubuhnya, delia kini berjalan mendekati bagas dan langsung memeluk tubuh putranya.


"Kenapa kau menangis sayang."


"Om itu mau membunuh mamih."


"Hah? kata siapa sayang."


"Dia tadi menindih mamih, sama seperti yang selalu para singa lakukan ketika menerkam mangsanya."


Delia tak habis pikir jika anaknya bisa berpikiran seperti itu, dan ini semua salah yoga yang selalu memberikan tontonan seperti itu.


"Tidak, sayang tidak. Om itu tak akan membunuh mamih."


"Terus om itu sedang melakukan apa kepada mamih."


Seketika delia bingung harus menjawab apa, anaknya terlalu polos untuk tahu tentang urusan orang dewasa.


"Hmm... Sudah tak perlu di pikirin lagi ya sayang."


"Baik mamih."


Aditia hanya diam melihat delia yang tengah berbicara dengan seorang bocah kecil, dan aditia tak tahu siapa bocah itu.


"Dasar bocah sialah beraninya dia menggangguku dengan delia, dan beraninya dia memeluk delia sambil wajahnya di gesek-gesek pada dada wanitaku. Awas kau anak kecil." Geram aditia dalam hatinya.


Delia yang melihat aditia tengah memperhatikannya dengan bagas, kemudian delia menarik bagas mendekati aditia, tapi terlihat bagas bersembunyi di balik tubuh delia.


"Aditia, perkenalkan ini bagas, putraku."

__ADS_1


Seketika netral aditia membulat saat mengetahui jika anak itu adalah anak delia, tapi dengan siapa.


"Tapi bagaimana mungkin, kau mengkhianatiku delia. Siapa ayahnya akan ku bunuh dia, beraninya dia menanamkan benihnya pada rahimmu." Geram aditia.


Bagas yang melihat aditia marah-marah, langsung memeluk kaki ibunya.


"Apa kau yakin akan membunuh pria yang telah menanamkan benihnya pada rahim ku." Tanya delia.


"Tentu, akan ku habisi pria itu sampai ke akar-akarnya." Ucap aditia.


Lalu delia beranjak menuju laci di samping kamarnya, lalu delia mengambil sebuah pisau dan menyerahkannya pada aditia.


"Pria itu ada di hadapanku aditia."


"Di hadapanmu? Tapi itu aku."


"Iyah."


"Jadi maksudmu pria yang telah menanamkan benihnya pada rahimmu adalah aku?"


Aditia langsung menjatuhkan pisau yang ada di tangannya, dia tak menyangka jika sekarang dia sudah menjadi seorang ayah. Lalu aditia langsung memeluk bagas dan bagas hanya terdiam karena tak mengerti kenapa pria itu memeluk dirinya.


"Nak, kenapa kau tak membalas pelukanku." Ucap aditia


"Kata mamih aku tak boleh terlalu akrab dengan orang asing." Ucap bagas


"Dia bukan orang asing sayang, dia ayahmu." Ucap delia sambil membelai pipi anaknya.


"Iyah nak, aku ayahmu." Ucap aditia sambil tersenyum.


"Ayah." Seketika bagas langsung menangis dan memeluk tubuh aditia, dia sangat bahagia karena sekarang dia memiliki seorang ayah.


Dan aditia sangat bahagia bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya yang telah terpisahkan oleh imelda selama 5 tahun terakhir.

__ADS_1


Skip.


Kini terlihat aditia tengah duduk sambil memandang putranya yang sedang tertidur nyenyak di sampingnya.


"Delia."


"Iyah, aditia."


"Besok kita akan pergi ke KUA untuk mendaftarkan pernikahan kita."


"Benarkah."


"Benar delia, aku tak ingin jika anakku di sebut anak yang tak memiliki seorang ayah."


Lalu delia langsung memeluk tubuh aditia, karena dia dan aditia akan segera menjadi sepasang suami istri.


"Tapi."


"Apa."


"Malam ini, kita harus memberikan bagas hadiah yang sangat indah." Ucap aditia.


"Apa itu." Tanya delia penasaran.


"Seorang adik." Bisik aditia.


"Dasar pria mesum."


Kini delia dan aditia melewati malam ini dengan penuh gairah, tanpa aditia ingat jika dia masih memiliki kekasih di kalimantan yang setia menunggunya kembali untuk melamarnya.


***


Jangan lupa like dan votenya yah😊😊😊

__ADS_1


Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~


__ADS_2