
Dan aditia berjanji akan membuat hidup wanita itu bagikan di neraka, karena aditia adalah orang yang tak memiliki rasa kasihan pada siapa pun.
---------------------------------
Tak terasa waktu sudah 2 bulan setelah pernikahan aditia dengan stefani, dan selama itu pula aditia tak pernah menyentuh stefani dia selalu merendahkan stefani dengan ucapan-ucapannya yang pedas.
Prang..
"Apa kau tak bisa mencuci piring, kau terus saja memecahkannya." Bentak aditia.
"Maaf tadi tangan ku licin, jadi aku tak segaja memecahkannya."
"Alasan, aku heran kenapa ibuku memilih seorang wanita yang manja dan tak berguna sepertimu untuk menjadi istriku."
Stefani tak menjawab dia hanya menundukkan kepalanya, karena baginya di bentak dan di caci maki oleh aditia sudah menjadi makanan sehari-harinya.
Melihat stefani yang sudah tak menjawab ucapannya, aditia memilih untuk segera pergi meninggalkan stefani.
Di lain tempat...
Terlihat delia tengah duduk sambil melihat pemandangan luar, dan tangan delia mengelus perutnya yang sudah sedikit membesar.
"Jika saja ayahmu ada di sini, pasti dia senang akan kehadiranmu nak." Ucap delia pada si cabang bayi.
Yah, jika saja aditia ada di sini mungkin mereka akan menjadi keluarga kecil yang sangat bahagia, dan tak jauh dari sana pak wijoyono melihat delia yang tengah melamun, dia sangat kasihan dengan kondisi delia saat ini tapi mau bagaimana lagi sudah banyak cara pak wijoyono mencari informasi tentang keberadaan aditia tapi hasilnya nihil dia tak menemukan keberadaan aditia.
Dan kini delia tinggal di rumah pak wijoyono, lebih tepatnya delia sekarang menjadi putri angkat pak wijoyono dengan nama baru yaitu Delia wijoyono putri anjani. Dan delia sangat bahagia karena sekarang dia mendapatkan keluarga baru, tapi meski begitu hari-hari nya sangat hampa karena tak ada aditia di sisinya.
__ADS_1
"Delia." Panggil pak wijoyono.
"iyah ayah."
Lalu pak wijoyono berjalan mendekati delia.
"Kau jangan terus terpuruk dengan semua ini delia."
"Hmmm, iyah."
"Kita pasti akan menemukan keberadaan aditia, dan membawanya pulang dari cengkraman wanita itu tapi mungkin membutuhkan waktu yang lama delia."
"Berapa lama?"
"Aku tak bisa memperkirakannya, tapi yang jelas kita harus mempersiapkan semuanya dari sekarang."
"Maksunya? apa yang harus kita persiapkan."
"Jadi maksudnya?"
"Aku berencana menjadikanmu dan yoga sebagai penerus perusahaanku, dan kau akan memulai kembali kuliah mu untuk mengasah kemampuan mu dalam bidang bisnis."
"Tapi aku kuliah jurusan kedokteran."
"Oleh sebab itu aku berencana menguliahkan mu lagi di jurusan bisnis, tapi itu semua tergantung padamu jika kau ingin membawa aditia kembali kau bisa mengikuti saranku."
Terlihat delia berpikir sejenak.
__ADS_1
"Baiklah aku setuju."
"Baguslah."
Dan kini delia akan membalas imelda, meski harus menunggu beberapa tahun lamanya delia tak khawatir karena baginya yang penting bisa membawa aditia kembali ke sisinya.
Kembali ke kalimantan...
Terlihat stefani tengah berlari menuju ruang tamu rumah imelda, dan saat melihat imelda yang tengah duduk sambil meminum sebuah teh, stefani langsung memeluknya.
"Ada apa dengan mu fani."
"Hiks, hiks, hiks, aditia, dia seperti tak menyukai ku sama sekali."
"Omong kosong, itu tak benar fani."
"Tapi dia selalu memperlakukanku layaknya seorang pembantu, bahkan dia tak pernah menyentuhku sama sekali."
Imelda yang mendengar ucapan stefani tentang prilaku aditia pada dirinya berusaha menenangkan stefani agar dia tak menangis lagi.
"Tenang sayang, kamu jangan menangis lagi. Mamah punya ide biar aditia bersifat lebih baik padamu."
"Apa itu."
Lalu imelda membisikkan rencananya pada stefani, terlihat sebuah senyuman di wajah stefani ketika mendengar rencana imelda.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Dan makasih sudah luangin waktu buat baca novel author.~