
Dan pak wijoyono langsung melenggang pergi, tanpa melihat delia yang kini masih di buat kebingungan akan ucapan dari pak wijoyono.
---------------------------------
Dan di dalam kamar terlihat delia tengah melamun sambil memikirkan tentang ucapan dari pak wijoyono, dan kenapa ibu aditia bisa mirip sekali dengan dirinya.
Apa mungkin delia dengan aditia adalah saudara? tapi delia tak bisa menyimpulkan seperti itu, karena bisa saja pak wijoyono hanya mengarang semua itu bukan. Mungkin ini cara yang lain pak wijoyono untuk memisahkan delia dengan aditia.
Tak ingin ambil pusing, delia lebih memilih kembali tidur karena besok dia harus bersiap-siap untuk pulang.
skip...
Terlihat kini delia masih terlelap dalam tidur nyenyaknya, tanpa di sadari jika aditia sudah berada di dalam kamar rawat delia, dan kini aditia tengah melihat delia yang sedang tertidur nyenyak dan sesekali tangannya mengusap rambut delia.
Sedikit terganggu karena aktivitas aditia yang tengah mengusap rambutnya, membuat delia terbangun dari tidurnya.
"Hmmm..." Perlahan delia membuka matanya.
"hmm... kok kamu udah ada di sini?" Sambil menarik selimutnya sampai ke atas kepala.
"Bangun delia, katanya mau pulang."
Mendengar kata pulang delia langsung terbangun dari tidurnya, aditia yang melihat tingkah konyol delia hanya bisa terkekeh.
"Mandi sana, setelah mandi baru kita pulang."
"Aku gak mau mandi! kata dokter luka ku gak boleh terkena air."
__ADS_1
"Tapi itu dulu, dan sekarang lukamu sudah pulih delia, jadi boleh terkena air juga."
"hmm..." Terlihat delia mengeluarkan wajah memelasnya karena dia tak ingin mandi.
"Cepat mandi delia, aku tak ingin membawa wanita bau ke rumahku."
"Ya udah, pulangkan aku ke apartemenku saja. Lagi pula siapa juga yang mau tinggal rumah mu." Oceh delia sambil berjalan menuju kamar mandi.
Dan aditia hanya tertawa ketika melihat tingkah konyol delia, kemudian aditia tak sengaja melihat selembar foto di atas ranjang delia, karena penasaran aditia pun mengambil foto tersebut dan melihatnya.
Seketika netralnya membulat, ketika dia tahu yang ada di dalam foto tersebut adalah ibunya.
"Dari mana delia mendapatkan foto ini."
Skip.
"Ada apa?"
"Dari mana kau dapatkan foto ini." Sambil menyodorkan selembar foto.
"Oh, foto itu aku dapatkan dari ayahmu."
"Ayah ku?"
"Iyah, setelah kau pergi dia datang kemari."
"Apa saja yang dia katakan."
__ADS_1
"Iyah seperti biasa menanyakan kabarku, dan..."
"Dan apa?"
"Dan dia menceritakan perihal tentang kematian ibumu, katanya ibu mu itu selingkuh itulah sebabnya dia melakukan tindakan yang keji terhadap ibu mu, dan kemudian dia mengatakan kalau aku sangat mirip dengan ibumu."
Setelah mendengar ucapan delia, kemudian aditia membandingkan wajah ibunya dengan delia. Jika di pikir-pikir delia dengan ibunya memang bisa di bilang mirip, jujur saja aditia sudah tak terlalu ingat dengan wajah ibunya. Bahkan di rumah pun sudah tak ada lagi foto-foto ibunya, dan ketika aditia melihat foto yang di temukannya di ranjang delia di baru bisa kembali mengingat wajah ibunya.
Di benak aditia, apa maksud dari ayahnya mengatakan itu semua pada delia, jika benar ibunya selingkuh kenapa harus mengatakan pada delia bukan pada dirinya.
Yang aditia takutkan adalah jika delia adalah anak dari ibunya dengan selingkuhannya, jika benar begitu aditia tak bisa membayangkan itu semua, dan kini aditia harus mencari tahu terlebih dahulu.
"Apa yang kamu pikirkan aditia."
"Tidak ada."
"Aku masih penasaran, apa maksud dari ayahmu mengatakan itu semua padaku."
"Sudah gak perlu di pikirin ucapan dari orang tua itu."
"Tapi..."
"Gak ada tapi-tapian, oke. Sekarang ayo kita pulang."
"Ya udah."
Dan kini delia dan aditia berjalan meningalkan kamar rawat sekaligus meninggalkan rumah sakit tersebut.
__ADS_1