
Pak wijoyono langsung membuka pintu kamar rawat aditia, dan terlihat aditia tengah bersama delia. Saat pintu terbuka aditia dan delia langsung melihat siapa yang membuka pintu, sontak mereka terkejut ternyata yang mengunjunginya malam-malam adalah pak wijoyono.
----------------------------------
Terlihat aditia dan delia silih menatap satu sama lain, sementara pak wijoyono kini berjalan mendekati mereka berdua.
"Ada keperluan apa kau kemari orang tua." Begitulah ucapan aditia.
"Setidaknya kau sedikit sopan aditia."
"To the point saja."
"Aku ingin membawa mu pulang, dan merawatmu di rumah saja."
"Aku tak mau."
"Ini demi keselamatan mu aditia."
"Apa maksudmu?"
"Aku tak bisa menjelaskan sekarang, lebih baik kita pergi dari sini."
"Aku tak mau pergi."
Aditia bersikeras tak mau meninggalkan rumah sakit, karena dia ingin tahu alasan ayahnya mengajaknya segera meninggalkan rumah sakit.
__ADS_1
"Kau bisa membawa delia bersama kita pulang ke rumah."
Delia yang mendengar ucapan pak wijoyono, langsung membulatkan matanya dia tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Apa aku tak salah dengar orang tua." Ucap aditia sinis.
"Ya kau tak salah dengar aditia."
"Apa sebentar lagi akan kiamat sehingga kau mengatakan hal itu."
Pak wijoyono sedikit kesal terhadap semua ucapan dari aditia, tapi dia menahan kekesalannya itu karena mengingat aditia adalah putranya.
Tak ingin lagi meladeni ucapan aditia, pak wijoyono memilih menelpon seseorang.
Dan tak beberapa lama datang 4 orang pria dengan tubuh kekar dan berjas hitam.
Terlihat aditia tengah memberontak ketika ke 4 pria itu membawanya pergi di bantu dengan beberapa suster dan begitu juga dengan delia.
Kemudian aditia bersama delia di masukkan ke dalam ambulan, dan di dalam ambulan itu sudah ada pak wijoyono.
"Apa yang kau lakukan orang tua."
"Diamlah aditia."
"Aku tak bisa diam jika kau tak menjelaskan."
__ADS_1
Dan kini mobil ambulan itu sudah berjalan menuju ke kediaman wijoyono, terlihat delia hanya diam membisu ingin rasanya delia bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia ingat jika hubungannya dengan pak wijoyono tak terlalu baik dan oleh sebab itu delia lebih memilih diam.
"Jawab pertanyaanku orang tua." Teriak aditia.
"Sudah aditia, kau jangan marah-marah terus. Mungkin sesuatu yang penting sehingga ayahmu melakukan ini semua, dan ini pasti demi kebaikan mu juga aditia." Ucap delia menenangkan.
Terlihat aditia kini sedikit tenang setelah mendengar nasehat dari delia, dan sudut bibir pak wijoyono nampak terangkat melihat aditia sudah tak memberontak lagi.
Cukup lama mereka berjalan menuju kediaman wijoyono, dan dari arah belakang nampak sebuah mobil berwarna hitam tengah mengikuti mereka.
Pak wijoyono yang mengetahui hal itu sedikit panik, dia menyuruh supir ambulan itu untuk mempercepat laju mobilnya.
Tapi tetap saja mobil hitam itu terus mengikuti mereka, aditia yang mengetahui jika mobil yang dia tumpangi sekarang tengah melaju dengan kecepatan penuh.
"Kenapa kau menyuruhnya berlaju sangat kenjang!" Tanya aditia pada wijoyono.
Dan terlihat delia memegangi tangan aditia, entah kenapa dia memiliki pirasat buruk.
Dukk..
Mobil hitam itu menabrak bagian belakang mobil ambulan, terlihat aditia sedikit khawatir begitu pula dengan pak wijoyono.
Di pikiran pak wijoyono sekarang adalah membawa aditia dan delia ke kediamannya, karena di rumahnya adalah tempat teraman untuk saat ini, dan dia tak menyangka jika imelda akan melakukan pergerakan secepat ini.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Dan makasih udah luangin waktu buat baca novel author.~