Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#114 Kemarahan bagas.


__ADS_3

Lalu ridho secara perlahan menidurkan tubuh angel di atas ranjang dan mereka langsung memulai kegiatan mereka.


---------------------------------


Kini terlihat aditia dan delia tengah tertawa sambil berjalan memasuki kediaman keluarga wijoyono, lalu bagas berlari dari ruang tamu menuju kedua orang tuannya.


"Mamih Papih." Teriak bagas.


Lalu dengan sigap aditia langsung menggendong bagas.


"Mamih sama papih udah dari mana, kok gak ajak-ajak." Tanya bagas.


"Gak dari mana-mana kok, cuman cari udara segar aja." Ucap delia.


"Mamih setelah ada papih udah lupa sama bagas." Ucap bagas dan langsung turun dari pangkuan aditia.


"Gak gitu sayang." Ucap delia khawatir.


"Bohong." Ucap bagas sambil berlari meninggalkan aditia dan delia.


Terlihat delia hendak mengejar bagas tapi aditia menghalanginya.


"Kenapa aku ingin mengejar anakku." Ucap delia.


"Biar aku yang tangani." Ucap aditia sambil berjalan menyusul bagas.


Kini terlihat bagas tengah duduk di atas ranjang sambil memeluk kedua lututnya.


"Bagas."


Tapi bagas tak menjawab panggilan aditia.

__ADS_1


"Bagas." Panggil aditia sambil menghampiri putranya. "Ada apa? apa kau tak suka jika mamih bersama papih." Tanya aditia tapi bagas tetap tak menjawab.


"Hmmm, jika kau tak suka ada papih di sisi mamihmu, papih akan pergi meninggalkan kalian, agar kau bisa kembali bersama mamihmu." Ucap aditia lirih kemudian aditia meninggalkan bagas.


"Tunggu papih." Ucap bagas sambil menghapus air matanya. "Jangan pergi." Teriak bagas sambil memeluk kaki aditia lalu aditia menggendong bagas dan membawanya ke tempat tidur.


"Kenapa papih tak boleh pergi, bukankah kau tak menyukai papih karena telah merebut perhatian mamihmu." Tanya aditia.


"Gak papih, cuman bagas belum terbiasa dengan mamih yang suka menghabiskan waktu dengan papih dan aku tak membencimu papih, bagas senang jika papih ada di sini." Ucap bagas sambil menundukkan kepalanya.


Terlihat aditia hanya tersenyum. "Dasar anak kecil bisa aja di bujuknya" Ucap aditia di dalam hatinya.


"Baiklah, maafkan papihmu ini yah. Dan papih janji akan memberikan perhatian yang lebih kepada putra kesayangan papi ini." Ucap aditia sambil memeluk bagas.


"Papih janji." Tanya bagas.


"Janji." Jawab aditia sambil tersenyum.


"Baiklah ayo sekarang kita ke mamihmu, karena dari tadi dia terlihat khawatir." Ajak aditia.


Lalu aditia menggendong bagas dan membawanya menuju kamar aditia dan delia. Terlihat delia tengah duduk sambil mengigit ibu jarinya, dia khawatir jika bagas akan marah kepadanya.


"Mamih." Teriak bagas sambil berlari menuju delia.


"Sayang." Jawab delia sambil memeluk tubuh mungil putranya.


"Maafin bagas mamih, tadi bagas jadi anak nakal." Ucap bagas meminta maaf.


"Gak sayang, gak papa itu juga salah mamih gak perhatian sama kamu." Ucap delia sambil membelai rambut putranya.


"Oh, iyah mamih tadi papih bilang mamih akan berikan adik buat bagas." Ucap bagas.

__ADS_1


Delia langsung memolototi aditia, dan yang di pelototi hanya memasang wajah tak berdosa.


"Iyah nanti aja." Ucap delia.


"Kenapa nanti, sekarang aja mamih. Bagas pengen adiknya sekarang aja." Ucap bagas.


Delia bingung harus menjawab apa karena putranya terlalu polos untuk mengetahui hal-hal dewasa.


"Khem, bagas kamu mau seorang adikkan." Tanya aditia.


"Iyah papih." Ucap bagas.


"Jadi jika kamu mau seorang adik, kamu harus suruh mamih kamu untuk buat adik bersama papih." Ucap aditia, terlihat delia memelototi aditia dan aditia hanya tersenyum.


"Jadi adik itu harus di buat papih." Tanya bagas tak mengerti.


"Iyah sayang, jika mamih gak mau buat adik sama papih kamu gak akan punya adik." Ucap aditia.


Lalu bagas menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Ayo mamih buat adik sama papih, tapi bagas pengen lihat cara buat adik itu gimana." Ucap bagas memohon pada delia.


Netral aditia membulat saat bagas berbicara seperti itu, dan saat aditia hendak berbiacara delia langsung memotongnya.


"Udah cukup-cukup, jangan dengerin kata papih kamu itu. Sekarang kita makan yah." Ucap delia sambil membawa bagas.


"Tapi mamih aku ingin seorang adik." Ucap bagas merajuk.


Delia tak mendengarkan ucapan putranya, sementara aditia hanya bengong memikirkan ucapan bagas yang ingin melihatnya bersama delia membuat seorang adik.


***


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊

__ADS_1


Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~


__ADS_2