
Dan kini anak buah imelda sudah siap dengan senjata yang ada di tangan mereka untuk membunuh delia dan pak wijoyono.
---------------------------------
PERHATIAN!!! Mengandung unsur kekerasan mohon bijak dalam membaca.
Delia sudah memperhitungkan semua ini pasti akan terjadi, dengan kecepatan tangannya delia merobek gaun pengantinnya dan mengambil senjata UMP yang di sembunyikan di balik gaun pengantinnya.
Dengan senyum puas, delia menembak kepala anak buah imelda secara membabi buta.
"Hahahahahaha... Mati kalian semua." Ucap delia sambil tertawa riang.
Aditia yang melihat itu hanya bisa diam mematung, dia tak percaya jika delia bisa menjadi seganas ini. Wanita yang dulu lemah lembut kini telah berubah menjadi seorang singa. Dan aditia merasa bangga pada delia yang sekarang.
Setelah melihat anak buah imelda sudah tewas semua, kini aditia langsung memeluk delia dari belakang.
"Aku sangat bangga kepadamu delia, tak ku sangka wanita kecilku telah berubah menjadi sepertiku. Aku semakin mencintaimu delia." Ucap aditia sambil mencium bibir delia.
"Aku juga mencintaimu aditia." Balas delia. " Ayah sebaiknya kau pergi bersama yoga dan bagas, karena pasti imelda akan mengirim lebih banyak anak buah lagi. Dan aku bersama suamiku yang akan mengurusnya, iyahkan sayang." Ucap delia mengalungkan lengannya pada leher aditia.
"Iyah ayah pergilah, aku dan istriku yang akan mengurus mereka semua."
__ADS_1
"Baiklah jika itu keinginan kalian." Lalu pak wijoyono langsung melenggang pergi ke lantai dua.
Kini hanya tersisa aditia dan delia yang tengah duduk sambil memadu kasih, dan tak beberapa lama datang anak buah imelda yang membawa beberapa senjata tajam di tangannya.
"Apa kau siap sayang, aku tak mau jika istriku terluka." Ucap aditia.
"Apa kau meremehkanku."
Aditia hanya tersenyum mendengar ucapan delia, dan kini mereka sudah siap untuk menghabisi anak buah imelda.
Kini aditia dan delia sudah siap dengan senjata masing-masing, delia dengan senjata UMP dan aditia dengan senjata Mp40 mereka berdua memakai senjata jarak dekat.
Dan kini aditia manarik pinggang delia, dan memberikan c*pang pada lehernya.
"Dalam keadaan seperti ini kau masih saja nakal sayang." Ucap delia sambil membelai pipi aditia.
"Itu salahmu yang selalu membuatku bergairah setiap detik sayang." Balas aditia.
Dan kini anak buah yang imelda kirim mereka sudah terkapar di lantai dengan bersimbah darah, bagi aditia dan delia membunuh mereka bagaikan membunuh kecoa karena mereka bodoh seharusnya mereka membawa senjata api bukannya senjata tajam. Dan kebodohan mereka yang membuat aditia dan delia semakin mudah membunuh mereka.
"Sayang lihatlah, gaun putihku berubah menjadi merah." Ucap delia.
__ADS_1
"Iyah sayang, nanti kita beli gaun yang baru. Oke." Ucap aditia sambil membelai rambut istri tersayangnya.
Tanpa mereka sadari jika bagas melihat kekejaman ayah dan ibunya, terlihat bagas bergetar ketakutan.
"Om, kenapa mamih dan papih membunuh orang-orang itu, bukankah membunuh itu dosa dan pembunuhan itu bukannya sebuah kejahatan." Tanya bagas.
Yoga terlihat bingung harus menjawab apa. "Hmmm... Nanti saja kau tanyakan pada mamih dan papihmu oke."
"Baik om."
Kini terlihat delia dan aditia hendak pergi meninggalkan aula berdarah tersebut, tapi sebelum mereka pergi. Terlihat delia diam mematung sambil menatap aditia dan delia langsung jatuh tersungkur ke lantai.
"Delia." Teriak aditia panik.
Ternyata di punggung delia ada bercak darah, rupanya delia di tembak oleh seseorang menggunakan senjata AWM dan senjata tersebut memakai peredam sehingga tak terdengar suara tembakan.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~
__ADS_1