
Terlihat pak wijoyono langsung memberikan instruksi jari kepada yoga agar meninggalkan dirinya dan aditia berdua saja, yoga yang mengetahui intruksi tersebut langsung pergi meninggalkan aditia bersama pak wijoyono.
---------------------------------
Terlihat pak wijoyono terus menatap aditia.
"Duduklah, lebih enak bicara sambil duduk bukan."
Lalu aditia mendudukan dirinya di kursi yang kosong.
"Apa maksudnya anda berbicara seperti itu pada delia."
"Berbicara apa aku tak mengeti yang kau bicarakan sekarang aditia, aku ke sana hanya ingin menanyakan kabarnya saja, apa itu salah?"
"Aku tahu kau berbicara hal yang lain, sebaiknya kau jelaskan padaku apa maksud dari semua ucapanmu itu."
"Ucapanku yang mana, apa kau punya bukti jika aku mengatakan hal yang lain."
Terlihat aditia sedikit bingung, karena pada dasarnya dia tak memiliki bukti jika orang tua itu mengatakan sesuatu pada delia.
"Jika kau tak punya bukti, maka kau tak bisa memfitnah ku seperti itu dan itu termasuk pelanggaran hukum karena itu fitnahanmu yang tanpa bukti itu termasuk ke dalam pencemaran nama baikku."
"Persetan dengan pencemaran nama baik, lebih baik kau katakan yang sebenarnaya aku tak suka jika kau terus bertele-tele."
Tak menanggapi ucapan aditia, pak wijoyono lebih memilih kembali meminum teh nya.
__ADS_1
"Minumlah teh ini, maka pikiranmu akan kembali jernih aditia."
Emosi aditia semakin memuncak ketika pak wijoyono tak menanggapi ucapannya, lalu aditia langsung melemparkan benda-benda yang ada di atas meja. Terlihat pak wijoyono menatap aditia yang telah merusak acara minum teh nya.
"Sudah puas kah kau, merusak acara minum teh ku."
"Jika kau tak langsung mengaku saja, mungkin aku tak akan menghancurkan barang-barang mahal mu itu."
"Baiklah-baiklah aditia, aku mengaku. Aku memang mengatakan beberapa hal pada delia."
"Dan apa maksudmu mengatakan semua itu."
"Kau pasti tidak bodoh aditia, dan kau harus nya mengerti dari ucapanku itu aditia."
"OMONG KOSONG." Sambil mengebrak meja. "Katakan yang sebenarnya wijoyono."
"Cepat katakan yang sebenarnya wijoyono." Sambil menodongkan pistol tepat ke kapala pak wijoyono.
"Kau berani membunuh ayahmu?"
"Aku aditia, tak pernah mengenal belas kasih pada siapa pun, meski itu ayah ku sendiri."
"Hahahaha..." Terlihat pak wijoyono tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ucapan aditia.
"Apa yang kau tertawakan." Tanya aditia heran.
__ADS_1
"Kau sangat mirip dengan ibumu aditia."
"Apa maksudmu, bicara yang jelas jangan bertele-tele."
"Inti nya sifat psychopath mu itu adalah turunan dari sifat ibumu aditia."
"Apa maksudmu."
"Yang jelas orang yang dulu merawatmu dari kecil dan orang yang kau panggil ibu, dia bukanlah ibu mu aditia."
"Apa maksudmu, dia ibuku. Dia yang merawatku dari kecil, dan kau jangan asal bicara wijoyono."
"Yang jelas sifatmu itu sama dengan ibumu, dan yang pasti orang yang dulu merawatmu dan membesarkanmu dan yang ku bunuh bukanlah ibumu."
"Lalu jika dia bukan ibuku, lalu dimana ibuku."
"Ada banyak rahasia yang belum bisa ku beritahu aditia, dan oh iyah, bukankah kau kemari untuk menanyakan tentang ucapanku pada delia? Bagaimana jika orang yang selama ini mengurusmu dan menjagamu dan yang kau panggil ibu, itu adalah ibu delia."
Seketika netral aditia membulat, dia tak mengerti kenapa ini bisa terjadi, bagaimana mungkin orang yang marawatnya penuh kasih sayang bukalah ibunya tapi ibu delia.
Dan pak wijoyono hanya tersenyum ketika melihat aditia yang tengah frustasi, dan kemudian dia melenggang pergi meninggalkan aditia.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
__ADS_1
Dan makasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author.~