
Kini angel memasuki ruangan tersebut, terlihat seseorang tengah duduk di depan sebuah meja.
"Selamat datang nona angel." Ucap orang tersebut.
--------------------------------
Sementara angel hanya diam tak menjawab sapaan dari orang tersebut.
"Kenapa kau diam, apa sapaanku kurang sopan." Tanya orang itu.
"Siapa kamu." Tanya angel.
"Apakah penting siapa aku?" Ucapnya.
"Jelas penting." Jawab angel.
"Duduklah, biar lebih enak ngobrolnya." Ucapnya.
Lalu angel mendudukkan bokongnya di atas kursi tepat berhadapan dengan orang tersebut, angel tak bisa melihat wajahnya karena orang tersebut memakai topeng tapi terlihat dari bentuk tubuh dan suaranya dia seorang pria.
"Siapa kamu dan bagaimana kamu tahu jika aku sedang membenci aditia." Tanya angel.
"Tak penting aku siapa! yang terpenting apakah kau mau bekerja sama untuk menghancurkan mereka berdua." Ucap pria tersebut.
"Tak penting? jelas itu penting, aku harus tahu identitas seseorang jika ingin berkerja sama dengannya. Tapi jika kau tak mau memberi tahukan identitasmu dan wajahmu aku tak mau bekerja sama denganmu." Ucap angel seraya berdiri hendak pergi.
"Tunggu."
Mendengar ucapan pria tersebut angel kembali mendudukkan bokongnya di atas kursi.
"Baiklah aku mengalah, akan ku beri tahukan identitas dan wajahku kepadamu tapi hanya kepadamu jika kau memberitahukan identitasku pada orang lain kau akan tahu akibatnya." Ucap pria itu.
__ADS_1
"Baiklah." Jawab angel.
Lalu pria tersebut membuka topeng yang menutupi wajahnya dan kini wajahnya tak lagi di tutupi topeng, terlihat angel sedikit tersentak melihat wajah pria yang ada di hadapannya itu.
"Jangan melihatku seperti itu, aku tahu aku tampan." Ucap pria itu.
Angel yang tersadar dari lamunannya langsung membuang muka.
"Baiklah perkenalkan namaku ridho mahendra." Ucap pria itu.
"Angel. Lalu kenapa kau mengajakku untuk bekerja sama, apa kau punya dendam terhadap mereka?" Tanya angel.
Terlihat ridho sedikit termenung.
"Apakah harus aku jawab." Tanya ridho.
"Tentu." Jawab angel.
"Apakah kau tahu siapa aditia yang sebenarnya." Tanya ridho.
"Hahahaha, orang baik? lembut? kau salah! Dia adalah orang gila." Ucap rindo sambil tertawa.
"Apa maksudmu orang gila." Tanya angel.
"Dia adalah psychopath, dia suka membunuh orang yang tak bersalah demi memuaskan nafsunya." Jawab ridho.
"Gak mungkin." Jawab angel tak percaya.
"Tapi itu kenyataannya, sudah banyak korban yang telah dia bunuh seenaknya termasuk kekasihku." Ucap ridho lirih.
Angel merasa iba dengan apa yang menimpa ridho, dan dia tak percaya jika selama ini dia mencintai seorang pembunuh berdarah dingin.
__ADS_1
"Jadi apa rencanamu untuk membalas mereka." Tanya angel.
"Jadi kau bersedia bekerja sama denganku?" Tanya ridho.
"Iyah aku bersedia, tapi aku punya satu syarat." Ucap angel.
"Apa itu?" Tanya ridho.
"Kau harus menikahiku." Ucap angel.
"Kenapa kau harus menikahimu? Apa untungnya aku menikahimu." Tanya ridho.
"Aku... Cuman ingin anakku punya seorang ayah, meski kau tak menyukainya juga tak apa, yang penting dia punya seorang ayah." Ucap angel lirih.
Ada rasa iba kepada angel, menurut ridho anak yang ada di kandungan angel tak bersalah meski dia benih dari pria gila itu, dan setidaknya dia juga harus memiliki pendamping hidu karena sudah lama dia selalu sendiri.
"Baiklah aku akan menikahimu dan memberikan status untuk anak yang ada di dalam kandunganmu itu." Ucap rindho.
"Terimakasih." Jawab angel sambil tersenyum manis.
"Baiklah, dil." Ucal ridho sambil menyodorkan tangannya.
"Dilll." Jawan angel sambil membalas jabat tangan ridho.
Dan kini mereka akan menjadi sepasang suami istri yang siap membalaskan dendam kepada delia dan aditia.
*Pertanyaan!
*Bagaimana rencana ridho dan angel membalas aditia dan delia? 😎
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author*.~