Cinta Psychopath (S1 & S2)

Cinta Psychopath (S1 & S2)
#102 Melepas rindu.


__ADS_3

Dan kini dengan ragu aditia memegang gagang pintu rumah pak wijoyono, lalu perlahan aditia membuka pintu rumah pak wijoyono.


----------------------------------


Saat aditia membuka pintu, betapa terkejutnya dia ketika melihat wanita yang tengah duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.


*


Delia mendengar suara pintu terbuka dan saat dia melihat ke arah pintu, netralnya langsung membulat saat melihat pria yang tengah berdiri di pintu masuk sambil memandangnya dalam keadaan basah kuyup.


"Aditia." Ucap delia.


Lalu delia langsung berlari menuju pria tersebut, dan saat dia ada di hadapan pria itu. Delia menyentuh wajah aditia yang basah akibat air hujan.


"Apa benar yang ku lihat ini dirimu aditia."


"Iya benar delia."


Saat itu pula aditia langsung memeluk tubuh delia, dan delia pun membalas pelukan aditia sambil menangis. Dia sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan aditia.


Saat sedang asiknya melepas rindu, tanpa mereka sadari jika pak wijoyono melihat mereka. Dan pak wijoyono berjalan mendekati aditia yang tengah memeluk delia.


"Aditia." Panggil ayahnya pelan.


Aditia yang mendengar suara ayah yang sangat dia rindukan lalu aditia langsung melihat sumber suara itu, dan di lihatnya ayahnya tengah memandang aditia sambil berkaca-kaca.


Dan aditia langsung melepaskan pelukan delia, dan berlari menuju ayahnya, dan aditia langsung memegang kedua kaki ayahnya sambil menangis.


"Maafkan aku, selama ini selalu menyakitimu..."


"Berdiri aditia, kau tak boleh seperti ini."


Lalu aditia berdiri, dan ayahnya memandang aditia dan langsung memeluk aditia.

__ADS_1


"Syukurlah jika kau telah kembali nak, kami di sini sangat merindukanmu."


"Aku juga sangat merindukan kalian, dan dimana yoga aku tidak melihatnya."


"Yoga dia sedang ada urusan bisnis di luar kota."


"Hmm..."


Lalu aditia melihat ayahnya dan delia, di lihatnya pakaian mereka menjadi basah karena ulah aditia.


"Maafkan aku, pakaian kalian menjadi basah."


"Tak apa aditia." Ucap delia.


"Lebih baik sekarang kau ganti baju." Ucap ayah aditia.


"Baiklah."


Lalu delia mengajak aditia pergi ke kamarnya untuk berganti baju.


Di dalam kamar.


Kini aditia sudah berganti pakaian, dan terlihat aditia sedang duduk di ranjang di temani oleh delia yang sedang bersandar di dada bidang aditia.


"Delia aku sangat merindukanmu." Ucap aditia sambil membelai rambut delia.


"Aku juga aditia, kenapa kau baru pulang ke jakarta."


"Ceritanya panjang delia dan lagi imelda mengatakan jika kau dan ayah sudah tiada dalam kecelakaan itu."


"Apa? dia mengatakan hal itu kepadamu."


"Benar, dan yang lebih parah lagi dia menikahkan ku dengan wanita lain."

__ADS_1


"Apa? Menikah." Terlihat delia terkejut dengan ucapan aditia.


"Benar."


Dan delia langsung menjauhkan dirinya dari aditia.


"Ada apa delia." Sambil memegang tangan delia.


Tapi tangan aditia langsung di tepis oleh delia. "Lepas aku tak ingin berdekatan dengan suami orang lain."


Ingin rasanya aditia tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi delia yang tengah marah. Lalu delia hendak pergi, tapi saat delia melangkah aditia langsung menarik tangan delia dan menariknya ke atas ranjang, dan di peluknya tubuh delia.


"Aku tak memiliki seorang istri delia, karena wanita itu sudah mati."


"Bagaimana bisa."


"Kau pasti sudah tahu bukan."


Senang rasanya delia ketika mendengar bahwa aditia berstatus tidak memiliki istri.


"Aku merindukan tubuhmu sayang." Ucap aditia tepat di telinga delia.


Seketika wajah delia langsung memerah saat aditia mengucapkan kata-kata tersebut. Aditia merasa gemas ketika melihat wajah wanitanya itu tengah memerah menahan malu, tanpa aba-aba lagi aditia langsung mencium mesra bibir delia.


Di saat mereka tengah bercinta, tanpa mereka sadari pintu kamar terbuka dan terlihat bagas tengah memandang ibunya yang sedang bercumbu dengan seorang pria yang tidak dia kenali.


"Mami." Ucap bagas sambi menangis.


Delia yang mendengar panggilan bagas langsung melihat ke arah pintu, betapa terkejutnya dia melihat bagas yang tengah manangis di depan pintu sambil melihat ke arah delia dan aditia.


***


Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊

__ADS_1


Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~


__ADS_2