
Terdengar suara tangisan wanita dari arah belakang delia dan saat delia menengok ke belakang.
"Akhhhhhhhhhhhhhhhhhh."
-----------------------------------
Di hadapan delia berdiri sesosok wanita dengan wajah yang pucat pasih, mata merah yang melotot seperti ingin keluar dari tempatnya. Makhluk itu semakin lama semakin mendekati delia, Delia yang ketakutan berusaha membuka pintu kamar mandi.
"Tolongggggggggg..... Tolongggggg, tolonggggggg." Teriak delia.
"Delia, delia, kau kenapa." Tanya seseorang di luar kamar mandi.
Saat mendengar suara aditia makhluk itu langsung menghilang entah kemana.
Brakkkk..
Aditia mendobrak paksa pintu kamar mandi tersebut dan delia langsung memeluk aditia.
"Kau kenapa." Ucap aditia.
"Tadi ada hantu, aku sangat takut aditia." Ucap delia sambil menangis.
"Sudah, sudah sekarang sudah tak ada kok." Ucap aditia.
Delia sudah mulai tenang, dia langsung melepaskan pelukan nya pada tubuh aditia.
"Bersiap-siaplah." Ucap aditia.
"Emang kita mau berangkat sekarang." Tanya delia.
__ADS_1
"Tidak, aku ingin membawa mu ke suatu tempat." Ucap aditia.
Setelah memdengar ucapan aditia, delia langsung bersiap-siap untuk pergi dengan aditia. Tak selang beberapa waktu delia sudah selesai bersiap-siap.
"Ayo." Ajak aditia.
Mereka pergi ke suatu tempat, di pinggiran laut cirata yang di sebut dengan PBI (pantai buangan indah).
"Kita sudah sampai." Ucap aditia.
"Kita mau apa di sini." Tanya delia.
"Kita akan melihat sunset, lihatlah indah bukan." Ucap aditia sambil menujuk ke arah barat
"Ya indah." Ucap delia.
"Delia putri, saat pertama kali melihat mu aku menyukaimu, ku kira mungkin itu hanya rasa suka biasa tapi semakin lama perasaan suka itu menjadi rasa nyaman dan rasa cinta. Delia putri, Di tempat ini Aku aditia wijoyono trisaputra menyatakan perasaan ku padamu, Mau kah kau menjadi kekasihku." Ucap aditia.
Delia hanya diam membisu dia tak menyangka jika aditia akan menyatakan perasaannya. Rasa senang bercampur dengan rasa bingung di sisi lain di bahagia cinta nya tak bertepuk sebelah tangan tapi di sisi lain dia tahu aditia seperti apa, setelah bergelut dengan pemikiran dan hati nya delia memutuskan...
"Aku....... Iyah aku mau menjadi kekasihmu." Ucap delia.
Aditia yang tak percaya dengan jawaban delia.
"Ucapkan sekali lagi delia, aku tak bisa mendengarnya" Ucap aditia.
"Iyah aku mau menjadi pacarmu." Ucap delia.
Aditia langsung memeluk delia dan mengangkat tubuh delia.
__ADS_1
"Hentika aditia, hentikan." Ucap delia sambil tertawa.
"Tidak, aku tak akan berhenti." Ucap aditia.
"Banyak orang yang melihat kita." Ucap delia.
"Aku tak peduli." Ucap aditia.
Sambil membawa tubuh delia dalam pelukannya.
Prok.. prok...prok...
terdengar Suara tepuk tangan dari para pengunjung PBI yang melihat kemesraan aditia dan delia. Delia yang merasa malu bersembunyi di dada bidang aditia lalu aditia dan delia melihat pemandangan matahari terbenam yang sangat indah, matahari terbenam yang menjadi saksi pernyataan cinta aditia pada delia.
Setelah puas melihat pemandangan di PBI, aditia dan delia kembali ke villa untuk mengambil barang-barang mereka.
"Ayo." Ajak aditia.
"Tidak kau saja yang masuk, aku tak mau." Jawab delia.
"Baiklah, kau tunggu di dalam mobil saja. Oke." Ucap aditia sambil melenggang pergi meninggalkan delia
Dari jendela kamar tempat delia menginap, terlihat sosok wanita yang terus melihatnya dan sosok itu kemudian menghilang.
Dan tak berselang lama, aditia sudah kembali dengan barang-barang nya dan delia dan langsung memasukkan nya ke dalam bagasi mobilnya.
"Oke kita berangkat sekarang." Ucap aditia.
Lalu aditia menyalakan mobil nya dan langsung meninggalkan Cirata tempat aditia menyatakan cinta nya pada delia.
__ADS_1