
Di pikiran pak wijoyono sekarang adalah membawa aditia dan delia ke kediamannya, karena di rumahnya adalah tempat teraman untuk saat ini, dan dia tak menyangka jika imelda akan melakukan pergerakan secepat ini.
---------------------------------
Terlihat wajah panik dari pak wijoyono, sementara aditia dan delia masih dalam keadaan bingung karena mereka tak tahu sebenarnya apa yang terjadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi." Teriak aditia sambil terus berpegangan pada sisi ranjang.
"Jangan banyak bicara, nanti aku akan ceritakan semuanya saat di rumah." Ucap wijoyono.
*
"Tuan kita sepertinya tak bisa berbelok." Ucap supir ambulan.
"Kenapa, bukankah jalan menuju rumahku harus berbelok." Tanya pak wijoyono.
"Mobil hitam itu terus menghalangi jalan kita pak, mereka seperti sengaja membuat kita harus mengikuti mereka." Ucap supir tersebut.
Pak wijoyono terus berpikir, kemana orang suruhan imelda akan membawa mereka.
__ADS_1
"Aditia!" Ucap pak wijoyono.
"Ada apa."
Terlihat pak wijoyono menatap aditia, dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini mungkin ucapan terakhirku..."
"Apa maksudmu!" Potong aditia.
"Ingat ucapanku, yang sekarang menghadang kita adalah orang suruhan ibu mu." Ucap pak wijoyono.
Terlihat netral aditia membulat, kenapa orang suruhan ibunya seperti ingin mencelakai mereka.
"Ingat ucapan ku ini aditia, setiap ucapan dari ibu mu kau tak boleh mendengarkan semua ucapannya, dan ingat lindungi delia karena dia pasti akan membalaskan dendamnya pada delia karena delia adalah anak dari wanita yang merebut posisi nya. Ingat ucapan ku ini aditia JANGAN PERNAH PERCAYA SEMUA UCAPAN IBUMU KARENA UCAPANNYA HANYALAH KEBOHONGAN SEMATA." Terlihat pak wijoyono menatap aditia dengan sangat serius.
Netral delia membulat ketika mendengar jika ibu aditia akan membalaskan dendam atas kesalahan ibunya pada delia, sementara aditia nampak hanya diam membisu, dia bingung siapa yang harus dia percaya apakah ayahnya atau ibunya.
"Aditia, delia" Ucapa pak wijoyono sambil memegang tangan aditia dan delia.
__ADS_1
"Maafkan aku jika selama ini aku selalu menghalangi hubungan kalian, ini semua juga demi kebaikan kalian berdua karena aku tak ingin jika imelda datang dan dia mengetahui jika putranya menjalin hubungan dengan anak dari wanita yang merebut posisinya... Aku tak bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan pada delia." Ucap pak wijoyono dengan nada yang cukup lirih.
Terlihat aditia dan delia berkaca-kaca ketika mendengar pengakuan dari ayah aditia, selama ini mereka telah salah sangka kepada pak wijoyono, lalu mereka memeluk pak wijoyono dan bagi wijoyono hari ini adalah hari paling bahagia untuknya.
Dukk...
Mobil hitam yang mengikuti mereka terus menabrak bagian belakang, terlihat aditia, delia dan pak wijoyono saling berpegangan tangan.
Di sisi kanan dan kiri terdapat mobil hitam yang seperti mengawal mereka menuju ke suatu tempat, dan di belakang mereka juga ada mobil hitam yang sengaja agar mereka tak bisa berjalan mundur.
Terlihat pak wijoyono nampak pasrah, dia tak menyangka akan menjadi seperti ini.
"Aku sangat menyayangimu aditia." Ucap pak wijyono sambil tersenyum dan terlihat air matanya menetes.
Dan aditia pertama kalinya pak wijoyono tersenyum sangat tulus padanya, langsung matanya berkaca-kaca ingin rasanya dia mengulang waktu bersama pak wijoyono dan memperbaiki semuanya dari awal, tapi takdir berkata lain.
Mobil hitam yang ada di sebelah kiri nampak memperlambat lajunya, dan mobil yang ada di sebelah kanan langsung menambrak sisi kanan mobil ambulan, dan sektika mobil yang di tumpangi aditia bersama pak wijoyono langsung hilang kendali dan terjatuh ke dalam jurang yang ada di sisi sebelah kiri.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya 😊😊😊
Dan makasih udah luangin waktu buat baca novel author.~