Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#70 Di tengok.


__ADS_3

Terlihat clara tengah tersenyum sambil melihat layar ponselnya, entah rencana apa lagi yang akan clara lakukan.


---------------------------------


Di dalam kamar rawat terlihat delia tengah tertidur, tanpa dia sadari jika pintu kamar rawatnya di buka secara perlahan, menampilkan 3 orang memasuki kamar delia.


Dan salah satu dari mereka mendekati delia, dan menutup hidup delia dengan tangannya.


Seketika delia langsung terbangun dari tidurnya, karena terkejut dan karena dia tak bisa bernafas. Dan saat dia melirik orang yang berani menutup hidungnya netralnya langsung membulat.


"Sarah..." Teriak delia.


Dan yang di teriaki namanya hanya tersenyum, dan terlihat 2 orang di belakang sarah sedikit mendekati delia dan ternyata 2 orang tersebut adalah hendra dan ridho.


"Kok kalian bisa tahu aku di sini." Tanya delia.


"Secarakan aku ini sahabat kamu, jadi aku tuh punya insting jika kamu kenapa-kenapa." Jelas sarah.


"Kita tahu dari aditia." Jawab hendra.


"Oh, gitu. Dan ridho?"


"Iyahkan kebetulan kita ketemu dan lagian dia juga temen kamu kan, ya udah aku ajak aja. Dan lagian dia juga mau ikut." Jelas sarah


"Iyah delia, aku kesini mau lihat kondisi kamu." Jawab ridho.


"Emangnya kamu kenapa sih delia." Tanya hendra.

__ADS_1


"Iyah delia, kok bisa kaya gini." Ucap sarah.


"Aku jatuh dari tangga, tapi sekarang aku udah gak papa kok." Bohong delia, untungnya aditia sudah memberitahukan padanya jika ada yang menanyakan kenapa dia bisa celaka seperti ini, delia harus menjawab karena jatuh dari tangga.


"Syukur deh delia, jika kamu udah gak papa." Ucap ridho, terlihat tatapan ridho yang tulus ketika memandang delia.


"Iyah, dan makasih yah buat kalian udah nengokin aku. Gak nyangka banget loh kalian bakalan ke sini." Ucap delia tak luput dengan senyuman bahagianya.


"Iyah sama-sama delia, dan itu udah kewajiban aku nengokin kamu kan kamu sahabat aku." Ucap sarah sambil mencubit kedua pipi delia.


"Aw.. Lepasin sarah." Ucap delia, dan sarah langsung melepaskan cubitannya pada kedua pipi delia.


"Sekarang kamu tambah gemuk delia." Ucap sarah.


"Masa sih." Tanya delia tak percaya.


"Iyah delia kamu sekarang tambah gemuk." Ucap hendra membenarkan ucapan sarah.


"Oh, aditia? tadi sih katanya ada urusan dulu jadi dia pergi deh, entah kamana." Jawab delia.


"Oh, gitu." Jawab sarah.


Di saat mereka tengah berbincang delia melihat kalung yang di pakai oleh ridho, dia merasa tak asing dengan kalung tersebut.


"kaya gak asing kalung itu, tapi dimana yah aku pernah lihat kalung kaya gitu. Aduh lupa lagi." ucap delia di dalam hatinya.


"Eh kenapa kamu bengong delia." Tanya sarah yang melihat delia tengah melamun.

__ADS_1


"Gak kok, aku gak ngelamun." Jawab delia.


"Ya udah, oh nih aku bawa apel buat kamu delia." Ucap sarah sambil menyerahkan plastik yang dia bawa.


"Makasih loh, gak perlu repot-repot kali." Jawab delia sambil menerima apel tersebut.


"Gak repot kok." Jawab sarah.


**


Tanpa mereka sadari jika di luar tengah ada orang yang menguping pembicaraan mereka.


"Ada orang lagi, mungkin lain kali aja." Ucapnya sambil melangkah pergi.


***


"Aku keluar dulu sebentar yah." Ucap ridho.


"Mau kemana." tanya hendra.


"Aku mau beli air minum dulu." Jawab ridho.


"Ya udah." Jawab hendra.


Saat ridho keluar dari kamar rawat delia dia tak sengaja melihat seorang dokter wanita yang terlihat mencurigakan.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊


Dan makasih udah mampir buat baca novel author.~


__ADS_2