
Apa mungkin dia salah satu keluarga atau kerabat terdekat orang-orang yang pernah aditia bunuh, dan mereka ingin balas dendam, jika benar begitu aditia harus mencari tahu tentang data-data korban yang pernah dia bunuh dulu.
---------------------------------
Dan aditia pun langsung pergi menuju kediamannya, kini dia harus mencari semua informasi tentang orang-orang yang pernah dia bunuh. Sebenarnya aditia cukup dibuat pusing karena dia harus mencari data-data orang-orang yang bahkan aditia sama sekali tak tahu namanya bahkan aditia pun sudah lupa wajah-wajah mereka.
Skip.
Dan terlihat aditia tengah berbaring di atas ranjang sambil mengistirahatkan pikirannya, terlalu banyak beban pikiran yang aditia pikirkan sehingga membuatnya sedikit pusing.
Dan perlahan mata aditia tertutup, dan entah kenapa pikirannya teringat dengan seorang gadis yang dia bunuh, gadis berdarah jawa mungkin itu juga dan aditia masih ingat wajahnya. (jika kalian lupa mungkin author ingatkan lagi, gadis yang aditia maksud ada di eps.2) Dan aditia pun langsung mencari informasi tentang wanita itu.
Sebelum itu aditia menggambar sketsa wajah gadis tersebut, entah kenapa aditia yakin jika orang yang mencelakai delia merupakan kerabat dekat gadis tersebut.
Cukup memakan waktu setengah jam, aditia menyelesaikan sketsa wajah gadis tersebut, meski sudah sedikit lupa tapi aditia yakin jika yang dia gambar sangat mirip dengan gadis yang pernah dia bunuh dulu.
Setelah menyelesaikan sketsa wajahnya, aditia langsung menelpon orang yang tadi bertemu dengannya di caffe.
"Hallo."
"..."
"Aku perlu bantuanmu lagi."
"..."
"Aku ingin kau mencari tahu informasi tentang gadis yang ku gambar ini, dan gambarnya akan segera ku kirimkan padamu."
"..."
__ADS_1
"Tenang saja, masalah uang itu gampang. Yang terpenting sekarang kamu cari informasi tetang keluarganya, pacarnya atau sahabatnya.
"..."
"Baguslah, kalau kamu mengerti."
Dan aditia pun langsung mematikan telpon tersebut, terlihat aditia tengah memandangi sketsa wajah gadis tersebut.
Ting, tong, ting, tong...
Saat aditia tengah melihat sketsa tersebut, terdengar suara bell rumah aditia berbunyi.
"Tak biasanya ada yang bertamu."
Dan aditia langsung berjalan menuju pintu rumahnya dan langsung membukakan pintu, dan terlihat seorang wanita tengah berdiri di depan pintu rumahnya sambil membelakangi aditia.
"Siapa."
"Clara, ngapain kamu kemari?"
"Memangnya gak boleh gitu aku main ke rumah kamu aditia."
"Iyah, maksudnya bukan begitu. Dan kok kamu tahu alamat rumah ku."
"Kepo. Aku kesini mau anterin makan siang buat kamu." Sambil menunjukkan ranjang yang ada di tangannya.
"Gak usah repot-repot."
"Gak repot kok."
__ADS_1
"Ya udah, mari masuk."
Dan aditia pun mengajak clara masuk ke dalam rumahnya.
"Kamu bisa letakin di sana aja."
Dan clara pun menyimpan makanan yang dia bawa di atas meja.
"Bentar aku bawa minum dulu yah."
"Iyah."
Dan aditia pun beranjak ke dapur untuk mengambil minuman, tak beberapa lama aditia kembali ke ruang tamu dengan membawa minuman dan beberapa makanan ringan.
"Kok kamu gak kerja."
"Enggak, karena hari ini gak lagi ada pasien. Jadi aku kesini aja deh."
"Oh, begitu."
"Di makan yah makanan yang aku bawa." Sambil membuka rantang tersebut.
"Gak usah aku gak lapar."
"Ih... kok gitu, aku cape-cape loh buat khusus buat kamu aditia."
"Ya udah."
"Aku suapin yah."
__ADS_1
"Terserah kamu aja clara."
Lalu clara merapatkan tubuhnya pada aditia, dan saat ini clara memakai pakaian yang cukup ketat di tambah dengan rok mini yang memperlihatkan paha putihnya, dan aditia juga pria yang normal dan dia berusaha agar tak tergoda dengan tubuh molek clara yang bak gitar spanyol.