
Pria itu langsung menyodorkan beberapa lembar foto pada delia, seketika mata delia terkejut dan tak terasa air matanya mengalir ketika melihat beberapa lembar foto yang diberikan oleh pria itu.
----------------------------------
Terdengar tangisan delia ketika melihat foto-foto tersebut, dan sebuah senyuman terukir di balik topeng pria misterius tersebut, setidaknya sekarang dia akan mengadu dombakan delia dengan aditia.
"Kenapa? kenapa kau begitu jahat aditia, dasar kau b*jingan aditia, kau tak punya hati."
Delia sangat tak menyangka jika aditia sudah melupakan semua janji-janji nya pada delia.
"Bersiap-siaplah untuk besok delia, kita akan menghadiri acara pernikahan kekasih tercintamu itu." lalu pria itu langsung melenggang pergi meninggalkan delia.
dan kemudian datang dua orang wanita menghampiri delia, sambil membuka rantai yang mengikat kaki dan tangan delia.
"Apa yang kalian lakukan."
"Maaf nona kami di suruh oleh tuan, membawa anda ke tempat yang lebih layak, agar anda lebih fres untuk menghadiri acara besok."
Delia tak menjawan ucapan kedua wanita tersebut, delia memilih diam dan mengikuti langkah kedua wanita tersebut, dan mereka membawa delia ke sebuah kamar dengan nuansa yang kuno dan yang pasti lebih nyaman daripada di tempat yang delia tempati.
"Nona silahkan istirahat dulu di sini."
Lalu kedua wanita tersebut meninggalkan delia di dalam kamar sendirian, Terlihat delia melihat-lihat kamar yang akan di tempatinya malam ini.
Terlihat pandangan sendu delia sambil melihat ke luar jendela.
"Akan ku pastikan kau mendapatkan balasan yang setimpal dengan rasa sakit hatiku aditia." Seketika tatapan sendu delia berubah dengan tatapan marah.
__ADS_1
Dilain tempat....
Terlihat delia (sherly) tengah mencoba gaun pengantin yang berwarna putih, dengan hiasan mutiara yang menambah kesan indah pada gaun pengantin yang delia (sherly) pakai.
"Bagaimana apa ini bagus."
"Iyah, sangat indah sayang."
"Baiklah kalau begitu aku mau ambil yang ini aja."
"iyah."
Lalu delia (sherly) pergi untuk mengganti pakaiannya, terlihat raut wajah sendu di mata aditia.
"Jika saja gaun itu di pakai oleh delia, pasti dia akan menjadi pengantin yang paling cantik." ucap aditia dalam hatinya.
Dan tak beberapa lama delia (sherly) keluar, terlihat raut wajah bahagianya sambil berjalan menuju ke arah aditia.
"Ayo."
Sebelum pulang aditia tak lupa membayar gaun pengantin yang delia (sherly) beli untuk acara pernikahannya besok.
Setelah membayar mereka langsung pergi meninggalkan toko tersebut, dan aditia langsung mengendarai mobil nya menuju hotel tempat delia (sherly) menginap.
Di dalam mobil tak ada yang mengobrol, tapi delia (sherly) berusaha mencari topik pembicaraan agar tidak terasa canggung.
"Sayang."
__ADS_1
"iyah."
"Bagaimana untuk gedung dan dekorasi."
"Tenang saja aku udah atur semuanya kok, dan kamu cuman tinggal duduk manis aja."
"hmmm. makasih sayang."
"iyah sama-sama." sambil lengannya mengacak-ngacak rambut delia (sherly).
"Ih, jangan di acak-acak dong." sambil merapikan kembali rambutnya.
Terlihat aditia tertawa, meski aditia tahu jika wanita di hadapannya bukanlah delia melainkan orang lain, tapi setidaknya dia bisa melihat selalu wajah delia dan bisa mengobati rasa rindu aditia kepada delia.
Dan delia (sherly) sangat bahagia ketika melihat aditia tertawa, setidaknya sekarang mungkin aditia sudah mulai jatuh cinta kepadanya.
"Oh, iyah apakah besok kita akan pergi bersama ke tempat acara pernikahan kita."
"Tidak kita pergi sendiri-sendiri saja."
"Hmm."
"Dan kamu akan di jemput oleh supirku sekitar jam 9 nan."
"Iyah."
"Jangan lupa, tidur lebih awal agar besok jadi fres dan dangdanlah yang cantik."
__ADS_1
"iyah sayang."
Setelah cukup lama mengendari mobilnya, kemudian mobil aditia sudah sampai di hotel tempat delia (sherly), lalu delia (sherly) langsung turun dari mobil. Dan aditia langsung menancap gas meninggalkan delia (sherly) yang tengah memandang mobil aditia sampai mobil aditia tidak terlihat lagi.