Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#13 berita kematian tania


__ADS_3

Lalu aditia meninggalkan kawasan perumahan tersebut.


"Tunggu giliran mu Tari." Ucap aditia.


---------------------------------


Pagi hari yang cerah seperti biasa.


Tapi tidak dengan berita yang beredar sekarang, kematian tania yang sekarang sedang menjadi terending topik di kampus aditia.


Banyak ucapan bela sungkawa yang memenuhi mading kampus dan banyak juga pertanyaan-pertanyaan di kalangan mahasiswa tentang kematian tania.


"Apa kau tau tentang kematian tania." Ucap salah satu mahasiswa.


"iyah, ku dengar rumah nya kebakaran."


"Tapi yang anehnya, ku dengar bagian-bagian tubuhnya hilang seperti lidanya dan mukanya seperti ada yang menguliti gitu."


"Masa sih."


"Iya, aku juga denger dari paman ku, dia bekerja di kepolisian dan saat mayat tania di otopsi di bagian dada, leher dan pahanya kaya di tusuk gitu."


"Ngeri yah."


Begitulah pembicaraan tentang kematian tania yang menjadi topik terhangat minggu ini.


"Sher....."


"Hmmmm... iyah."

__ADS_1


"Kamu udah denger tentang kematian tania." Tanya tari.


"Iyah udah, aku gak nyangka aja kok bisa sih, kaya ada yang ngerencanain gitu." Ucap sherly.


"Maksud mu apa?"


"Iyah, maksud ku tuh tania itu mati karena di bunuh bukan karena rumahnya kebakaran."


"Kok bisa, siapa orang yang tega bunuh tania." Ucap tari dengan nada yang ingin menangis.


"Ya udah kita doain aja dia biar tenang." Ucap sherly menenangkan tari.


Aditia mendengar percakapan sherly dan tari dia hanya menyeringai lalu aditia mendekati sherly dan tari dengan wajah yang di buat-buat seperti orang sedih.


"Aku turut berduka atas kematian tania." Ucap aditia.


"Iyah kak aditia." Ucap sherly, lalu aditia merangkul sherly dan membawa tubuh sherly ke dalam pelukannya.


"Iyah kak aditia." Ucap sherly sambil membenamkan kepalanya di pelukan aditia.


"Mimpi apa aku semalam, kak aditia peluk aku." pikir sherly sambil tersenyum senang.


"Kalian gak usah bersedih terus." Ucap aditia. "Karena kalian berdua akan menyusul tania." Ucap aditia dalam hatinya.


Lalu aditia melepaskan pelukannya pada sherly.


"Ya udah, Aku harus pergi dulu ke kelas bentar lagi dosen datang." Ucap aditia.


"Iyah kak aditia." Ucap sherly.

__ADS_1


Lalu aditia melambaikan tangannya dan beranjak pergi meninggalkan tari dan sherly.


"Kamu lihat kan tadi kak aditia peluk aku." Ucap sherly senang.


"Iya aku lihat kok, tapi aneh aja." Ucap tari.


"Aneh gimana."


"Iyah aneh aja kok yang biasanya kak aditia cuek sama kamu kok sekarang dia perhatian gitu."


"iya mungkin karena dia udah jatuh hati sama aku." Ucap sherly.


"Ya kali yah." Ucap tari.


"Ya udah yu pergi." Ajak sherly pada tari.


"iyah."


Lalu mereka pergi menuju ke kelasnya tanpa mereka sadari jika aditia terus memerhatikan mereka sambil menyeringai.


"Dasar gadis-gadis bodoh." Ucap aditia.


Lalu dia melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 11 siang.


"Hmmmm.... Aku harus menjenguk delia."


Lalu aditia pergi meninggalkan kampus nya menuju rumah sakit tempat delia di rawat dan saat di jalan aditia melihat toko bunga, dia kemudian membeli sebuah bunga mawar untuk delia dan juga membeli buah-buahan. Karena dia mendapat kabar dari rumah sakit bahwa delia sudah sadarkan diri.


Aditia kini menjalankan mobilnya ke rumah sakit, sesampai di rumah sakit. dan aditia langsung menuju kamar rawat delia, dan di lihatnya delia sedang duduk di ranjangnya dan menatap ke luar jendela.

__ADS_1


Saat delia melihat aditia, delia sangat terkejut .


"PERGI......" Teriak delia.


__ADS_2