
Seorang aditia tak pernah mengenal kata cinta dalam membalaskan dendamnya untuk orang yang di sayanginya, meski harus mengorbankan rasa cintanya tapi dia tak peduli.
---------------------------------
Kini aditia sedang mengemudi untuk segera pulang ke rumahnya, di dalam hatinya sudah tak sabar memberikan pelajaran pada delia anak wanita itu, tapi dalam hati kecil aditia sebenarnya dia tak tega untuk membuat delia menderita.
Tapi aditia telah terbutakan oleh amarah dan hasutan clara, jadi dia lebih memilih mengikuti hawa nafsunya dari pada logikanya.
Skip.
Sesampainya di rumahnya aditia langsung turun dari dalam mobil dan berjalan memasuki rumahnya dengan tatapan marah.
"Dimana delia." Tanya aditia kepada para pembantu.
"Nona sedang tidur di kamar, tuan."
Mendengar ucapan pembantunya, aditia langsung berjalan dengan marah ke dalam kamarnya. Di dapatinya delia tengah tertidur nyenyak, seketika wajah marah aditia tergantikan dengan tatapan sendu ketika melihat wajah polos delia.
"maafkan aku delia." Ucap aditia dalam hatinya.
Dan aditia berjalan ke kamar mandi, membawa segayung air dingin dan langsung menyiramkannya pada wajah delia yang masih tertidur.
Seketika delia langsung terbangun dari tidurnya dengan rasa terkejut, dan dia sangat heran kenapa aditia menyiramnya dengan air dingin.
"Apa yang kau lakukan aditia?"
__ADS_1
Tanpa menjawab ucapan delia, aditia langsung menjambak rambut panjang delia.
"Aww... sakit aditia."
Terlihat tatapan marah dan juga sendu terukir jelas di mata aditia.
"Ada apa denganmu aditia."
"Aku membencimu delia, aku sangat membencimu." Teriak aditia.
Terlihat air mata delia mengalir, dia tak kuasa menahan tangisnya ketika aditia memperlakukannya seperti itu.
"Ada apa denganmu aditia, kenapa kau menjadi seperti ini."
"Kau tanya aku kenapa? harus nya kau tanya pada ibu j*lang mu itu."
Lalu aditia menceritakan semuanya pada delia, terlihat netral delia membulat ketika mengetahui semua itu.
"Apa kau sekarang sudah mengerti delia."
"Tidak, ibuku tidak mungkin seperti itu."
"TAPI ITULAH KENYATAANNYA DELIA." Terdengar bentakan aditia menggema di kamar tersebut.
"Tapi aku tak ada hubungannya semua itu."
__ADS_1
"Tidak ada hubungannya, kau anak dari wanita j*lang itu bersama dengan selingkuhannya. Jelas kau ada hubungannya dengan semua ini."
"Lantas apa yang kau mau aditia."
"Kau harus membayar mahal atas segala kesalahan yang di lakukan oleh ibu mu itu. Delia."
"Kenapa kau menjadi seperti ini, mana ucapanmu yang bilang kau sangat mencintaiku. Mana buktinya?" Teriak delia sambil berderai air mata.
Terlihat aditia langsung mematung setelah mendengar ucapan delia, hatinya ikut sakit ketika melihat delia menangis seperti itu dan lagi yang membuatnya menangis adalah dirinya.
Tapi nafsu amarahnya mengalahkan perasaan dan logikanya, tak tanggung-tanggung aditia langsung kembali menjambak rambut delia dan menyerednya ke ruang keluarga.
Terlihat para pembantu hanya bisa menyaksikan ketika delia di siksa oleh aditia, mereka tak bisa membantu delia karena mereka takut kepada aditia.
Tendangan demi tendangan mendarat di tubuh delia, dan sudah tak terhitung lagi suara jeritan delia ketika tubuhnya merasakan sakit akibat tendangan dan pukulan aditia.
Karena tubuh delia sudah tak bisa menahan rasa sakit yang terus di berikan oleh aditia, delia langsung terjatuh pingsan.
Dan aditia hanya bisa mematung ketika melihat delia terkapar pingsan karena ulahnya, dengan rasa panik aditia langsung menepuk-nepuk pipi delia.
"Delia bangun, delia. Kau jangan bercanda delia." terlihat wajah aditia sangat panik ketika delia tak kunjung sadarkan diri.
Kemudian aditia mengangkat tubuh delia ke kamarnya, dan menyuruh salah satu pembantunya untuk menelpon dokter.
***
__ADS_1
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author.~