
"Aku tak takut padamu m, aku tak takut pada orang hidup." Ucap aditia.
"Benarkah." Tanga tiara sambil tersenyum.
Aditia yang mendengar jawaban dari tiara langsung siap siaga dengan besi panjang di tangannya.
-----------------------------------
Lalu datang tiara dengan berjalan perlahan menuju aditia, aditia langsung siap siaga dengan besi di tangannya untuk memukul tiara .
Tapi aditia di buat keheranan karena muka tiara tak semengerikan yang tadi, mukanya terlihat seperti tiara yang dulu tapi meski begitu aditia tetap waspada
Cukup lama tiara diam sambil melihat aditia dengan tatapan kosong dan kemudian dia tersenyum pada aditia.
Aditia tak membalas senyuman tiara lalu tiara pun membuka mulutnya dan keluar banyak serangga yang berterbangan dari mulutnya dan serangga itu langsung terbang dan mengerumuni aditia.
Aditia yang di kerumuni oleh serangga yang keluar dari mulut tiara, dia berusaha memukul-mukul serangga tersebut dengan besi yang ada di tangannya tapi tak beberapa lama serangga-serangga itu langsung menghilang entah kemana.
__ADS_1
"Bedebah kau tiara." Ucap aditia marah, sambil berjalan mendekati tiara, dia bermaksud memukul tiara dengan besi yang di pegang tapi usaha ya sia-sia kerena sebelum bisa mendekati tiara.
Tubuh aditia mendadak tak bisa di gerakkan, tiara yang di hadapannya seketika berubah menjadi menyeramkan.
Mata yang berubah menjadi putih, wajah yang di penuhi darah, mulut yang robek dan mengeluarkan darah yang berbau busuk.
"MATI KAU...." Teria tiara.
Seketika tubuh aditia langsung terpental ke tembok.
Seketika tubuh aditia terjatuh ke lantai, dia berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dia harus mencari jalan keluar dari rumah sakit ini, dia tak ingin mati konyol di tangan tiara.
Aditia berjalan dengan tertatih-tatih , berusaha mencari jalan keluar, semakin mencari jalan keluar dia semakin tersesat ke lorong-lorong yang sangat gelap.
"Bagaimana rumah sakit sekecil ini bisa mempunyai lorong-lorong panjang seperti ini." Ucap aditia.
Lalu aditia melirik arloji nya ternyata sudah pukul 03:50 WIB sepuluh menit lagi jam 4 pagi.
__ADS_1
Srett... Srett.. Srettt.
Terdengar suara besi yang bergesekan dengan tembok, Aditia sudah berpikir itu pasti tiara, tiara tak akan melepaskannya begitu saja karena tiara pasti akan membalaskan dendamnya pada aditia.
Dengan tenaga yang masih tersisa aditia berusaha untuk melawan tiara, dia tak ingin mati konyol karena tiara karena prinsip hidupnya membunuh bukan di bunuh.
Terlihat tiara berjalan mendekati aditia yang tengah memengangi siku tangannya dengan wajah yang geram aditia melihat tiara, sudah tak ada rasa takut lagi di hatinya karena baginya tiara hanya lah manusia yang mungkin sekarang tubuh nya sedang di rasuki sosok iblis.
Demi bisa menemukan keberadaan delia dan demi bisa bersama delia dia harus bisa mengalahkan tiara.
Aditia mengambil sebuah kayu dan berlari menuju ke arah tiara dengan sigap aditia langsung memukul kepala tiara tapi tiara langsung berubah menjadi gumpalan asap hitam.
Dan kemudian asap hitam itu mengelilingi tubuh aditia, keringat dingin membasahi tubuh aditia, jantung nya berdetak semakin kencang saat asap hitam itu mengelili tubuhnya.
Sesak aditia tak bisa bernapas seperti ada yang mencekiknya tapi tak terlihat wujudnya, apa mungkin dia akan mati sekarang tubuhnya menjadi lemas penglihatan aditia menjadi buram perlahan mata nya tertutup
"Maafkan aku delia."
__ADS_1