Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#57 Gedung pernikahan.


__ADS_3

Lalu aditia langsung menutup telpon dari delia (sherly), dia kini tengah duduk sambil melihat dekorasi gedung pernikahannya yang sangat indah baginya, dan itu pasti akan membuat delia (sherly) itu sangat terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi untuk mengungkapkan rasa senangnya.


---------------------------------


Hampir memakan waktu 2 jam perjalanan karena macet, terlihat delia (sherly) sedikit kesal karena harus menunggu lama di dalam mobil, sesekali dia memoleskan kembali bedak di mukanya agar dia kembali terlihat cantik.


Dan tak terasa mobil menuju daerah yang cukup jauh dari perkotaan, bisa di sebut mungkin masuk ke daerah pedesaan.


"Apa kau yakin ini jalannya."


"Iyah nona, karena ini jalan menuju ke gedung tempat pernikahan nona dan tuan aditia."


Kemudian delia (sherly) kembali berpikir kenapa aditia mencari tempat di daerah pedesaan, apa mungkin karena di daerah pedesaan kesannya lebih romantis.


Terlihat delia (sherly) sudah tak sabar untuk segera sampai di tempat acara pernikahannya di selenggarakan.


Tak beberapa lama, mobil yang di tumpangi oleh delia (sherly) berhenti di sebuah rumah kuno, delia (sherly) sedikit heran kenapa aditia memilih tempat kuno seperti ini.

__ADS_1


"Mari nona." ucap supir tersebut sambil membukakan pintu mobil.


Di depan rumah kuno tersebut sudah tersedia karpet merah dan beberapa hiasan buket bunga, meski rumahnya terlihat kuno tapi delia (sherly) tak ingin mempermasalahkan hal ini.


"Tunggu dulu, kemana semua orang, kenapa sangat sepi sekali."


"Mereka sudah menunggu di dalam nona."


Lalu delia (sherly) berjalan di atas karpet merah tersebut, dan seketika pintu rumah tersebut terbuka sendiri.


Dan terlihat ruangan sedikit gelap, tapi terdengar suara musik saat delia (sherly) memasuki rumah tersebut, kemudian pintu pun tertutup kembali.


Dan delia (sherly) berjalan menuju aditia yang ada di yang tengah menunggunya setelah sherly sampai pada aditia, aditia pun langsung menggandeng tangan sherly ke ujung aula tersebut yang sudah di sediakan untuk aditia dan sherly.


Terdengar suara tepuk tangan dan alunan musik yang indah, menambah kesan romantis bagi sherly.


Tapi seketika kesan romantis itu hilang ketika sherly mencium bau hanyir darah.

__ADS_1


"Kau mencium bau hanyir darah sayang." Tanya sherly pada aditia.


"Tidak aku tak mencium bau apa-apa."


Dan delia (sherly) sedikit heran kenapa para tamu tak di beri penerangan, dan lampu hanya menyinari aditia dan dirinya saja.


"Ada apa kau tak suka."


"Tidak, aku suka kok."


Dan terlihat senyum lembut aditia pada delia (sherly), tapi senyuman itu tak bertahan lama karena di gantikan oleh sebuah senyuman yang menakutkan.


"Kau kenapa aditia." Sherly heran kenapa aditia tersenyum seperti itu.


Dan kemudian aditia mengangkat satu tangannya memberikan kode pada seseorang, seketika lampu yang ada di aula rumah tersebut menyala dan terlihat semua isi aula tersebut.


Seketika mata delia (sherly) terkejut dengan apa yang dilihatnya, lantai ruangan tersebut di penuhi oleh darah yang membuat gaun putih delia (sherly) menjadi berwarna merah darah, hiasan-hiasan di ruangan tersebut bukanlah terbuat dari pita ataupun bunga melainkan terbuat dari usus-usus manusia yang digantung seperti hiasa pernikahan pada umumnya, dan yang lebih membuat delia (sherly) di buat ketakutan adalah para tamu yang merupakan mayat-mayat yang sudah tak bernyawa dan yang lebih parah lagi mayat-mayat tersebut sudah tak utuh lagi, terlihat bagian perutnya berlubang seperti sudah dikeluarkan isinya.

__ADS_1


Seketika delia (sherly) langsung mual ketika melihat pemandangan yang mengerikan sekaligus menjijikan ini, sementara aditia tengah tersenyum sambil melihat delia (sherly).


__ADS_2