
Lalu mereka memesan makanan dan menyantap nya dengan sesekali bercanda tawa dan di lihat aditia sangat perhatian kepada delia, membuat sarah menggerutu pada hendra karena dia tak seperhatian aditia.
----------------------------------
Di kampus...
Terlihat sebuah mobil mewah memasuki kawasan kampus, semua mata tertuju pada sosok yang keluar dari dalam mobil tersebut.
"Waw.. Cantik banget."
"Siapa tuh, cantik banget."
Seperti itulah ucapan beberapa orang , dan orang yang ke luar dari dalam mobil tersebut hanya tersenyum ramah.
"Cihhh... dasar orang-orang kampung, baru pertama kali liat cewe cantik kali yah." Pikirnya dalam hati. "Sekarang lebih baik aku harus cari kak aditia." Senyumnya mengembang ketika memikirkan dia dan aditia akan segera bersama.
*D**i tempat lain*...
Terlihat aditia, hendra, sarah dan delia tengah berjalan sambil mengobrol sesekali mereka bercanda tawa.
"Ya udah kita berpisah di sini, oke." Ucap sarah.
"Iyah sayang, jangan lupa nanti pulangnya aku temput." Ucap hendra pada sarah.
"Uhhhh... Kamu cocuittt..." Ucap sarah sambil mencibut kedua pipi hendra.
Delia hanya tersenyum ketika melihat tingkah konyol kedua pasangan tersebut.
"Ya udah ayo." Ajak delia pada sarah tapi tangan delia di tahan oleh aditiam
"Kau tak akan memberikan kecupan selamat tinggal." Ucap aditia.
__ADS_1
"Untuk apa, nanti juga kita akan ketemu lagi." Ucap delia.
"Ya sudah, nanti aku tunggu kau di parkiran." Ucap aditia .
"Oke." Ucap delia lalu melenggang pergi meninggalkan aditia dan hendra.
"Ayo." Ajak aditia pada hendra.
Lalu mereka pun pergi ke kelasnya tapi sebelum sampai ke kelas aditia dan hendra bertemu dengan tiara.
"Kak aditia." Panggil tiara.
Dan yang di panggil langsung menengok.
"Ada apa." Tanya aditia.
"Siapa ini." Tanya hendra pada aditia.
"Aku sekarang kuliah di sini loh." Ucap tiara.
"Terus?" Jawab aditia singkat.
"Tidak, dan apakah om wijoyono sudah memberitahu pada kak aditia tentang..." ucapa tiara di potong langsung oleh aditia.
"Tentang apa?"
"Tentang pertunangan kita." Ucap tiara berharap mendapat respon positif dari aditia tapi kenyataan nya berbeda.
"Jangan mimpi ingin bertunangan dengan ku" Ucap aditia.
"Tapi ini rencana om wijoyono dan lagi pula tak baik buka melawan perintah seorang ayah." Ucap tiara sambil menyeringai.
__ADS_1
"heh... Dengarkan ucapan ku baik-baik tiara. Yang merencanakan pertunangan mu adalah orang tua itu maka menikah lah dengan nya bukan dengan ku, karena dia yang menginginkan nya bukan aku." Ucap aditia. "Dan lagi pula aku sudah punya calon istri." Ucapnya lagi lalu melenggang pergi meninggalkan tiara.
Tiara mengepalkan tangannya karena marah belum pernah dia di tolak dan di permalukam seperti ini oleh seorang pria.
"Awas kau aditia." Ucap nya sambil melenggang pergi.
Tanpa tiara sadari jika dari tadi ada seseorang yang mendengar obralannya dengan aditia.
Saat tiara sedang berjalan sendiri di lorong kampus.
"Keluarlah aku tahu kau mengikuti ku sejak tadi." Ucap tiara.
Dan keluarlah sherly dari tempat persembunyian nya.
"Siapa kau." Ucap tiara.
"Perkenalkan nama ku sherly." Ucapnya
"Mau apa kau mengikuti ku." Tanya tiara.
"Tadi aku tak sengaja mendengar, bahwa kau adalah tunangan kak aditia" Ucap sherly. "Tapi sayangnya kak aditia ternyata sudah mempunyai kekasih." Ucap sherly.
"Lantas apa mau mu?" Ucap tiara.
"Tidak, aku hanya ingin mengajakmu berkerja sama." Ucap sherly.
"Bekerja sama untuk apa." Tanya tiara.
"Begini kau menginginkan kak aditia dan aku membenci kekasihnya jadi jika kita bekerja sama untuk melenyapkan delia maka kau bisa memiliki kak aditia seutuhnya." Ucap sherly.
Lalu tiara berpikir sejenak. "Baiklah aku terima tawaran mu." Ucap tiara.
__ADS_1
"Gitu dong." Ucap sherly. "adasar bodoh mau aja di jadikan kambing hitam dan pada akhir nya kak aditia akan jatuh ke dalam pelukan ku." Ucap sherly dalam hati.