
Setelah selesai bicara aditia langsung membawa delia dan bagas meninggalkan angel yang tengah menangis, aditia tak peduli akan tangisan wanita itu yang dia pedulikan sekarang adalah perasaan delia.
---------------------------------
Kini terlihat angel tengah berjalan sendiri, terlihat dia kini duduk di kursi taman kota.
"Aku tak habis pikir, betapa teganya dia menyuruhku aborsi. Anak ini juga anaknya." Ucap angel pada dirinya sendiri.
Dia tak habis pikir dengan aditia, setelah ucapan aditia tersebut membuat angel membenci aditia ingin rasanya dia membuat aditia menderita tapi apalah daya dia hanya seorang wanita biasa.
Di saat angel tengah duduk sendiri, datang seorang pria berjas hitam menghampiri angel.
"Nona." Panggil orang tersebut.
"Ah, iyah?" Jawab angel keheranan.
Lalu orang tersebut menyodorkan sebuah surat kepada angel dan langsung pergi meninggalkan angel yang tengah kebingungan.
"Aneh tuh orang." Ucap angel. Rasa penasaran mulai muncul di benak angel, secara perlahan angel membuka isi surat tersebut.
"Apakah kau sangat membenci aditia dan delia? jika kau membenci mereka. Mari bergabung denganku untuk menghancurkan mereka berdua. Untuk membalaskan rasa sakit hatimu akibat perlakukan mereka.
Jika kau tertarik dengan tawaranku, ku tunggu kau jam 4 sore di gedung XX."
Terlihat angel mengerutkan halisnya, dia tak mengerti kenapa orang ini mengajaknya untuk bekerja sama dan bagaimana bisa orang itu tahu jika dia sekarang sedang membenci aditia.
Terlihat angel sedikit berpikir, apakah dia harus menerima tawaran kerja sama orang itu atau tidak tapi angel bahkan tak tahu siapa orang tersebut.
__ADS_1
Setelah berpikir keras angel sudah memutuskan akan bekerja sama dengan orang tersebut, hatinya sudah tertutupi oleh amarah dan dendam yang membara pada aditia dan istrinya.
Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 15:45 WIB, ada waktu 15 menit lagi. Angel langsung melihat handphonenya dan membuka google map dan mencari letak gedung tersebut.
"Ternyata gak terlalu jauh." Ucapnya.
Kini angel langsung mencari taksi, dan angel memberhentikan taksi yang lewat di depannya.
"Ke gedung XX." Ucap angel sambil mendudukkan bokongnya di kursi penumpang.
"Baik." Ucap supir tersebut sambil melajukan mobilnya pada alamat yang di tuju.
Di dalam perjalanan angel terlihat melamun sambil melihat ke luar jendela, pikirannya kini melayang pada kejadian saat aditia menyuruhnya aborsi.
Setetes air mata berhasil lolos lalu angel buru-buru menghapus air mata tersebut.
"Sudah dua tahun kita bersama tapi ini akhirnya, penantianku selama ini hanya menjadi sebuah lelucon. Jika aku tahu akan berakhir seperti ini, dari dulu aku tak akan mengharapkan keseriusan dari hubungan ini." Ucap angel di dalam hatinya.
"Ah, iyah." Jawab angel sedikit kaget.
"Kita udah nyampe mbak." Ucap supir tersebut.
"Oh, makasih. Berapa?" Tanya angel.
"85 ribu mbak." Ucap supir tersebut.
Lalu angel mengeluarkan uang seratus ribu. " Ambil aja kembaliannya." Ucap angel sambil berjalan pergi.
__ADS_1
Kini angel sudah berada di depan gedung tersebut, angel sedikit takjub di buatnya karena gedung tersebut ternyata sebuah gedung megah yang sangat indah.
Angel bingung dia harus mencari pria tersebut kamana, karena pria itu tak merincikan tempat pertemuan mereka.
Lalu tak beberapa lama datang seorang pria.
"Apa ini mbak angel?" Tanya pria itu.
"Iyah, saya angel." Jawab angel.
"Mari saya antar." Ajaknya.
Lalu angel mengikuti pria tersebut, terlihat mereka menaiki sebuah lift. Dan pria itu menekan lantai 13.
Dan tak beberapa lama pintu lift pun terbuka, menampilkan sebuah lantai kosong seperti tak ada yang menghuni.
"Silahkan masuk." Ucap pria itu sambil membuka salah satu pintu ruangan di lantai tersebut.
Kini angel memasuki ruangan tersebut, terlihat seseorang tengah duduk di depan sebuah meja.
"Selamat datang nona angel." Ucap orang tersebut.
*Pertanyaan???
*Siapakan orang yang mengajak angel bekerja sama? 😎
***
__ADS_1
***Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author****.~