
Lalu delia beranjak pergi meninggalkan kamar bagas, kini dia pergi ke kamarnya dan di dalam kamar sudah ada aditia yang tengah duduk di atas ranjang sambil tersenyum kepadanya.
-------------------------------
Terlihat aditia membawa delia ke atas ranjang.
"Tadi aku mendengar ada orang yang menjanjikan akan memberi bagas seorang adik." Ucap aditia sambil tersenyum.
"Iyah, lalu." Tanya delia.
"Karena aku adalah orang yang baik hati, maka akan ku bantu kau menepati janjimu pada bagas."
Lalu tanpa aba-aba aditia langsung memulai aksinya, nampak delia sangat menikmati setiap sentuhan yang aditia berikan kepadanya.
Skip.
Pagi hari yang cerah nampak bagas sangat ceria hari ini, sehingga dia bangun lebih awal dari biasanya dan kini bagas berlari menuju kamar kedua orang tuanya.
"Papih, mamih." Teriak bagas sambil berlari menaiki ranjang delia dan aditia.
Nampak delia dan aditia terkejut akan kedatangan bagas, dan bagas juga nampak kebingungan saat melihat kedua orang tuanya tak memakai pakaian, seketika mata bagas tertuju pada tanda merah yang ada di leher dan dada delia.
"Mamih, papih kenapa kalian gak pake baju?" Tanya bagas polos.
__ADS_1
"Emmm," Delia bingung harus menjawab apa.
"Mamih kenapa leher dan dada mamih ada tanda merah?" Tanya bagas bingung.
"Anu, tadi malam mamih di gigit serangga sayang." Ucap delia membohongi bagas.
"Di gigit serangga, kok bisa sampe segitu yah? dan bekasnya juga besar." Ucap bagas sambil terus melihat leher delia.
"Anu.. Serangganya itu besar banget sayang, dia terus gigit mamih sampe kaya ginih." Ucap delia.
Sementara aditia nampak sebal saat dirinya di sebut serangga oleh delia.
"Mamih kenapa gak pukul serangganya?" Tanya aditia.
"Terus papih kenapa gak lindungin mamih dari serangga yang gigit mamih, emang papih gak sayang sama mamih." Ucap bagas marah pada aditia.
"Emm.." Aditia nampak kebingungan harus menjawab apa, karena serangga yang delia maksud adalah dirinya.
"Terus kenapa mamih sama papih gak pake baju, itu gak baik loh. Nanti mamih sama papih bisa masuk angin terus sakit." Ucap bagas polos.
"Anu.. Mamih sama papih gak pake baju itu karena tadi malem AC di kamar mamih mati sayang, jadi gerah terus mamih sama papih buka baju deh biar gak gerah." Ucap delia membohongi bagas.
"Oh, kaya gitu." Jawab bagas.
__ADS_1
"Ya udah, bagas sekarang keluar dulu yah, mamih mau mandi dulu." Ucap delia.
"Baik mamih." Lalu bagas berjalan keluar dari kamar delia dan aditia.
Dan sekarang delia bisa bernafas lega.
"Apa mukaku mirip dengan serangga?" Tanya aditia.
"Iyah, mukamu sangat mirip dengan serangga." Ucap delia, lalu ia langsung bergegas menuju kamar mandi.
Dan terlihat aditia hanya tersenyum memikirkan kejadian semalam, dia tak menyangka jika istrinya sangat buas saat di ranjang bahkan dirinya hampir kewalahan.
Skip.
Setelah delia dan aditia selesai mandi, kini mereka berjalan menuju dapur untuk sarapan dan di sana sudah ada pak wijoyono, yoga dan bagas.
Terlihat beberapa pembantu sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua, sementara delia dan aditia langsung duduk di atas kursi sambil menunggu sarapan di sajikan.
Terlihat bagas sedang sibuk memainkan sendok dan garpu, dan tak beberapa lama sarapan sudah di sajikan. Kini mereka langsung menyantap makanan yang sudah tersedia.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊
__ADS_1
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~