
Dan kini mereka akan menjadi sepasang suami istri yang siap membalaskan dendam kepada delia dan aditia.
---------------------------------
Kini terlihat delia sedang berjalan kencang menuju kamarnya sambil membawa bagas.
"Delia, delia tunggu delia." Teriak aditia.
Tapi delia tak mendengarkan ucapan aditia, lalu dia menitipkan bagas pada pengasuhnya.
Kini delia sudah berada di kamarnya sambil membereskan pakaiannya.
"Delia apa yang kau lakukan." Tanya aditia.
"Seperti yang kau lihat, aku sedang membereskan pakaianku." Ucap delia penuh emosi.
"Tidak, tidak kau tak boleh pergi, ku mohon dengarkan dulu penjelasanku." Ucap aditia memohon.
"Apa lagi, tak ada yang perlu di jelaskan, semuanya sudah jelas." Ucap delia.
"Dengarkan aku delia, dengarkan aku." Ucap aditia sambil memegang kedua pundak delia.
"Baiklah." Ucap delia.
"Dengarkan aku, dulu aku berpacaran dengan angel hampir 2 tahun. Dan kau tahu dia wanita yang cantik dan seksi, dan aku otomatis tergoda. Pria mana yang bisa menahan nafsunya jika dia di suguhi tubuh molek yang sangat menggoda, dan saat itu aku hilap dan terjadilah." Ucap aditia.
Delia mengepalkan tangannya saat mendengarkan penjelasan konyol aditia.
"Sudah tak ada lagi yang perlu di jelaskan." Lalu delia kembali mengemasi barang-baranya.
"Delia, delia aku sudah menjelaskan kenapa kau masih marah." Tanya aditia.
"Wanita mana yang tak akan marah jika mengetahui suaminya memiliki anak dari wanita lain." Teriak delia.
"Maafkan aku delia, kau tahukan aku dulu bahkan melupakanmu karena nenek sihir itu." Ucap aditia sambil memeluk delia dari belakang.
Delia terdiam senjenak, dia tak bisa menyalahkan sepenuhnya pada aditia karena saat itu aditia tak mengingatnya karena ulah imelda.
__ADS_1
"Maafkan aku yah sayang, ku mohon." Ucap aditia sambil terus memeluk delia.
"Baiklah, aku memberimu 1 kesempatan lagi." Ucap delia.
"Terimakasih delia." Ucap aditia.
"Tapi bagaimana dengan anak yang di kandung oleh angel?" Tany delia.
"Biarkan saja, itu bukan urusanku." Jawab aditia.
"Tapi itu anakmu, darah dagingmu!" Bentak delia.
"Aku tak peduli." Jawab aditia simple.
"Kau harus bertanggung jawab aditia." Ucap delia.
"Apa maksud ucapanmu itu, memangnya kau mau aku menikah lagi." Ucap delia.
"Sebenarnya aku tak mau tapi aku juga seorang wanita, aku tahu bagaimana rasanya mengandung seorang anak tanpa seorang ayah." Ucap delia.
"Terserah kau saja." Ucao delia sambil melepaskan pelukan aditia.
"Kau mau kemana?" Tanya aditia.
"Aku ingin menghirup udara segar." Ucap delia.
"Mari ku antar." Ucap aditia sambil menyambar kunci mobilnya.
"Tak usah." Ucap delia.
"Ayo." Ucap aditia sambil manarik tangan delia.
Kini delia dan aditia berada di dalam mobil, dan terlihat aditia mengendarai mobilnya ke suatu tempat.
"Kita akan kemana." Tanya delia.
"Kau inginnya kemana." Ucap aditia.
__ADS_1
"Gak tahu." Jawab delia.
"Udah jangan marah lagi nanti cantiknya hilang loh." Ucap aditia.
"Basi." Ucap delia.
Lalu aditia menarik hidung delia.
"Lepasin." Ucap delia.
"Gak mau, biar hidungnya jadi mancung harus di tarik kaya gini." Ucap aditia.
"Aku gak pesek, lepasin aditia sakit." Ucap delia.
"Hahaha... Baiklah, baiklah." Ucap aditia sambil meleskan tangannya.
Kini aditia kembali pokus pada jalanan, dan mobilnya berhenti di sebuah tempat makan.
"Kok kita ke sini." Tanya delia.
"Bukankah kau sangat suka seblak ceker." Ucap aditia.
"Uhhh, ku kira kau sudah lupa." Ucap delia.
"Tak akan, aku selalu mengingat sesuatu yang di sukai dan yang tidak di sukai olehmu." Ucap aditia.
"Hmm, makasih." Ucap delia.
"Ya udah, ayo kita turun." Ajak aditia.
Kini delia dan aditia memesan seporsi seblak ceker yang sangat pedas, terlihat delia sangat bahagia bisa seperti ini dengan aditia, mereka seperti kembali ke masa lalu.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊
Makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~
__ADS_1