
Aditia yang melihat anak buah nya pergi mencari keberadaan delia . Dia berjalan menuju tempat tidur nya dan membaringkan tubuh nya di atas kasur milik nya , pikiran nya terus melayang memikirkan keberadaan delia .
----------------------------------
Hari semakin larut tapi tak ada kabar dari anak buah nya tentang keberadaan delia .
"Bedebah , dasar anak buah tak berguna untuk mencari delia saja mereka tak becus ." teriak aditia sambil melempar barang-barang yang ada di kamar nya .
Lalu aditia langsung pergi meninggalkan rumah nya , dia pergi ke rumah ayah nya , karena aditia curiga jika ayah nya yang menculik delia .
Skip .
Tak beberapa lama aditia sampai di kediaman wijoyono , dengan langkah kaki yang cepat dan wajah yang geram dia langsung memasuki rumah ayah nya .
Brakkk...
Suara pintu di tendang , membuat pak wijoyono tersentak karena kaget .
"Apa yang kau lakukan aditia , tak bisa kah kau datang secara sopan ."
"Tak perlu basa-basi , ke mana kan delia ."
"Apa maksud mu ."
"jangan pura-pura bodoh wijoyono ."
"Berani nya kau memanggil ku dengan nama ku , dasar anak durhaka ."sambil tangan nya ingin menampar aditia , tapi aditia langsung menangkap tangan ayah nya .
__ADS_1
"Kau kira bisa memukul ku ." Sambil menghempaskan tangan pak wijoyono .
"Kau , datang ke sini marah-marah menanyakan wanita miskin itu pada ku , apa kau kira aku pengasuh nya ."
"Sebaik nya kau pegang ucapan mu itu , dan jika aku mengetahui bahwa kau menyembunyi kan delia maka kau akan tahu akibat nya ."
Lalu aditia langsung berbalik pergi meninggalakan rumah tersebut .
Kemudian aditia mengendarai mobil nya tanpa tujuan , hari semakin malam dan udara pun semakin dingin , tapi delia tak kunjung di temukan .
Aditia terus berpikir keras , kemana lagi dia harus mencari keberadaan delia .
Tiara
Nama itu kemudian muncul di pikiran aditia , lalu aditia langsung pergi ke rumah sakit jiwa tempat tiara di rawat .
Lalu aditia melangka memasuki kawasan rumah sakit tersebut , dia mencari dokter jaga yang biasa nya bertugas untuk menjaga pasien pada malam hari .
Di lirik nya jam sudah menunjukan pukul 23.00 WIB , aditia terus berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit yang cukup mencekam .
"Di mana ruang dokter nya ."
Lalu aditia melihat handphone nya , lalu dia di kaget kan dengan seseorang yang menepuk bahu nya .
"Maaf tuan , anda sedang apa di sini ." ucap seorang pria yang ternyata seorang dokter .
"Saya ingin menjenguk seseorang ."
__ADS_1
"Menjenguk ,sekarang sudah malam anda tak bisa menjenguk pasien ."
"Tapi saya harus melihat nya sekarang , ini penting sekali ."
"Baik lah tuan , tapi kau tak bisa berlama-lama ."
"Terimakasih ."
"Siapa nama pasien nya ."
"Tiara ."
Dokter jaga yang mendengar nama tiara langsung tersentak kaget .
"Seperti nya kau tak bisa menjenguk nya ."
"kenapa ."
Raut wajah dokter itu terlihat serius dan seperti orang yang ketakutan .
"Mari kita bicara di ruangan ku ."
Aditia yang melihat wajah serius dari dokter tersebut , lalu mengiyakan ajakan dokter tersebut untuk berbicara di ruangan nya .
Aditia melewati beberapa lorong yang cukup gelap dan mencekap dan dia juga melihat beberapa pintu yang di halangi dengan jeruji besi .
Aditia terus bertanya dalam hati , apa yang terjadi sebenar nya pada tiara . kenapa dokter itu seperti ketakutan ketika dia menyebut nama tiara .
__ADS_1