Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#63 Apartemen


__ADS_3

Lalu perawat tersebut mendorong kursi roda delia kembali ke kamarnya, tadinya delia ingin memberikan kejutan pada aditia bahwa dia sudah siuman, tapi ternyata aditia malah memberikan kejutan yang tak kalah mengejutkan.


-------------------------------


Terlihat delia tengah melamun di kamarnya, dia masih memikirkan tentang kejadian yang tadi dia lihat.


Lalu mata delia melirik jam yang ada di kamar rawatnya.


"Kenapa aditia belum kemari? apa dia tak akan menjengukku."


Dilain tempat...


terlihat aditia tengah bercanda tawa dengan dokter clara, mereka tengah bercerita tentang masa kecil mereka yang menyenangkan. Sampai aditia lupa bahwa dia ke sini untuk menjenguk delia.


"Hmm, maafkan aku clara aku harus menjenguk delia dulu. Karena hari ini aku belum melihat kondisinya."


"Sebentar lagi yah, lagi pula delia mu itu pasti masih koma."


Perkataan clara ada benarnya, delia pasti masih koma. Dan tak ada salahnya kan menemai clara sebari melepas rindu.


"Baiklah, kali ini aku akan menemanimu."


"Gitu dong." Sambil memeluk lengan kekar aditia. Dan yang di peluk nampak tersenyum sambil melihat clara.


Tanpa aditia sadari, dia telah melukai hati kecil seseorang.


Skip.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah menjalang petang, terlihat aditia dan dokter clara tengah berjalam menuju parkiran. Dan aditia berniat mengantarkan dokter clara pulang karena tak baik jika seorang wanita pulang sendirian di saat waktu mulai petang, pikir aditia.


Dan di dalam kamar rawat terlihat delia tengah menunggu kedatangan aditia, dia terus menunggu tanpa terasa hari mulai petang.


"Apa mungkin dia tak akan datang?"


Terlihat raut wajah kecewa delia, dia tak menyangka aditia sudah mulai melupakannya. Dan delia sangat penasaran siapa wanita yang tadi bersama aditia, kenapa wanita itu dan aditia terlihat sangat akrab.


***


Di dalam mobil terlihat aditia tengah menyetir dan sesekali melirik clara yang tengah melihat pemandangan sore hari kota jakarta.


"Apa lihat-lihat."


"Gak."


Lalu tak sengaja tangan aditia menyentuh tangan clara.


"Tak apa." Sambil memberikan senyuman manisnya kepada aditia.


Dan terlihat aditia seperti salah tingkah dibuatnya, terlihat tak ada percakapan lagi di antara mereka, terlebih lagi aditia lebih memilih pokus menyetir.


"Ke arah mana."


"Oh, di depan ada persimpangan belok kiri."


Lalu aditia mendengarkan petunjuk clara, kemudian dia mengendarai mobilnya dan tak beberapa lama mobilnya berhenti di sebuah apartemen yang cukup mewah.

__ADS_1


Lalu aditia turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk clara keluar.


"Terimakasih."


"Sama-sama."


"Mampir dulu yah." Ajak clara pada aditia


"Gak deh."


"Ayolah."


Tak enak jika menolak tawaran clara, lalu aditia menyiakan ajakan clara untuk mampir ke apartemennya.


Dan ternyata apartemen clara ada di lantai 7, dan termasuk apartemen dengan pasilitas yang terbilang elit.


Skip.


Kini terlihat aditia tengah duduk di sofa, sambil menunggu clara yang katanya tadi ingin mandi dulu. Dan terlihat aditia tengah memainkan handphonenya sambil melihat foto delia.


"Maaf yah menunggu lama."


"Iyah tak apa."


Saat aditia melihat clara, seketika mata nya terkejut yang pakaian yang dikenakan oleh clara. Karena clara mengenakan baju tidur dewasa yang terbilang seksi, dan itu cukup membuat aditia sedikit menelan ludah.


"Ada apa."

__ADS_1


"Gak ada apa-apa kok."


Entah kenapa tak biasanya aditia marasa bergairah kepada wanita lain selain delia, dan aditia berusaha sekuat tenaga agar dia tak tergoda oleh tubuh molek clara.


__ADS_2