
Seketika delia (sherly) langsung mual ketika melihat pemandangan yang mengerikan sekaligus menjijikan ini, sementara aditia tengah tersenyum sambil melihat delia (sherly).
----------------------------------
"Apa maksudnya ini sayang."
"Kenapa, bukannya dekorasi ini sangat indah, SHERLY."
Seketika sheely terkejut ketika aditia sudah tahu bahwa dirinya bukanlah delia.
"Apa maksudmu aku delia bukan sherly."
"Sudah cukup sandiwara mu itu, aku sudah muak."
Lalu aditia langsung mencengkram dagu sherly.
"Lihatlah itu, dekorasi yang indah bukan."
Terlihat air mata sherly mengalir dari ujung matanya.
"KAU GILA ADITIA." Bentak sherly sambil melepas paksa tangan aditia yang mencengkram dagunya.
"Ya aku gila, memangnya kenapa tapi bukannya kau sangat ingin menikahi pria gila ini."
Sherly langsung berjalan mundur menjauhi aditia, dia tak habis pikir jika aditia memiliki kelainan seperti ini.
__ADS_1
"Sherly, biar ke ceritakan 1 rahasia kecilku, kau tahu siapa yang membunuh tari, tania, dan tiara."
Seketika tubuh sherly menegang ketika aditia mengatakan tentang kematian tari, tania, dan tiara.
"Apa jangan-jangan kau?"
"Tepat sekali, tak ku sangka kau sangat pintar sherly."
Terlihat aditia tengah menatap sherly yang sedang berjalan mundur menjauhi dirinya, dan kini sherly berlari menuju pintu keluar tapi sebelum dia sampai ke pintu keluar, sherly sudah di hadang oleh mayat-mayat yang ada di aula tersebut.
Da ternyata mayat-mayat tersebut sudah di pasangi oleh tali sehingga mayat-mayat itu bisa berdiri dan bergerak karena ada yang mengendalikan mereka.
Dan terlihat sherly tengah menjerit ketakutan ketika dia di kepung oleh mayat-mayat yang sangat menakutkan dengan bagian-bagian yang sudah tak utuh lagi.
"Kenapa kau ketakutan sayang, bukannya nya mereka para tamu undangan dan kini mereka ingin memberikan ucapan selamat kepadamu."
"Akhhhh, jauhkan mayat-mayat itu dariku!!!"
Dan aditia hanya tertawa melihat sherly yang tengah ketakutan, baginya ini adalah pemandangan yang sangat indah, tak beberapa lama aditia mengangkat satu tangannya memberikan kode pada seseorang, seketika mayat-mayat itupun menjauhi sherly dan kembali ketempatnya semula.
Sherly yang sudah menyadari dia tak lagi di kepung oleh mayat-mayat itu langsung berdiri dan menatap aditia.
Dan yang ditatap hanya tersenyum sambil memainkan pistol yang ada di tangannya.
"Apa yang kau lakukan dengan pistol itu aditia."
__ADS_1
"Tidak ada, aku hanya ingin menghabisi hama-hama yang harus nya di habisi."
Seketika sherly, langsung ketakutan dia tak ingin mati muda, dia masih ingin hidup.
Tanpa mereka sadari dari sejak tadi ada yang melihat drama yang sedang aditia mainkan.
Dan saat aditia tengah membidik sasaran.
"ADITIA."
Suara itu, suara yang sangat aditia rindukan dan aditia langsung melihat ke atas terlihat seorang wanita turun dari tangga dengan menggunakan dres selutut berwarna navy yang sangat indah.
"Delia."
Seketika aditia menjatuhkan pistolnya dan berlari menuju delia, tapi sebelum dia mendekati delia.
"Berhenti di sana aditia."
"Kenapa delia."
"Aku tak sudi di dekati oleh pria menjijikan seperti dirimu."
"Apa maksudmu delia."
"Kau... Sudah mengkhianatiku, sekarang kau ingin membunuh calon istrimu."
__ADS_1
"Dia memang pantas mati delia, karena dia telah berani merubah wajahnya menjadi wajahmu."
Delia sedikit terkejut ketika aditia mengatakan hal itu, dan saat delia melihat calon pengantin wanita. Benar wajahnya mirip sekali dengannya.