
Ternyata di punggung delia ada bercak darah, rupanya delia di tembak oleh seseorang menggunakan senjata AWM dan senjata tersebut memakai peredam sehingga tak terdengar suara tembakan.
--------------------------------
Aditia buru-buru membawa delia ke kamarnya, di robeknya gaun pengantin delia dan aditia menyayat sedikit punggung delia yang tertembak dan di ambilnya peluru yang masih berada di punggung delia.
Terlihat delia menggerang kesakitan saat aditia mengambil peluru yang ada di tubuhnya dan untungnya pelurunya tak menembus hingga ke jantung.
Skip.
Kini delia tengah terbaring dan terlihat punggungnya terbalut perban lalu datang bagas menghampiri delia.
"Mamih." Panggil bagas.
"Hmm, iyah sayang." Jawab delia.
"Mami kenapa?" Tanya bagas.
"Mamih gak papa sayang." Jawab delia sambil membelai rambut bagas.
Terlihat bagas memeluk tangan delia, dan setetes air mata lolos dari mata bagas dan membasahi tangan delia.
"Sayang, kenapa kamu nangis nak." Tanya delia khawatir.
"Bagas sedih lihat mamih kaya gini." Jawab bagas.
__ADS_1
Lalu delia membelai pipi putranya. "Anak mamih gak boleh cengeng, yah. Anak mamih harus kuat." Ucap delia.
"Baik mamih." Jawab bagas.
Lalu datang aditia mendekati bagas dan delia yang tengah mengobrol.
"Ada apa ini, kenapa anak papih nangis." Tanya aditia.
"Gak papih." Jawab bagas sambil menghapus sisa air matanya.
"Hmmm, kamu lebih baik segera tidur nak, lagi pula ini sudah malam dan mamih pasti butuh istirahatkan." Ucap aditia.
"Hmm, Ya udah. Mamih bagas tidur dulu yah, mamih sekarang istirahat." Ucap bagas.
Kemudian bagas pergi menuju kamar tidurnya, dan kini tersisa delia dan aditia.
"Maafkan aku tak bisa melindungimu delia." Ucap aditia.
"Tak apa aditia." Jawab delia.
"Istirahatlah." Ucap aditia.
"Iyah, dan sebaiknya kau temani bagas, kasihan dia tidur sendiri dan setelah kejadian ini aku takut dia trauma." Ucap delia.
"Baiklah, tapi tak apa kau sendiri di sini." Tanya aditia.
__ADS_1
"Tak apa kok." Jawab delia sambil tersenyum.
"Baiklah." Ucap aditia lalu pergi meninggalkan kamar delia tapi sebelum itu aditia mencium kening delia.
Di tempat lain...
Terlihat angel tengah mondar-mandir sambil melirik handphonenya, dia sangat khawatir pada aditia karena sudah seminggu lebih aditia belum pulang dan seharusnya penandatanganan kontrak itu paling lama memakan waktu 1 minggu tapi ini sudah lebih dari 1 minggu, bahkan aditia tak memberi kabar selama 1 minggu lebih dan handphonenya juga tidak aktip.
"Kemana kamu aditia." Ucap angel khawatir.
Dia sudah mencoba menghubungi beberapa orang terdekat aditia tapi mereka bilang bahwa aditia belum kembali. Dan angel tak berani untuk menanyakan keberadaan aditia pada ibunya karena nyonya imelda terkenal akan kekejamannya.
Setelah bergelut dengan pemikirannya, angel memutuskan untuk menyusul aditia ke jakarta, dia sangat khawatir dengan keadaan aditia, dia takut jika aditia kenapa-kenapa.
Lalu angel segera membereskan barang-barang yang dia butuhkan di jakarta ke dalam koper, dan tak lupa juga angel memesan tiket pesawat secara online.
Setelah semua beres, kini angel membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil menatap langit-langit Angel berdo'a agar aditia tak mengelami kesulitan di jakarta.
Karena keberangkatan angel ke jakarta besok pagi maka sekarang dia memilih untuk tidur, karena mungkin besok akan menjadi hari yang berat untuknya.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~
__ADS_1