
Lalu imelda membisikkan rencananya pada stefani, terlihat sebuah senyuman di wajah stefani ketika mendengar rencana imelda.
---------------------------------
Kini terlihat stefani tengah memberikan sebuah obat di minuman aditia, dan tak lupa dengan senyuman liciknya.
"Sekarang kau akan jadi milikku aditia."
Setelah memberikan obat pada minuman aditia, stefani langsung pergi. Terlihat kini aditia berjalan dan hendak meminum minuman yang di berikan obat oleh stefani.
Dan saat bibir aditia bersentuh, aditia mencium bau sesuatu yang cukup asing di minumannya.
"Hmmm, kau ingin bermain denganku, rupanya."
Lalu aditia berjalan pergi ke suatu tempat sambil membawa minumannya, setelah lama berjalan kini aditia telah menemukan seseorang yang sedang dia cari.
"Om saktria."
"Oh, kau rupannya aditia, aku kira siapa? Ada apa kau mencariku aditia."
"Oh, ini tadi aku bertemu dengan stefani, dia menyuruhku untuk memberikan minuman ini kepadamu." Sambil menyodorkan minumannya pada satria.
"Ucapkan terimaksih kepada stefani."
"Baiklah."
Lalu satria langsung meneguk habis minuman yang aditia berikan.
"Kalau begitu om aku pergi dulu."
__ADS_1
"Hmm."
Dan aditia langsung melenggang pergi meninggalkan satria yang tengah duduk sambil memainkan handphonenya.
Dan terlihat tubuh satria sedikit tak enak, dia merasa sedikit kegerahan.
Di lain tempat...
Terlihat kini aditia tengah mencari keberadaan stefani, dan tenyata stefani sedang berada di kamar dengan mamakai piyama dewasa yang seksi, dan kini aditia akan memulai kembali sandiwaranya.
"Stefani."
"Iyah aditia."
Kini aditia berjalan mendekati stefani, dan langsung duduk di samping stefani.
"Maafkan aku." Sambil memegang kedua tangan stefani.
"Maaf karena telah memperlakukanmu dengan buruk, aku berjanji akan memperbaiki semuanya dari awal."
"Iyah, aditia tak apa." Sambil memeluk tubuh aditia, dan terlihat aditia tersenyum.
"Oh, iyah tadi aku mendengar jika om satria mencarimu."
"Untuk apa dia mencariku."
"Aku tak tahu, mungkin dia ada kepentingan denganmu dan lebih baik kau segera menemuinya."
"Baiklah."
__ADS_1
Lalu stefani langsung bergegas pergi mencari satria tapi sebelum itu dia mencium pipi aditia.
Skip.
Setelah bertanya ke beberapa pelayan tentang keberadaan satria, kini stefani sedang berjalan menuju kamar pribadi satria karena kata para pelayan bahwa satria kini sedang berada di kamarnya.
Tok, tok, tok
Tak ada sautan ketika stefani mengetuk pintu kamar om satria.
"Mungkin dia lagi gak ada." Saat hendak meninggalkam kamar satria, stefani mendengar suara benda jatuh dari dalam kamar satria.
Karena rasa penasaran, stefani memutar gagang pintu dan ternyata pintu kamar satria juga tak di kunci, dan di lihatnya satria sudah dalam keaadaan yang sangat memperihatinkan dia seperti sedang menahan sesuatu.
Stefani yang melihat satria dalam keaadaan seperti itu langsung berlari mendekati satria.
"Om satria kamu kenapa."
Satria yang melihat stefani datang berusaha untuk tak melampiaskan gairahnya pada stefani, tapi apa boleh buat pakaian yang kini stefani pakai sangat menggoda baginya di tambah lagi belahan yang sedikit terlihat dan itu semua membuat satria sudah tak tahan lagi.
Di tariknya tubuh stefani ke atas ranjang, stefani yang melihat satria kini membuka satu persatu pakaiannya langsung berusaha pergi tapi satria menahan tangan stefani dan langsung menindih tubuh menggoda sfefani.
"Apa yang kau lakukan om, hentikan."
Satu persatu pakaian stefani langsung di buka paksa oleh satria, dan kini satria akan memulai aksinya menjantani stefani.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
__ADS_1
Makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~