Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#59 Tembakan


__ADS_3

Delia sedikit terkejut ketika aditia mengatakan hal itu, dan saat delia melihat calon pengantin wanita. Benar wajahnya mirip sekali dengannya.


---------------------------------


"Jadi kau tak pernah mengkhianatiku?"


"Iyah delia, aku tak pernah mengkhianatimu."


"Tapi kenapa kau malah bersama wanita itu."


"Dia hanya sebagai pelampiasanku saja delia, karena mukanya mirip denganmu tapi di hatiku tetap hanya kamu seorang delia."


Terlihat mata delia berkaca-kaca dan delia pun langsung berlari menuju aditia dan memeluknya dengan erat dan aditiapun membalas pelukan delia.


"Aku merindukanmu delia."


"Aku juga merindukanmu aditia."


Dan aditia melepaskan pelukan delia, di lihatnya tubuh delia menjadi kurus dan ada beberapa bekas cambukan di sekujur tubuh delia.


"Ada apa dengan tubuhmu delia, kenapa banyak bekas luka."


"Aku..."

__ADS_1


Sebelum delia meneruskan ucapannya, terdengar suara tepuk tangan dari atas.


Prok, prok, prok.


"Sangat romantis sekali, aku sampai terharu menyaksikan keromantisan kalian berdua."


Aditia langsung siap siaga dan menyembunyikan delia di belakang tubuhnya.


"Siapa kau?"


"Aku? kau tak perlu tahu siapa aku, tapi yang jelas kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kau sayangi."


"Bedebah."


Aditia langsung berlari menuju pria misterius itu, dan terjadilah baku hantam antara aditia dengan pria misterius itu.


Terlihat aditia tengah mengerang menahan sakit akibat tusukan pisau tersebut.


"Aditia!!!" teriak delia ketika melihat aditia di tusuk oleh pria misterius itu, lalu delia berlari mendekati aditia.


Tapi sebelum delia sampai pada aditia, pria misterius itu mengeluarkan pistol dari saku jaketnya.


"Matilah kau aditia."

__ADS_1


Dor...


Seketika aditia terkejut.


"DELIA..."


Karena pria itu malah menembak delia bukannya dirinya, delia yang berada dia tangga langsung terjatuh dan tubuhnya terguling-guling dari atas tangga terlihat darah segar keluar dari kepala delia akibat membentur anak tangga.


Aditia yang melihat hal itu langsung berlari menuju delia, dan dipeluknya tubuh delia yang bersimbah darah akibat tembakan dari pria itu, tak lupa juga aditia menciumi kepala delia yang berdarah.


"Bangun delia, bangun! Buka matamu sayang, buka matamu aku benci jika kau tertidur seperti ini delia, jangan tinggalkan aku lagi delia."


Aditia terus memanggil-manggil nama delia, dan yang di sebut tak menjawabnya.


Terlihat senyuman di balik topeng pria tersebut.


"Akhirnya kau tahukan bagaimana rasanya kehilangan orang yang kau sayangi." Lalu pria itu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sekarang aditia tak memperdulikan tentang pria itu, yang aditia pikirkan adalah keselamatan delia.


Aditia langsung mengangkat tubuh delia dan membawanya keluar dari rumah kuno tersebut, tak lupa aditia juga menyuruh anak buahnya untuk mengikat sherly di dalam rumah kuno tersebut dan kemudian mereka membakar rumah tersebut beserta mayat-mayat dan juga sherly ikut terbakar dalam rumah tersebut.


Terdengar teriakan sherly meminta tolong dari dalam kobaran api yang kini kian membesar melahap rumah tersebut, tapi aditia tak mendengarkan teriakan itu.

__ADS_1


Kemudian aditia melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit, di perjalanan tak henti-hentinya aditia melirik delia yang masih tak bergerak sedikit pun, malah darah yang keluar dari luka delia semakin banyak hal itu membuat kepanikan bagi aditia.


Dia tak bisa membayangkan lagi hidupnya tanpa delia, jika benar sekarang dia kehilangan delia untuk selamanya maka dia tak akan mengampuni orang yang telah membuat dia kehilangan delia.


__ADS_2