
Tak beberapa lama satria keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang hanya menutupi bagian tubuhnya saja, dan kemudian dia langsung memakai kembali pakaiannya dan langsung pergi meninggalkan imelda yang tengah tertidur lelap.
---------------------------------
Kini terlihat imelda sedang merias dirinya, sekarang dia sedang bersiap-siap untuk segera pulang ke jakarta, dan bertemu dengan mantan suaminya.
Dan dia sangat tak sabar untuk segera melihat putranya, ingin rasanya dia segera memeluk tubuh putranya.
Dan menurut informasi dari orang yang dia suruh untuk memata-matai putranya, bahwa putranya seorang psychopat dan itu membuat imelda semakin bangga pada putranya.
"Nyonya semuanya sudah siap."
"Baiklah."
Lalu imelda langsung beranjak keluar dari kamarnya, sebelum keluar dia sempat memandang sendu kamarnya karena dia pasti akan sangat rindu pada kamar tidurnya.
Setelah semua selesai imelda langsung keluar dar rumahnya dan langsung pergi ke sebuah lapangan dan di sana sudah tersedia pesawat pribadi miliknya.
Dan di dalam pesawat imelda terus memandang keluar dan melihat satria yang melambaikan tangannya pada imelda, terlihat imelda tersenyum pada satria.
Skip.
Di perjalanan imelda terus membayangkan apa yang akan terjadi saat dirinya di jakarta, dan yang pertama harus dia temui adalah putranya karena dia sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan putranya, dan dia juga tak melupakan mantan suaminya bahkan imelda sudah menyiapkan sebuah hadiah spesial untuk sang mantan suami tercinta.
Skip.
Tak terasa imelda sudah berada di jakarta, hampir memakan waktu 2 jam perjalanan dari balik papan (kalimantan) ke jakarta.
__ADS_1
Kini imelda tengah berada di sebuah mobil mewah, sekarang imelda akan pergi dulu ke rumah barunya mungkin sekarang dia akan menunda dulu untuk bertemu dengan putranya, karena imelda merasa cukup lelah dan dia membutuhkan istirahat.
Tapi dia tetap akan mengirimkan hadiah terindah untuk mantan suaminya tercinta, itu sebagai tanda bukti bahwa imelda masih mengingat sang mantan suami.
Skip.
Sesampainya di rumah barunya, imelda nampak langsung bergegas menuju kamar tidur miliknya, dia nampak sangat menyukai suasana kamar tidurnya karena dekorasi kamar tidurnya sangat mirip dengan yang biasa dia tempati di kalimantan.
Dan imelda langsung mengeluarkan handphone nya untuk menelpon seseorang.
"Hallo."
"iya, hallo."
"Terimakasih untuk dekorasi kamar tidurnya satria."
"Tidak terlalu suka."
"Kenapa."
"Di sini terlalu rame, dan kau tahu kan kalau aku tidak terlalu suka suasana yang ramai."
"Iyah, nanti juga kau akan terbiasa imelda."
"Baiklah, kapan kau kemari. Aku sangat merindukanmu."
"Baru sehari kau sudah merindukanku? secepatnya aku akan segera ke sana imelda."
__ADS_1
"Baiklah aku tunggu kedatanganmu satria."
"Kalau begitu, aku tutup dulu yah imelda."
"Baiklah."
Terlihat imelda langsung menutup telponnya, dan kini imelda berjalan keluar dari dalam kamarnya, terlihat beberapa pembatu tengah membersihkan rumah barunya dan tak lupa imelda juga membawa kedua pelayan setianya.
"Yani!"
"Iyah nyonya besar."
"Apakah kau sudah mengirimkan hadiah untuk mantan suami ku."
"Sudah nyonya, saya sudah menyuruh dadang mengirimkannya pada alamat yang nyonya berikan pada saya."
"Kerja bagus, kalau begitu kau bisa kembali berkerja.
"Baik nyonya."
Jika ada yang bertanya siapa itu yani, yani merupakan salah satu pelayan setia imelda, dan yang satu lagi bernama sari. Mereka adalah pelayan yang selalu setia kepada imelda dan juga mereka selalu membantu imelda dalam mengurus gadis-gadis perawan untuk di jadikan obat awet muda imelda.
Kini terlihat imelda tengah tersenyum bahagia ketika membayangkan ekspresi mantan suaminya ketika menerima hadiah dari imelda.
***
Jangan lupa like dan votenya yah 😊😊😊
__ADS_1
Dan makasih sudah meluangkan waktu buat baca novel author.~