Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#121 Akhir.


__ADS_3

Kini kasus kejahatan antara delia dan aditia sudah di ajukan ke pengadilan, dan mereka kini tengah menjalankan sidang.


Skip.


Sidang demi sidang terus di lakukan dan semua bukti menunjukkan bahwa aditia dan delia bersalah atas kejahatan yang mereka lakukan.


Dan pengadilan sudah menetapkan hukuman mati kepada aditia dan delia, kini terlihat bagas hanya bisa menangis saat mengetahui jika orang tuanya akan di hukum mati.


Dan esok hari adalah waktu hukuman mati delia dan aditia.


Aditia meminta untuk bisa bertemu dengan putranya, kini aditia dan delia tengah memeluk bagas.


"Hiks, hiks, bagas gak mau jika mamih dan papih pergi, bagas gak mau." Ucap bagas kepada kedua orang tuannya sambil menangis.


"Sayang, mamih gak pergi. Mami dan papih selalu ada di samping bagas. Meski raga mamih dan papih udah gak ada tapi tetap mamih dan papih akan selalu ada di hati kamu sayang." Ucap delia menenangkan putranya.


"Tapi mamih, nanti siapa yang akan jaga bagas. Nanti siapa yang akan bangunin bagas, nanti siapa yang akan masakin bagas makan, nanti siapa yang.."


"Suttt... Kamu harus mandiri sayang, kamu harus kuat, kamu gak boleh manja lagi." Ucap delia.


Terlihat air mata delia mengalir, dia tak kuasa menahan air matanya. Dan begitu juga dengan aditia.


"Bagas." Panggil aditia.


"Iyah papih." Jawab bagas.


"Anak papih gak boleh cengeng." Ucap aditia.


"Tapi papih, bagas baru ketemu papih kenapa tuhan sudah memisahkan kita lagi. Bahkan tuhan pun memisahkan mamih dari bagas. Kenapa? Hiks, hiks, hiks.." Ucap bagas sambil terus menangis.


"Kamu tak boleh berbicara seperti itu, Tuhan adil sayang. Tuhan sangat adil." Ucap aditia sambil memeluk putra kesayangannya.


"Tapi papih.."


"Suttt, kamu gak boleh bilang tuhan gak adil lagi bagas." Jawab aditia.


Lalu aditia menarik tangan delia dan memeluk delia berserta putra kesayangnnya.

__ADS_1


"Aku sayang kalian semua." Ucap aditia.


Kini mereka tengah berpelukan, dan ini adalah pelukan terakhir yang bisa di rasakan oleh bagas.


Karena waktunya bersama bagas sudah habis maka aditia dan delia harus berpisah dengan bagas untuk selama-lamanya dan ini pertemuan terakhir di antara mereka.


Skip.


Sunyi...


Tak terdengar suara apapun, terlihat kini aditia dan delia tengah menunggu waktu mereka di eksekusi, dan terlihat aditia memeluk delia dan membiarkan kepala delia bersandar di dada bidang miliknya.


"Aku tak menyangka kita akan berakhir seperti ini aditia." Ucap delia sambil manatap langit-langit.


"Aku juga, apa kau menyesal telah mengenalku delia." Tanya aditia.


"Hmmm.." Terlihat delia tersenyum. "Aku tak pernah menyesal."


"Kenapa?"


"Entahlah, sulit untuk di jelaskan."


Terlihat delia menatap aditia. "Meski aku mati ku tak akan menyesal, karena setidaknya kita bisa tetap bersama aditia. Mau itu hidup atau pun mati." Ucap delia sambil memegangi kedua pipi aditia.


"Terimakasih, telah mau hidup bersamaku. Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang telah kau berikan kepadaku."


"Sama-sama."


Kini delia memilih tidur di pelukan aditia, karena mungkin dia tak akan lagi merasakan bagaimana hangatnya pelukan suami tercintanya. Dan begitu pula aditia dia memeluk delia erat karena dia tak akan bisa lagi merasakan itu semua.


Skip.


Kini waktunya sudah tiba, waktu dimana delia dan aditia harus meninggalkan dunia ini.


Terlihat sudah ada beberapa orang yang berpakaian khusus sambil membawa senjata, dan delia berserta aditia sudah siap untuk menjalankan eksekusi mereka. Mata aditia dan delia di tutupi oleh kain terwarna hitam.


Dan yang di tembak mati pertama kali adalah delia, terlihat delia kini sudah berdiri di sebuah tiang, tangannya di ikat ke belakang dan matanya di tutupi kain hitam

__ADS_1


Deg, deg, deg...


Jantung delia berdetak sangat kencang, dia tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya saat peluru itu menembus tepat di kepalanya. Sementara aditia hanya bisa menunggu giliran, di balik kain hitam yang menutupi mata aditia nampak aditia menangis karena dia harus menyaksikan orang yang dia sayang mati di depan matanya.


Dor, dor, dor...


Terdengar 3 kali tembakan peluru, dan ketiga peluru itu tepat mengenai kepala delia. Terlihat kini delia tengah mengerang kesakitan sambil menunggu malaikat maut menjemputnya.


Aditia yang mendengar suara peluru tersebut hanya bisa menangis, suara itu berarti delia sudah di eksekusi. Ingin rasanya aditia langsung berlari dan memeluk tubuh delia tapi apalah daya dia tak bisa melakukan itu semua.


Dan kurang dari 3 menit delia sudah menghembuskan nafas terakhirnya dan kini giliran aditia.


Terlihat aditia menghela nafas panjang, kini dia sudah siap menghadapi kematian.


1,


2,


Dor, dor, dor...


3 kali tembakan tepat mengenai kepala aditia, kini terlihat aditia tengah menghadapi ajalnya.


"Jadi ini yang di namakan dengan ajal, jadi ini yang di namakan kematian. jadi ini rasa sakit saat nyawaku di ambil."


Terlihat aditia sudah mulai kehilangan kesadarannya, dan tak beberapa lama aditia menghembuskan nafas terakhirnya menyusul kepergian delia orang yang dia sayang.


 


**TAMAT.


 


*Makasih yang buat kalian yang udah mau baca Novel CinTa Psychopath.


Semoga eps. ini memuaskan rasa penasaran kalian akan kelanjutannya yang sempat tertunda.


Di sini author namatin cerita ini dengan SadEnding karena bagi author gak semua kisah cinta berakhir dengan bahagia dan juga semua kejahatan yang kita lakukan harus kita pertanggung jawabkan.

__ADS_1


Dan mungkin kalian bisa ambil sisi positif dari Novel CinTa psychopat.


And See next time. bye, bye 😊***


__ADS_2