
Dan delia menyuapi aditia, jika ada yang melihat mereka pasti akan iri dengan keromantisan antara aditia dengan delia. (Author juga iri 😢).
----------------------------------
Setelah selesai makan delia langsung tertidur, dan kini aditia tengah memperhatikan delia yang sedang tertidur, dan sesekali tangan aditia membelai rambut dan wajah delia.
Tak terasa hari sudah mulai malam, dan aditia tengah menyelimuti tubuh delia dengan selimut agar dia tak kedinginan.
"Selamat malam putri tidur." sambil mencium kening delia.
Dan aditia langsung meninggalkan kamar rawat delia, dan akan pulang ke rumahnya.
Skip.
Malam telah berganti pagi, terlihat delia tengah menguap sambil meregangkan tubuhnya. Dan delia melihat ke sekeliling, dan dia tidak menemukan keberadaan aditia.
"Mungkin tadi malam dia pulang."
Terlihat raut wajah bahagia delia ketika mengingat kejadian dirinya dan aditia.
"Good morning sayang."
Dan delia langsung melihat asal suara tersebut, dan ternyata itu adalah aditia.
"Pagi-pagi kok udah ke sini?"
"hmm... Aku tak ingin kau merasa kesepian." Sambil meletakkan bungkusan plastik di atas meja.
"Apa itu?"
"Ini bubur, aku tahu kau belum makan."
"Aku gak mau bubur."
"Tapi ini enak loh."
"Tapi aku gak mau, kamu kira aku orang yang gak punya gigi apa? hingga di kasih makan bubur."
"Delia, lihat mata aku" Sambil memegang kedua pipi delia.
"Apa." sambil menatap mata aditia.
"Kamu itu harus jaga pola makan kamu."
__ADS_1
"Emang kenapa aku harus jaga pola makan?"
"Kamu itu udah kaya gajah delia."
"Ih.. Dasar menyebalkan." Sambil memukul-mukul tubuh aditia dengan bantal.
"Oke, cukup cukup."
Dan delia langsung menghentikan pukulannya pada aditia, tapi wajah delia langsung cemberut.
"Udah jangan marah lagi, aku cuma becanda delia. Masa pacar aku yang imut kaya gini bisa mirip kaya gajah sih."
Terlihat delia memicingkan matanya pada aditia sambil tersenyum.
"Sebagai permintaan maaf, kamu harus beliin aku..."
"Iyah nanti aku beliin."
"Tapi aku belum bilang loh, mau beli apa."
"Gak perlu bilang, jika kamu suka ini suka itu nanti aku beliin, oke. Sekarang kamu makan bubur ini dulu."
"Hmm... Baiklah, tapi suapin." sambil tersenyum manja.
Aditia lalu menyuapi delia, dan terlihat mereka tertawa dan sesekali bercanda. Tanpa mereka sadari jika ada seseorang yang tengah mengintip dari celah pintu sambil mengepalkan tangannya. Dan kemudian orang tersebut langsung meninggalkan ruang rawat delia.
"Kaya ada orang di luar, aditia."
"Mungkin cuman perawat yang lewat."
"hmm..."
Dan aditia melanjutkan kembali menyuapi delia.
"hmm, aditia."
"Jangan panggil aditia."
"Panggil apa dong."
"Sayang, ayah, bebby biar lebih romantis gituh."
"Gak mau."
__ADS_1
"Dihh..."
"Aditia, aku mau jalan-jalan, aku suntuk di kamar terus."
"Ya udah, beres makan kita jalan-jalan ke taman rumah sakit."
"Makasih."
Skip.
Setelah selesai makan, kini aditia tengah mendorong delia menggunakan kursi roda. Dan delia nampak nyaman berada di kursi roda, tak beberapa lama mereka sudah sampai di taman, dan tak jauh dari sana terlihat dokter clara tengah duduk sambil meminum sesuatu.
"Kita ke sana yah." ajak aditia
"Kemana."
"Kita samperin temen waktu kecil aku, sekaligus ngenalin kamu ke dia."
"Ya, udah ayo."
Dan aditia mendorong kursi roda delia mendekati clara.
"Clara."
Mendengar suara aditia, clara langsung melihatnya dengan rasa senang tapi seketika rasa senangnya hilang ketika melihat aditia ternyata membawa delia bersamanya.
"Eh aditia."
"Clara, kenalin ini delia."
"Delia." Ucap delia sambil menyodorkan tangannya pada clara.
"Clara." sambil membalas jabatan tangan delia.
"Oh, iyah maaf aditia. Aku harus pergi dulu karena ada pasien yang harus di tangani." Sambil melangkah pergi tanpa mendengar jawaban dari aditia.
"Ada apa dengan temanmu itu."
"Mungkin dia lagi sibuk, biarin ajalah lagi pula itu juga bukan kita."
"hmmm.."
Lalu aditia kembali melanjutkan jalan-jalannya bersama delia, tanpa mereka ketahui jika clara tengah memperhatikan mereka dengan tatapannya yang tajam.
__ADS_1