Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#39 Permainan aditia


__ADS_3

"Ahhhkkkkkk.... JANGAN."


------------------------------


PERINGATAN MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN .!!!!! MOHON KEBIJAKAN DALAM MEMBACA . KHUSUS 21+


Terdengar suara jeritan tiara yang memecahkan keheningan malam.


"Hahahahahaha." Tawa aditia menggema di kamar tersebut.


Kini di tatapnya tiara dengan penuh kebencian.


"Ku mohon hentikan!!!"


"Kenapa aku harus menghentikannya, tenang saja aku akan melakukan nya dengan lembut!"


Dengan tatapan nya yang mengerikan, aditia melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena teriakan tiara yang mengganggu gendang telinganya, aditia langsung mengarahkan pisau kecilnya pada **** tiara.


"Akkkhhhhhhhhhh." Teriakan tiara terdengar sangat kencang ketika pisau itu menembus area kewanitaannya.


Darah mengalir membuat sperei yang tadi nya berwarna putih berubah menjadi warna merah darah.


"Hahahahaha. Bagaimana? Sekarang kau terlihat seorang perawan bukan, lihat darah itu mengalir dari **** mu layaknya seorang perawan."


Lalu aditia memaju mundurkan pisaunya di dalam **** tiara.

__ADS_1


Jeritan dan tangisan terdengar dari mulut tiara tapi semua itu tak membuat aditia iba melihat nya malahan semua itu membuat aditia semakin bernafsu untuk membuat tiara menderita.


"Hiks hiks hiks, hentikan ku mohon." Teriak tiara tak lupa dengan air matanya yang mengalir.


"Hahahahaha. Kenapa kau ingin berhenti, kita baru mulai."


Lalu aditia mencabut pisau kecil nya dari **** tiara, di elapnya darah yang menempel di pisau kecilnya.


"Oke, kita mulai pada bagian mana lagi sayang."


Tiara langsung ketakutan dan berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan tali yang mengikat tangannya, tiara terus menjerit dan menangis ketika melihat aditia meletakkan pisau kecil nya pada bagian perutnya.


"DIAM." Bentak aditia.


Bukannya diam teriakan tiara malah semakin kencang, membuat gendang telinga aditia kesakitan.


Satu tamparan mendarat di pipi mulus tiara, membuat pipi yang putih mulus itu menjadi merah.


"Sudah ku bilang diam ya diam! aku tak suka dengan orang yang berisik!"


"Aku akan diam jika kau melepaskan ku!"


"Melepaskanmu, jangan mimpi."


"KAU ********."

__ADS_1


Srettt....


Aditia langsung merobek mulut tiara dengan pisau kecil yang di pegang, terlihat air mata tiara mengalir deras menahan rasa sakit yang aditia berikan kepadanya.


"Kenapa diam, bukannya kau dari tadi terus berbicara."


Lalu aditia berdiri dan duduk di kursi sambil menyalakan sebatang rokok.


"Sebenarnya aku tak ingin melukai mu tiara tapi karena kau sudah melakukan kesalahan yang tak patut untuk di ampuni maka aku harus menghukummu."


Lalu aditia mengambil sebuah kotak obat berukuran kecil dan mengeluarkan sekitar 10 butir obat berwarna putih dengan ukuran yang tidak kecil dan tidak besar.


"Aku tak akan membunuhmu karena aku masih menghargai mu karena ayah mu sangat baik jadi berterima kasih lah pada ayahmu."


Lalu aditia memasukkan paksa obat-obatan itu pada mulut tiara dengan senyumannya yang menakutkan aditia memandang tiara.


"Oke kita tunggu, berapa lama reaksi obat tersebut."


Aditia terus melihat tiara sambil sesekali melirik arlojinya, tak beberapa lama kemudian tubuh tiara merasa panas.


"Akhhhhhh. Panas!" Teriak tiara.


Dia merasakan denyut jantungnya bertambah cepat, keram perut, sakit kepala yang luar biasa dan tiara bahkan sulit mengontrol bola matanya.


Aditia yang melihat tiara kepasanan dan kesakitan hanya bisa tersenyum sambil menyaksikan tontonan yang menurutnya menarik.

__ADS_1


terikan dan tangisan tiara karena rasa panas yang terjadi pada tubuhnya dan tak beberapa lama tiara langsung muntah darah, seketika penglihatan nya langsung gelap, tiara pingsan karena efek obat yang di berikan aditia.


Aditia yang melihat tiara pingsan, langsung melepas tali yang mengikat kedua tangan dan dia langsung membawa tiara pergi ke rumah sakit.


__ADS_2