
"Awas kau delia, karena mu aditia melakukan ini semua padaku." Ucap clara dan dia pun langsung berjalan pergi meninggalkan rumah aditia dengan tatapannya yang marah.
----------------------------------
Kini terlihat delia tengah terbaring di rumah sakit, dan aditia setia menemani delia.
Dan tak beberapa lama datang sarah bersama ridho.
"Aditia!" Teriak sarah.
Dan aditia langsung melirik ke arah sumber suara tersebut, terlihat sarah berjalan dengan tatapan marah kepada aditia.
"Apa yang kau lakukan pada delia, aditia." Teriak sarah sambil mencengkram kerah baju aditia.
"Sudah sarah, redakan emosi mu itu, ingat ini di rumah sakit." Ucap ridho.
Lalu sarah melepaskan cengkramannya pada kerah baju aditia.
"Untuk apa kalian kemari?" Tanya aditia.
"Untuk apa kau bilang? yang jelas untuk menjauhkan delia dari orang sepertimu." Ucap sarah.
"Memangnya kau siapa hingga berani menjauhkan delia dariku." Teriak aditia.
"Aku sahabatnya, memangnya kenapa." Balas sarah.
"Kau.." Sambil mencengkran baju sarah.
__ADS_1
"Tak etis jika seorang pria bermain kasar kepada wanita." Ucap ridho.
Dan aditia langsung melepaskan cengkramannya pada sarah.
"Karena kau sahabat delia maka aku masih memberi toleransi." Ucap aditia sambil menunjuk sarah dengan jarinya.
Dan kemudian delia tersadar dari pingsannya.
"Apa yang kalian sedang lakukan." Ucap delia. "Aww..." Terlihat delia memegangi bagian tulang rusuknya yang patah.
"Kau jangan banyak bergerak delia." Ucap aditia sambil memegangi tubuh delia agar kembali berbaring.
"Jangan kau sentuh tubuh sahabatku, aditia." Sambil menepis tangan aditia dari tubuh delia.
"Kau..." Sambil menunjuk sarah.
"Lebih baik kau pergi dari sini aditia." Ucap sarah.
"Aku tak berbicara dengan mu sarah." Teriak aditia.
"Yang sarah katakan memang benar, lebih baik kau pergi dari ini."
"Delia, kau.." Terlihat aditia tak percaya ketika delia mengatakan hal itu.
"Ku bilang pergi, aku tak mau melihatmu lagi."
Terlihat aditia terdiam, dia tak habis pikir jika kecerobohannya akan berakibat fatal seperti ini.
__ADS_1
"Jika itu yang kau mau, maka aku akan pergi delia." Ucap aditia sambil menatap sendu delia.
Dan delia segera memalingkan wajah nya dari pandangan aditia, aditia yang melihat delia memalingkan wajahnya langsung berjalan keluar dari raung rawat delia.
Terlihat delia memandang punggung aditia yang menghilang di balik pintu kamar rawatnya, sebenarnya dia tak ingin mengatakan itu tapi delia harus sedikit memberikan pelajaran pada aditia, agar dia tak melakukan kesalahan yang sama di lain waktu.
di lain tempat...
Terlihat kini aditia tengah menyetir entah kemana, dia tak tahu arah dan tujuannya sekarang. Dunianya seperti berakhir ketika delia menyuruhnya pergi dan tak ingin melihat wajahnya lagi.
"Kenapa kau lakukan ini delia." Ucap aditia.
Lalu kini aditia mengemudi dengan kecepatan penuh, dia sudah tak peduli akan nyawanya sendiri karena baginya sekarang hidupnya tak akan ada artinya jika delia sudah tak berada di sisinya lagi.
Tanpa di sadari dari arah berlawanan ada mobil truk yang melaju dengan cepat, dan netral aditia membulat ketika dia menyadari jika dia melawan arah.
"Bedebah." Ucapnya.
Dan tak bisa di hindari lagi, mobil aditia bertabrakan dengan sebuah truk. Terlihat tubuh aditia terpental ke dari dalam mobil dan tergeletak di atas aspal, dan langsung banyak orang yang berlari menuju tempat kecelakaan.
Dan para warga langsung menolong supir truk yang terjepit di dalam mobil, dan sebagian lagi menolong aditia yang kini tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari kepala dan bagian tubuhnya yang lain.
***
Jangan lupa like dan votenya yah. 😊😊😊
Dan makasih udah luangin waktu buat baca novel author.~
__ADS_1