Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#73 Tamu tak di undang.


__ADS_3

Tapi tak lama dari kepergian aditia, terlihat seseorang masuk ke kamar rawat aditia, dan sangat terlihat mencurigakan.


---------------------------------


Delia merasa ada seseorang yang memasuki kamarnya, karena penasaran delia kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat siapa yang ada di dalam kamar rawatnya.


Dan seketika dia sangat terkejut ternyata yang ada di dalam kamar rawatnya sekarang adalah pak wijoyono ayah aditia. Terlihat pak wijoyono berjalan mendekati delia, dan delia hanya mematung sambil melihat pak wijoyono.


"Maaf, mungkin kehadiran saya membuatmu terkejut delia." Ucapnya sambil duduk di kursi sebelah rajang delia.


"Ada keperluan apa anda kemari."


"Saya kesini ingin melihat keadaanmu, karena ku dengar kau mengalami kecelakaan."


"Dan seperti yang anda lihat sekarang, keadaan saya sudah sangat baik."


"Syukurlah kalau begitu."


Terlihat delia terus menatap pak wijoyono.


"Kenapa kamu menatap saya seperti sedang manatap seorang penjahat."


"Tidak, mungkin itu hanya perasaan pak wijoyono saja."


"Tak ku sangka ternyata kau adalah wanita yang cukup angkuh."


"Sikap saya tergantung pada orang itu memperlakukan saya, saya akan bersikap pada orang yang baik kepada saya dan begitupun sebaliknya."


Dan terlihat pak wijoyono mengeluarkan sebatang roko, kemudian menyalakan roko tersebut dan menghisapnya.


"Ini rumah sakit, di kawasan rumah sakit di larang meroko. Itu peraturan yang harus di taati semua orang."

__ADS_1


"Baiklah." Lalu pak wijoyono membuang roko tersebut ke lantai dan menginjak roko tersebut dengan sepatunya.


"Sebenarnya apa tujuan dari kedatangan pak wijoyono kemari."


"Sebelum itu, boleh kah saya bertanya sesuatu pada mu delia."


"Tentu, tanyakanlah."


"Apa ayah dan ibumu masih ada?"


"Mereka sudah meninggal."


"Apa itu ayah dan ibu kandung?"


"Bukan mereka orang tua angkatku."


"Delia, apa di benakmu tak pernah ada rasa penasaran, kenapa aku menentang hubunganmu dengan aditia."


Terlihat raut wajah serius pak wijoyono ketika dia berbicara tentang hal itu.


"Apa aditia pernah bercerita bagaimana ibunya meninggal?"


"Iyah dia pernah bercerita."


"Jika begitu, aku tak perlu repot-repot lagi harus menceritakannya padamu."


"To the point saja pak wijoyono."


Pak wijoyono kemudian menatap delia dengan tatapan yang terlihat seperti mengejek.


"Alasan kenapa aku melakukan hal keji kepada ibu aditia adalah karena dia telah berselingkuh di belakangku. Dan dia hanya mengincar hartaku saja, tapi meski seperti itu aku tetap menyayangi aditia karena dia adalah darah dagingku."

__ADS_1


"Tapi kau juga berselingkuh pak wijoyono."


"Karena aku membalas ketidak setiaannya."


"Lantas untuk apa kau menceritakan ini semua dan apa hubungannya denganku."


"Delia, delia... Aku melarang mu memiliki hubungan dengan aditia adalah untuk kebaikan kalian berdua."


"Bukan untuk kebaikan kami, tapi itu untuk kebaikan dirimu sendiri."


"Delia, wajahmu itu selalu mengingatkanku akan mendiang ibu aditia."


"Apa maksud anda pak wijoyono."


Dan pak wijoyono menyerahkan selembar foto yang sudah sedikit kusam.


"Itu adalah foto ibu aditia saat dia berusia 19 tahun."


Terlihat netral delia membulat ketika melihat foto tersebut, ibu aditia sangat mirip dengan dirinya.


"Lantas jika aku dan mendiang ibu aditia mirip, apa masalahnya. Karena di dunia ini banyak orang yang mirip, jadi itu sudah hal yang biasa."


"Delia, seharusnya kau menyimak maksud dari semua ucapanku."


Terlihat delia mengerutkan alisnya, dia tak mengerti apa maksud dari ucapan pak wijoyono.


"Suatu hari kau akan mengerti semuanya delia, aku melarang kalian berdua memiliki hubungan itu semua demi kebaikan kalian berdua."


Dan pak wijoyono langsung melenggang pergi, tanpa melihat delia yang kini masih di buat kebingungan akan ucapan dari pak wijoyono.


***

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊


Dan makasih udah luangin waktu buat baca novel author.~


__ADS_2