
Kesal dengan delia, aditia langsung menangkap delia dan membawanya kembali ke atas ranjang, tanpa basa basi aditia langsung menjalankan aksi bejadnya itu.
Skip.
Setelah puas menjalankan aksi bejadnya itu. Nampak aditia langsung menyalakan sebatang rokok miliknya, dia terlihat menghisap rokok itu dengan penuh kesenangan.
Sementara delia nampak sangat kacaw, dengan keadaan yang memperihatinkan. Dan tak lupa aditia juga menyelimuti tubuh polos delia dengan selimut.
Lalu aditia berjalan melihat-lihat kamar kecil milik delia, ada beberapa foto dirinya saat masih kecil. Nampak aditia hanya bisa tertawa kecil melihat hal itu. Entah kenapa dia senang melihat wajah delia saat mesih kecil.
Lalu aditia langsung berjalan kembali ke arah ranjang, dan dia duduk di samping delia. Terlihat delia menutupi wajahnya dengan kedua tangan miliknya.
Ada rasa bersalah pada delia, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Lagi pula delia adalah wanita pertama yang aditia tiduri. Jadi itu harus menjadi suatu kehormatan bagi delia.
Sambil terus menghisap rokok miliknya, aditia teris membayangkan betapa indah dan nikmatnya saat dia dan delia bersatu. Rasanya tak ada duannya, bahkan lebih nikmat dari pada saat dia membunuh korbannya.
Bagi aditia delia bagaikan sebuah rokok yang membuatnya candu, dan tanpa delia membuat aditia gelisah dan tak nyaman.
Aditia tak punya cara lain, hanya dengan cara ini agar delia bisa bersamanya. Dengan cara menidurinya membuat aditia bisa dengan delia.
"Hiks, hiks, hiks..." Terdengar suara tangisan dan tak lain adalah suara tangisan delia.
"Sudahlah jangan menangis, menangis juga percuma tak akan mengembalikan semuanya seperti semula." Ucap Aditia sambil terus menghirup rokok miliknya.
Bukannya menuruti ucapan aditia, delia malah kembali menengis. Dan tangisannya malah semakin kencang.
"Ku bilang berhenti menangis." Bentak aditia.
Lalu delia memberanikan diri untuk menantap wajah aditia. "Kau bilang berhenti. Apa kau gila? Kau telah merenggut apa yang menjadi kebanggaanku sebagai wanita." Ucap delia sambil berderai air mata.
"Harusnya kau bangga karena aku menidirumu." Ucap aditia.
"Bangga aku bilang? Aku tak bangga malah aku menyesal telah mengajakmu kemari." Ucap delia.
__ADS_1
"He... Yang jelas kau harus bangga karena kau adalah wanita pertama yang aku tiduri." Ucap aditia sambil tersenyum manis pada delia.
Deg...
Entah kenapa jantung delia langsung berdetak saat aditia tersenyum. Dan delia tak menyangka jika pria itu pertama kali meniduri wanita dan wanita itu adalah dirinya.
"Sekarang kau tidur, dan untuk saat ini dan seterusnya kau adalah wanitaku." Ucap aditia.
Lalu delia hanya bisa diam, dia tak bisa mengatakan apa-apa. Mulutnya seperti bungkam dan tak mampu berbicara.
"Jika kau tak bisa tidur aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu." Ucap aditia sambil memeluk tubuh delia.
Lalu aditia pun menyanyikan sebuah lagu.
ku pikir kau sudah
melupakan aku
masih membara
untukku
waktu kan berlalu
tapi tidak cintaku
yang mau menunggu
untukku , untukmu
dan
aku milikmu malam ini
__ADS_1
kan memelukmu sampai pagi
tapi nanti bila ku pergi
tunggu aku sini
waktu kan berlalu tapi tidak cintaku
yang mau menunggu
untukku , untukmu
aku milikmu malam ini
kan memelukmu sampai pagi
tapi nanti bila ku pergi
tunggu aku di sini
dan aku milikmu
kan memelukmu sampai pagi
tapi nanti bila ku pergi
tunggu aku di sini
tunggu aku di sini
Tak terasa delia pun tertidur lelap di pelukan aditia, lalu aditia mengecup kening delia.
"Tidurlah nona manis." dan aditia pun ikut terlelap bersama delia.
__ADS_1